
Bulan demi bulan berlalu kini Amel dan Faiz saling memahami dan Amel kini sudah bekerja di perusahaan Daddy nya dan Amel juga kini bekerja di salah satu Rumah Sakit milik Daddynya sebagai tenaga medis walaupun hubungan dengan keluarganya masih belum membaik lebih - lebih pada Audry, Amel masih enggan berbicara pada Audry
Kini Amel sudah berada di Kantor, dan berkutat dengan berkas - berkasnya dan Hani mengunjungi sepupunya itu
"Mel kau ini sibuk sekali kapan bisa jalan coba"Ucap Hani
"Kau tau sendirikan aku sekarang gimana" Ucap Amel yang masih dengan berkas - berkasnya
"Kau kan bisa berhenti kerja di Rumah Sakit dan Fokus dikantor, aku liat kau ini kurang istirahat"
"Nggak bisa Han, Aku menyukai pekerjaan ku di rumah sakit berkutat dengan alat - alat medis dan darah, kalau ini terpaksa saja karena daddy dan aku juga tidak ingin Mommy ku jadi sedih lagi"
"Trus kapan ketemunya kamu sama Faiz"
"Yah di sempet - sempetin dong, sesibuk apapun aku dengan Faiz pasti kami luangkan waktu untuk ketemu"
"Dasar Bucin"
Amel terbahak - bahak mendengar ucapan Hani "Kau tau kata bucin dari mana"
"Hello, gue ini juga blesteran indonesia yahhh, kita nya aja semua pindah kesini"
"Sebaiknya kau jadi asistenku gimana, biar ada nemenin??"
"Ogahh, bisa - bisa aku ditindas kamu melulu, lagian aku juga harus urus butik Mommyku"
"Malam ini aku libur di rumah sakit dan Faiz juga lagi ke Malaysia, bagaimana kalau malam ini kita jalan"
"Okhey, tapi ini jam istirahat kita makan yuk"
"Ya udah ini juga udah selesai"
Mereka kini berjalan keluar kantor, Amel melihat Audry sedang berbicara dengan salah satu karyawannya yang sedang mengganti kaca
Kemudian Amel melihat kaca yang ada didekat Audry ingin jatuh, seketika Amel berlari menuju Audy
Amel berteriak dan berlari menuju Audry "Kak Audry, Awassss" Amel dengan sigap menarik dan memeluk Audry sebelum kaca itu jatuh dan serpihannya mengenai tangan Amel
Plaaaaakkkkkkkk
Hani kini berlari menghampiri mereka yang jatuh dan Betapa terkejutnya Audry dengan kejadian barusan dan melihat luka di tangan Adiknya, kini Amel melepas pelukan itu dan berdiri tanpa mempedulikan lukanya
"Hei kau, kau bisa kerja atau tidak, kenapa ceroboh sekali kalau kakakku kenapa - kenapa kau mau tanggung jawab" Kini Amel tengah memarahi karyawan yang memperbaiki kaca jendela
Audry di kejutkan lagi dengan kata - kata Amel barusan dan kemudian Hani membantu Audry berdiri
"Maafkan saya Nona" hanya kata maaf yang di lontarkan karyawan tersebut
"Sekarang keluar dari kantor ini" Bentak Amel yang tidak menyadari kalau darah di area lukanya masih menetes kelantai "Dan kakak bisa nggak sih hati - hati jangan ceroboh begini kalau kakak kenapa - napa bagaimana"
"Mel tangan mu luka" Ucap Audry
Kemudian Amel melihat lukanya dan baru menyadari kepeduliannya tadi terhadap Audry
"Astaga Mel kita kerumah sakit sekarang lukamu banyak mengeluarkan darah" Ucap Hani
"Nggak usah aku bisa obati ini hanya luka kecil saja"
"Ayo keruangan ku biar kakak obati"
"Tidak aku bisa sendiri"
Audry kini menarik adiknya dengan paksa keruangannya disusul oleh Hani
"Aku bilang aku bisa sendiri" Ucap Amel yang masih ditarik oleh Audry dan Audry tidak menjawab Amel dan terus membawa adiknya keruangan
Mereka akhirnya sampai di ruangan dan Audry dengan sigap mengambil kotak obat yang ada di laci mejanya dan perlahan mengobati luka adiknya
"Bersihinnya dari dalam keluar" Ucap Amel dengan nada ketus
Audry tersenyum melihat tingkah adiknya "Iya kakak tau"
Amel meringis "Ishhh.. Pelan - pelan sakit"
"Ini juga udah pelan kok, Makasih yah udah nolongin kakak"
"Kebetulan, lagian Hani yang nyuruh aku tadi untuk menolongmu, Iyakann Han" bantah Amel sambil menatap tajam kearah Hani
"Apaaa, Ohh itu iya kak" Ucap Hani terbata - bata
Audry tau kalau Amel tengah berbohong "Nih sudah selesai" Sambil membereskan kotak obat "dan aku sudah memesan makanan, kalian belum makan kan??"
