Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
#09 kerumah karel


"baiklah aku ganti baju dulu ya" ucap razeeta pada Karel,Karel hanya tersenyum dan mengangguk 15 menit kemudian razeeta turun dengan gaun santai nya, disambut senyum hangat Karel


"udah woi liati kali,malu aku ahh" tegur razeeta membuat Karel tersedar,dia hanya tersenyum dan menggandeng razeeta sampai mobil,kemudian membuka kan pintunya untk razeeta , mempersilahkan razeeta masuk, didalam perjalanan mereka hanya bernyanyi mengikuti alunan lagu, setelah 20 menit mereka sampai, razeeta langsung merapikan penampilan nya di dalam mobil, Karel tersenyum "sudah?" tanya Karel memastikan razeeta hanya senyum dan mengangguk


Begitu keluar sampai kedalam rumah Karel, razeeta dia sambut senyum hangat oleh keluarga Karel


"wahhh ada temen baru ni mbak ayasnya ini, Karel uda bawa pacar nya keruma" ledek adik Karel yang nomor 3 kepada pacar kakak nya yg pertama, razeeta hanya tersenyum ,kemudian menyalami mama papa dan keluarga Karel, saat sampai di adik Karel paling kecil perempuan satu satunya, dia mencium nya gemas


razeeta sangat suka anak kecil,


"putri tunggal Hermawan ya nak?" tanya mama Karel dengan ramah pada razeeta


"iya tante" jawab razeeta dengan senyum sopan


taklama berbincang razeeta sangat nyambung saat berbicara dengan keluarga Karel, sampai makan malam selesai merrka masi lanjut berbicara, razeeta memperhatikan Karel yang sedari tadi me main kan hp nya dengan senyum senyum ga jelas membuat razeeta kesal


saat ini mereka berada di teras loteng berdua,


Karel menyadari razeeta yang berubah diem, tiba tiba menyudahi percakapan nya di hp


menggenggam tangan razeeta, "ada apa dengan mu,umm? mengapa wajahmu sangat kusut" tanya Karel sambil sebelah tangannya memegang pipi razeeta


"kau masi berhubungan dengan wina? kau ta bisa menjauhinya demiku? demi hubungan kita? aku sangat cemburu melihat Kalian" jelas razeeta pada Karel dia berbicara dengan keadaan hati yang berkecamuk


dia ingin Karel hanya fokus padanya tidak pada banyak wanita


Karel mengangguk paham dia menurut pada razeeta


"maaf kan aku jika aku membuat mu kecewa, aku akan menjauhinya demi hubungan kita" Karel mengelus kepala razeeta, dan mencoba meyakin kan razeeta dia menghapus semua kontak yang berhubung dengan wina Karel tak ingin razeeta tersakiti dia hanya ingin hubungan mereka berjalan baik baik saja tanpa hambatan dan halangan, Karel berjalan dan menarik tangan razeeta dengan lembut "ku antar pulang ya uda malam" ajak Karel dengan lembut ,razeeta mengangguk dan mereka turun kemudian izin pulang dengan keluarga Karel setelah bersalaman mereka berpamitan , "main lah lagi kemari nak kalau ada waktu, tante dan mama mu cukup berteman baik saat remaja dulu" jelas mama pada razeeta sambil memegang bahu razeeta,razeeta mengangguk dengan senyuman pada mama Karel


setengah perjalanan kearah pintu mbak laras menghampiri mereka berdua "simpen nomor mu dihp mbak razeeta, mbak berteman baik dengan mu " ucap mbak laras sambil menyodorkan hpnya ke razeeta


razeeta terseny dan mengambil ponsel mbak laras dia ketikkan nomornya kemudian diserah kan nya pada mbak laras, "ini mbak, razeeta pulang dulu ya mbak, nanti kapan kapan kita ketemu kabarin aja oke mbak" kata razeeta sambil melambaikan tangan pada mbak laras


mereka pulang sepanjang jalan didalam mobil mereka bergandengan , sambil bernyanyi mengikuti alunan musik mobil Karel sesekali mereka saling menatap dan tersenyum bahagia