
Amel dan Faiz sekarang sudah berada didalam mobil Faiz menuju ke rumah orang tua Faiz
"Sayang kita ke rumahku dulu yah, mama mau ketemu kamu, katanya ingin bicara sesuatu dengan calon mantunya" Ucap Faiz
"Sayang apa mama mu mau menerima ku" Ucap Amel agak takut bertemu Aneth
"Tidak ada alasan mama tidak menerima mu, bahkan dia sangat antusias mendengar aku akan melamar mu"
"Aku takut orang tua mu tidak menerima aku, apalagi aku memiliki masalah dengan keluarga ku"
Faiz menggenggam tangan Amel "Sayang mama dan papa sudah tau semuanya, jadi kamu jangan khawatir"
"Baiklah sayang" Ucap Amel dan Faiz tersenyum
"Aku akan memperbaiki hubungan mu dengan orang tua mu aku janji" Faiz berbicara dalam hatinya
Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Abraham akhirnya mereka turun dari mobil
"Ayo sayang kita masuk" Ucap Fai
Mereka masuk sambil bergandengan tangan
"Ma.. Faiz pulang" Faiz berteriak karena tidak melihat Mamanya
"Kamu lama banget sih nak, Mama udah dari tadi nungguin kamu" Kemudian Aneth melirik Amel sambil tersenyum "Ehh ada Calon mantu Mama"
"Sore Anthy" Ucap Amel ramah sambil mencium punggung tangan Aneth
"Panggil aku mama"
"I..Iya ma" Ucap Amel agak gugup
"Sayang kamu sama mama dulu aku mau keatas dulu ganti baju" Ucap Faiz yang diangguki Amel
"Sayang ikut mama yuk" Aneth menggandeng Amel keruang keluarga
"Kamu duduk disini di samping mama" Ucap mama aneth
Amel kemudian duduk di samping mama Aneth " Iya Ma"
"Mama bersyukur akhirnya Faiz bisa mendapatkan pendamping seperti mu nak, dan mama berterima kasih kepadamu karena kamu mau menerima Faiz"
"Mama jangan bicara seperti aku yang bersyukur bisa bertemu Faiz dan dia mau menerima kekuranganku ma"
"Kamu mencintai Faiz" Kemudian Amel mengangguk dan Aneth tersenyum "Semoga kalian bisa terus - terus bersama sayang"
"Iya ma, Amin"
"Kamu tau sayang, baru kali ini Faiz membawa seorang wanita, dulu mama kadang pusing melihat putra mama itu sampai - sampai mama berfikir kalau anak mama itu punya kelainan"
Amel kemudian tertawa mendengar ucapan Mama Aneth " Mama tau nggak kalau pertama aku ketemu Faiz dulu aku namain dia beruang kutub"
"Kenapa kamu namain Faiz beruang kutub" Ucap Mama aneth heran
"Waktu Amel ketemu pertama kali sama Faiz, Amel nggak sengaja di tabrak sama Faiz bukannya minta maaf malah salain Amel dan marah - marah nggak jelas setelah itu dia berjalan ke lift orang - orang menyapanya tapi mukanya datar dan dingin gitu, makanya aku namain beruang kutub karena badannya yang besar juga" ucap Amel Panjang lebar
Aneth kemudian tertawa mendengar cerita calon menantunya itu "Tapi kamu cintakan" kemudian Amel menggangguk malu "Kalau orang nggak kenal Faiz itu pasti ngiranya faiz itu kayak es balok tapi dia itu aslinya manja kalau sama mama dan papanya"
mereka tertawa bersama, Faiz sudah selesai mengganti pakaiannya dan turun ke menemui Amel dan mamanya kemudian Faiz melihat keakraban Amel dan mamanya segera Faiz menghampiri mereka
"Bicara apa sih kalian, Heboh banget" Ucap Faiz duduk di samping Amel dan langsung meluk Amel dari samping
"Ihh, apaan sihh malu tau diliat mama" Ucap Amel
"Biarin" ucap Faiz
"Ohh sekarang udah bisa mesra-mesraan dulu aja bilangnya jijik liat orang peluk - pelukan"
"Sekarang beda mah"
"Terserah mu lah Iz mama mau ke dapur masak, lanjutkan saja mesra - mesraan nya" Ucap mama aneth
"Aku ikut ma, aku mau bantu mama masak" Amel kemudian berdiri
"Emang bisa sayang"
"Bisalah, akutuh di indonesia sering bantu ibu masak bahkan menu di restoranku sebagian resep aku juga" Kemudian Amel mengajak mama Aneth "Ayo ma kita kedapur aku bantu mama masak"
"Ayo sayang" Kemudian Amel dan Aneth menuju dapur untuk masak
Setelah Aneth dan Amel, mereka kemudian memanggil Abraham, Farid dan Faiz
"Kamu yang masak ini sayang" Ucap Faiz
"Aku dan Mama aneth" Ucap Amel
"Masakan Amel Iz, mama cuman bantu potong-potong saja" Ucap mama Aneth
" Masakan kamu enak nak" Ucap Abraham
"Terima kasih Uncle"
"Loh kamu panggil saya Uncle sedangkan istri saya kamu mama, nggak adil namanya mulai sekarang kamu panggil aku papa"
"Iya pa" Ucap Amel
"Wahh Kak Amel benar - benar pandai, pantas saja kak Faiz tergila-gila padamu kak bahkan beberapa hari ini dia uring-uringan karenamu" ucap Farid
Uhhuk.. Uhhuk..