"Iya kak belum, aku lapar banget" Ucap Hani yang ditatap tajam oleh Amel
"Yahh sudah kita makan disini saja lagian kakak liat Amel juga keliatan lemas"
"Biasa Aja" Jawab Amel dengan ketus dan hanya di balas senyuman oleh Audry
"Kakak tau kamu masih sayang dan peduli dengan kakak tapi egomu terlalu tinggi sayang" Ucap Audry dalam hati
Akhirnya pesanan mereka datang kemudian makan bersama diruangan Audry
"Eeh Mel, Ayah dan Ibu mu katanya mau kesini"
"Nggak jadi, tapi kak Darren akan kesini sepertinya menetap disini dan mengembangkan bisnisnya disini"
Uhhuk Uhhuk
Audry batuk mendengar Darren akan kesini, Amel tidak menanggapi Audry tapi Hani dibuat penasaran dengan tingkah Audry yang tiba - tiba batuk
"Kenapa Kak" Ucap Hani
"Nggak ada apa - apa" Ucap Audry dan meminum air
Setelah menghabiskan makanannya kini Hani pamit pulang dan Amel kembali ke ruangannya
Hari semakin sore dan Akhirnya amel pulang juga kerumah, disusul oleh Audry yang membawa masing - masing kendaraan
"Assalamualaikum Mom" Ucap Amel yang mencium punggung tangan Mommynya
"Waalaikumsalam Sayang" Ucap Fransiska "Loh tangan mu kenapa sayang"
"Nggak apa - apa Mom hanya kena insiden sedikit tadi"
kemudian Audry muncul "Habis nyelamatin Audry Mom" jawab Audry sambil tersenyum dan mencium punggung tangan Fransiska
"Nggak sengaja nolongin aja Mom, yahh sudah Mom aku mau ke atas mau mandi"
"Yah sudah sayang" Kemudian Fransiska bertanya kepada Audry tentang kejadian yang menimpa Amel dan Adiknya dan Audry menceritakan semuanya kepada Fransiska
"Semoga Mom, aku sebenarnya tidak betah harus begini dengan adikku, aku sangat menyayanginya"
"Adikmu butuh waktu, Amel tinggal disini saja Mommy sangat bersyukur"
"Aku harap dia bisa memaafkan ku"
"Iyaa sayang, sekarang kamu mandi gih kemudian makan malam bersama, Daddy mu juga baru saja pulang"
"Iya Mom"
Fransiska kini merapikan makanan di meja makan di bantu oleh beberapa pelayan sambil menunggu anak dan Suaminya
Setelah beberapa lama akhirnya Amel, Audry dan juga Jhonson datang kemeja makan kemudian Fransiska melayani anak dan suaminya di bantu oleh beberapa pelayan, kini mereka menyantap makanan nya
"Mel setelah ini jangan langsung kekamar temui Daddy di ruang keluarga dan Mommy dan Audry juga ikut" Ucap Jhonson di sela - sela aktivitas makan nya.
"Aku capek Dad aku butuh istirahat" Ucap Amel yang ingin menghindari Daddynya dan juga Audry
"Daddy mohon sebentar saja"
"Baiklahh, hanya sebentar" Jawabnya,
Amel sebenarnya malam ini sudah punya janji dengan Hani untuk jalan bersama tapi karena Hani ada urusan keluarga makanya acara jalan - jalannya batal
Setelah makan malam, kini Jhonson dan Keluarganya sudah berada di ruang keluarga, Amel yang masih menjaga jarak dengan Jhonson dan Audry duduk di ujung Sofa
"Kamu jijik dengan kami sampai harus jauh - jauhan begitu" Ucap Jhonson yang melihat putri bungsunya yang duduk jauh dari mereka
"Cepatlah Dad aku mengantuk" Jawab Amel
"Daddy tidak akan mulai pembicaraan kalau kamu masih duduk disitu"
Kemudian Amel menggeser tubuhnya berdekatan dengan Mommy nya dan Fransiska menarik tubuh Amel dari samping untuk masuk kedalam pelukannya
"Nahh gini kan enak".
