Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Kejutan


"Nak jangan pergi seperti ini lagi, kau tau suamimu begitu kacau ketika kau tidak berada di sampingnya" Ucap Fransiska sambil menggenggam tangan Amel


"Maafkan aku Mom, tapi waktu itu hatiku betul - betul sakit di tambah ucapan kak Anita waktu itu pada Mas Faiz"


"Yakinlah nak jodoh, maut, rezeki itu sudah di takdirkan oleh Allah SWT, jadi tetaplah berikhtiar pada Allah karena kita tidak akan tau rencana Allah"


Amel tersenyum kemudian mengangguk, Fransiska menarik Amel kedalam pelukannya "Apapun yang terjadi jangan meninggalkan suamimu"


"Iya Mom"


Beberapa hari setelah menemui Orangtua Faiz dan juga Orangtuanya, Amel selalu ikut bersama


suaminya kekantor karena Faiz yang menyuruhnya ikut bersamanya dan ini sudah menjadi hukuman untuk Amel


"Mas mau sampai kamu membawaku terus - terusan kekantor jujur aku sangat bosan hanya duduk diam sambil menunggumu bekerja"


"Sampai batas yang tidak bisa di tentukan"


"Mas please, aku sangat merindukan keponakanku james semenjak aku pulang aku belum menemuinya Mas"


Faiz menggeleng "Kali ini aku tidak akan membiarkanmu kemana - mana cukup waktu itu"


"Mas aku kan sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu jadi bisa kah Mas untuk mempercayaiku"


"Aku mempercayaimu sayang, hanya saja aku tidak ingin kau jauh dari pandanganku"


"Ya tuhan Mas, setiap hari aku selalu bersamamu Mas"


"Diamlah sayang atau kau mau kita berakhir di ranjang Hmm"


Amel memonyongkan bibirnya "Dasar suami mesum," Gerutu Amel


Faiz terkekeh "Mas akan terus berusaha membuatmu hamil"


"dan jika aku tak kunjung hamil bagaimana?"


"Maka aku akan terus berusaha membuatmu hamil"


"Kalau aku nggak mau gimana Mas" Goda Amel


"Pasti kamu mau sayang, kalau aku sudah buat kamu terangsang maka kamu yang akan memintanya sendiri"


"Ish Dasar"


"Sudah sayang, sebaiknya kamu duduk manis di sana dan aku fokus mengerjakan pekerjaan kantor lalu kita makan siang bagaimana"


"Sabar sayang sebentar lagi"


Selang beberapa jam akhirnya pekerjaan Faiz selesai.. dia melihat sang istri tertidur di sofa mungkin saat ini Amel capek menunggu Faiz yang pekerjaannyan tak kunjung selesai.


Faiz kemudian menghampiri Amel dan menepuk wajah Amel" Sayang bangun.. Yuk kita pulang"


"eughhtt." Amel kemudian meregangkan kedua tangannya perlahan membuka matanya dan melihat sang suami di hadapannya "Mas"


"iya sayang.."


"Sekarang jam berapa Mas?"


"udah jam 4.. Tadi katanya mau pulang yuk kita pulang"


"Maaf yah Mas aku ketiduran"


Faiz kemudian mencium kening Amel "Nggak masalah aku yang sebenarnya harus minta maaf karena udah buat kami nunggu aku lama"


"tuh tau kalau aku nunggu lama.. Ya udah kita pulang sekarang"


Faiz terkekeh "Okey tapi sebelum pulang kerumah aku ada kejutan buat kamu"


"Kejutan apa Mas.. Nggak yang aneh- aneh kan Mas?" Ucap Amel mengintimidasi


"Ya nggaklah.. Kalau pun mau yang aneh - aneh nggak masalah kamu kan istri aku"


"Ish kamu yah Mas" Jengkel Amel


"Iya Maaf.. Sekarang siap- siap lepas itu kita pulang"


"Iya Mas"


Sepanjang perjalanan Amel di buat jengkel oleh Faiz pasalnya mata Amel mulai dari masuk mobil di tutup menggunakan kain.


"Ih Mas masih lama nggak.. Aku udah capwk banget ditutupin begini.. Bisa nggak kalau matanya nggak usah ditutup"


"Nggak bisaa sayang namanya juga kejutan.. Kalau penutup matanya itu dibuka bukan kejutan lagi sayang"


"Tapi ini lama banget Mas"


"Ya sabar sayang bentar lagi"


Amel saat ini memonyongkan bibirnya.. Dirinya begitu jengkel dengan Faiz..