Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 147


"Kenapa?" tanya Azka dengan suara sedikit kencang, takut suaranya hilang di telan angin.


"Ngantuk Ka," jawab Salsa.


Azka mengurangi kecepatan motornya, kemudian sebelah tangannya mengelus tangan Salsa yang melingkar di perutnya.


"Mau di ajak gobrol sampai rumah biar nggak ngantuk?" tawar Azka.


"Iya."


Saat itu juga, Azka berubah jadi cerewet seperti perempuan. Membahas hal apa saja agar Salsa tidak tertidur. Mamang pada dasarnya Azka bukanlah laki-laki dingin dan cuek, hanya saja lingkungan yang memaksanya.


Ia selalu berpikir orang-orang tidak pernah mengiginkan keberadaanya. Jika ayahnya saja sudah membenci, bagaimana dengan orang lain? Saat itu lah Azka merubah dirinya menjadi cuek dan jarang bicara. Ia memgambil diri. Menganggap dirinya yang riang dan frindle pada sesama itu tidak di sukai banyak orang terumah ayahnya sendiri.


Sekarang sedikit demi sedikit kepribadian nya mulai balik lagi setelah kehadiran Salsa di hidupnya. Ia merasa di butuhkan oleh gadis itu. Merasa di inginkan.


Tak terasa keduanya sampai di halaman rumah Salsa. Azka mengambil helm pemberian gadis itu.


"Jangan lupa obatnya di minum terus istirahat," ucap Azka mengusak kepala Salsa.


"Iya, bawel banget sih."


"Mama ... "


"Belum pulang kayaknya," potong Salsa.


"Salam buat Mama kalau gitu."


"Mama aku, bukan mama kamu." Salsa memperjelas dengan mengulum senyum, bisa di pastikan sekarang Azka sedang kesal karena ucapannya.


"Sama aja, bentar lagi juga jadi mama aku."


"Yakin nggak bakal terjadi sesuatu sebelum itu?"


"Jangan neting mulu Sal, aku nggak suka. Sana masuk." Wajah Azka berubah dingin mendengar kalimat terakhir Salsa.


Ia sekuat tenagan menepis pikiran-pikaran negatif di kapalanya, eh malah Salsa yang menginggatkan.


"Tapi Papi kamu ...."


"Masuk aku bilang Sal!" Suara Azka sedikit meninggi, membuat nyali Salsa seketika menciut.


"Hati-hati kalau gitu," lirih Salsa.


"Hm."


Salsa memandangi kepergian Azka yang mulai hilang di balik pagar rumahnya. "Genteng-genteng kok emosian," gumam Salsa masuk kerumahnya.


***


Azka menyandarkan tubuhnya di kepala dipang, dengan laptop di pangkuannya. Di layar terpampang jelas wajah cantik sang kekasih.


"Mama belum pulang?"


"Belum Ka, aku sendiri di sini. Untung kamu nelpon," jawab Salsa di seberang telpon.


"Novelnya udah sampai belum? Oh iya makan malam sama minum obat udah?"


"Udah Azka sayang, ini yang ke lima kalinya kamu nanya padahal belum satu jam," protes Salsa dengan pipi mengembung.


Ingin rasanya Azka mengigit pipi itu, kalau saja Salsa berada di dekatnya. Ah ia tidak sabar untuk segera menikah dan tinggal bersama.


"Ngapain senyum-senyum gitu, hayo ngayalin apa?" goda Salsa.


"Nikah sama kamu."


Uhuk


Minuman di mulut gadis itu menyebur keluar membasahi layar ponselnya. Entah kenapa mulut Azka sedikit frontal dan tidak di filter jika membahas tengan hubungan.


"Azka aku tadi kejedot pintu dan ...."


"Nggak ada yang luka 'kan? Udah ke dokter? Kalau jalan matanya di pakai!" Terlihat jelas raut kekhawatiran di wajah Azka.


"Nggak ada, cuma memar dikit. Khawatir banget calon istrinya kenapa-napa," goda Salsa berhasil membuat telingan Azka memerah dan salah tingkah sendiri.


"Azka besok nggak udah jemput aku ya. Aku nggak ke sekolah karena ada urusan mendadak sama Mama. Setelah selesai aku kabarin."


"Kemana? Aku antar!"


"Jangan, ini urusan keluarga aku. Tenang aja, aku nggak bakal kenapa-napa. Ada mama juga."


Azka menghela nafas panjang, jika itu urusan keluarga maka ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia belum jadi bagian dari keluarga Salsa.


"Cuma sehari 'kan?"


"Iya sayang, cuma sehari," jawab Salsa.


Ada gelagat aneh yang di tangkap Azka dari cara bicara dan respon Salsa yang sedikit berlebihan. Kekasihnya malam ini terlalu banyak mengucapkan kata Sayang, padahal sebelum-sebelumnya kata itu akan keluar saat tertentu saja. Misal sedang menenangkannya.


Lama mereka bercerita, hingga Salsa meminta untuk telpon mereka segera di hentikan kerena ngantuk, awalnya Azka tidak mau, tapi Salsa sedikit merengek.


"Maaf Azka aku bohong sama kamu," gumam Salsa setelah sambungan telpon terputus.


...****************...