"Yaudahh Daddy mau bilang apa, cepetan"
"Kamu nggak capek kerja di kantor lalu pulangnya lanjut kerja di Rumah Sakit"
"Yahh kalau Daddy nggak suka Daddy bisa pecat aku di kantor Daddy"
"Mel" Ucap Fransiska pelan sambil mengusap kepala anaknya yang masih dalam pelukannya"
"Daddy tau kalau kamu mau menghindari kami kan makanya mau kerja begini"
"Aku tidak suka kerja ditempat daddy"
"Tapi Daddy tidak suka kamu kerja dirumah sakit sebagai seorang tenaga medis yang kerjanya dari malam smpai dini hari"
"Tapi aku juga punya waktu di jam segitu bagaimana dong"
"Mel jangan bicara seperti itu pada Daddy" Fransiska kembali menegur anaknya
"Daddy mau kamu bekerja di rumah sakit tapi bukan di bagian yg sekarang kamu tempati tapi sebagai pemimpin rumah sakit"
"Tidak, aku tidak mau bahkan walau Daddy membuat 100 rumah sakit"
"Dan Daddy tidak akan pernah membiarkan mu mengembangkan bisnis restoran dan klinik kecantikan mu kalau kau masih membangkang dan kamu tau sendiri seperti apa kekuasaan Daddy mu ini" Ucap Jhonson penuh penekanan
"Kenapa Daddy melakukan ini semua padaku, bahkan Daddy buat aku tertekan seperti ini aku ingin menjalani hidup ku sendiri Dad"
"Apa kurang harta yang Daddy punya untuk kalian, Daddy hanya ingin kalian pimpin perusahaan Daddy"
"Tapi aku tidak mau, hiks.. hikss" Kini Airmata Amel tumpah di pelukan Mommy nya
Amel hendak berdiri tapi ditahan oleh jhonson
"Daddy belum selesai bicara dan jangan tinggalkan tempat ini atau Daddy tidak segan - segan menghancurkan bisnismu di Indonesia
Akhirnya Amel kembali duduk dan Fransiska juga kembali memeluk anaknya sedangkan Audry tidak bisa berbicara apa - apa lagi
Kini Jhonson menghampiri anaknya yang sedang dalam pelukan Mommynya dan mengusap kepala putrinya "Sayang maafkan Daddy bukan maksud Daddy seperti itu Daddy sangat menyayangimu dan Daddy tidak tau harus bagaimana lagi bisa menghadapi mu, Maafkan Daddy membentakmu tadi"
Audry kini berbicara "Dad jangan terlalu menekan Adikku, biarkan amel memilih jalan nya sendiri dan selagi itu baik buatnya jangan memaksanya
Amel masih terisak dalam pelukan Mommynya, Amel sudah tidak bisa berkata - kata lagi, hatinya begitu sakit
Tapi karena pelukan Mommy nya yang begitu nyaman perlahan Amel mulai berhenti menangis dan mulai tertidur dalam dekapan Mommy nya
Fransiska menyadari anaknya mulai tertidur dan merasakan nafas putrinya mulai teratur dalam dekapannya
"Dad dia tertidur" Ucap Fransiska
Jhonson tersenyum melihat tingkah anaknya itu "putri kita tidak pernah berubah sayang, dari dulu kalau dia marah atau sedih pasti setiap kau memeluknya seperti ini dia langsung terlelap"
"Dia sangat lelah Dad seminggu ini dia hanya tidur beberapa jam saja setiap malamnya akibat pekerjaannya dikantor dan rumah sakit, dia butuh istirahat dan dia akan tidur bersamaku malam ini"
"Dia akan tidur bersama kita malam ini"
"Yah sudah Dad Mom bawa adikku kekamar dia sangat lelah ini juga sudah larut aku akan kekamar"
Kemudian Jhonson menggendong putrinya dan masuk kedalam kamarnya
Kini mereka sudah berada dalam kamar dan meletakkan Amel di tengah tempat tidur kemudian jhonson dan Fransiska ikut berbaring di samping anaknya
Tanpa sadar Amel memeluk Mommynya dan dibalas oleh Mommynya "Tidurlah sayang Mommy akan memelukmu"
"Anak ini tidak berubah, diluar aja dingin tapi kalau dalam keadaan begini masih saja manja"
"Sifatnya sepertimu Dad" Ucap Fransiska
"Sudahlah sayang kita tidur saja, ini sudah sangat larut"
Akhirnya mereka tertidur dan Amel tidak melepaskan pelukan Mommy nya hingga pagi
.
.
.
.
#Tbc