"Minum dulu Iz" Ucap Amel
Kemudian Faiz meneguk airnya hingga tandas "Rid kamu mau aku tarik semua fasilitas yang sudah aku berikan"
"Yahh Maaf gitu aja kok marah"
"Sudah, jangan bertengkar di meja makan, ayo cepat habiskan makanan kalian" Ucap Abraham
Setelah mereka selesai makan malam, Amel kemudian pamit untuk pulang dan diantar oleh Faiz
Mereka sekarang tengah di jalan menuju kerumah Nabila
Amel terus menatap Faiz yang sedang menyetir sambil terseyum
"Kenapa kamu menatapku terus menerus" Ucap Faiz yang mulai risih diperhatikan seperti itu
"Aku tidak menyangka beruangku bisa uring-uringan dan takut kehilangan ku"
"Aku cuman seperti ini hanya padamu sayang, aku takut skali kehilanganmu"
Kemudian Amel memberanikan dirinya mencium pipi Faiz "Terima kasih sudah begitu mencintaiku, aku tidak menyangka bisa dicintai seperti ini, aku mencintaimu"
"Kamu udah pandai yahh cium-cium"
"Kan kamu yang ajarin"
Kemudian mereka tertawa, dan tiba - tiba saja ponsel amel berdering
"Siapa sayang" Ucap Faiz
"Kak Nabila, ada apa dia menelponku"
"Angkat saja sayang siapa tau penting"
Kemudian Amel mengangkat telepon Nabila "Hallo kak"
"Baik kak aku kesana sekarang" Ucap Amel khawatir
"Ada apa sayang" Faiz melihat ekspresi Amel setelah menerima telepon
"Mommy Sakit, antarkan aku kerumah Mommy saja sayang"
"Baiklah" Kemedian Faiz memutar mobilnya dan menuju kerumah Orang tua Amel
Akhirnya mereka sampai di kediaman Jhonson, Amel dan Faiz kini masuk kedalam rumah, dia hanya melihat pembantunya yang tengah bermain dengan james kemudian Amel mengampirinya
"Bi mereka dimana"
"Dikamar Tuan, Nona muda sudah ditunggu didalam"
"Baiklah, Ayo Iz ikut aku kekamar Mommy"
Kemudian Amel dan Faiz menuju kamar Jhonson dan Fransiska dan Amel membuka pintu kamar itu
Ceklek
Semua orang melihat kearah Amel yang sudah tiba dan melihat Faiz bersamanya, Amel melihat mamanya yang terbaring lemah di tempat tidur, disana ada Edrick, Nabila, Jhonson dan Audry
"Aa..ku kesini karena kak nabila yang menyuruhku" Ucap Amel karena tidak mau kalah sampai semua orang yang ada diruangan tau kalau dia cemas
"Masuk sini sayang, Mommy sangat ingin memeluk mu" Ucap Fransiska
Amel kemudian melirik kearah Nabila dan Nabila memberi kode agar Amel mendekat ke arah Fransiska kemudian Fransiska duduk di tepi ranjang dan langsung memeluk putri bungsu dan saat itu juga Fransiska menangis dan Amel pun menitikkan air matanya karena dia sebenarnya merindukan pelukan mommynya
"Mommy sangat merindukan mu jangan tinggalkan mommy lagi, maafkan mommy" Fransiska semaki mengeratkan pelukannay walaupun tidak dibalas oleh Amel
Sebenarnya Fransiska sudah jatuh sakit semenjak mendengar kabar kalau Amel sudah pergi meninggalkannya kemarin
Jhonson memberi kode kepada semua orang yang ada dalam kamar untuk keluar dan meninggalkan Amel dan Fransiska, akhirnya mereka hanya berdua saja
Fransiska melepaskan pelukannya kemudian menatap anaknya "Maafkan Mommy, Mommy salah terhadap mu Nak tapi kamu harus tau kalau Mommy tidak bermaksud untuk menjauhkan mu dari keluagamu"
Amel meneteskan air matanya dia ingin marah tapi dia tidak tega melihat keadaan Mommy nya yang pucat "
kenapa kalian melakukan ini padaku"
"Mommy akan menceritakan pada mu Nak, kami ingin menjauhkan mu dari Cyntia"
"Cyntia" Amel Heran
"Iya sayang, Setelah kematian kakakmu Bram, Cyntia berencana untuk membunuhmu dia sangat sakit hati karena tidak bisa masuk kedalam keluarga ini dia sangat ingin menguasai harta keluarga Jhonson lewat Bram karena Bram adalah pewaris keluarga ini karena dia anak laki-laki dalam keluarga ini"
"Dari mana kalian tau"
"Daddymu menyelidikinya dia curiga kenapa Cyntia sangat begitu membencimu dan ternyata kecurigaan Daddymu betul Cyntia hanya mencintai Bram karena hartanya"
"Tapi kenapa kalian mendiamkan ku" Amel kini meneteskan air matanya
"Mommy dan Daddy masih syok sayang dan Mommy waktu itu mengalami tekanan darah tinggi sehingga tidak bisa menemui mu dan Daddy terus menemani Mommy dan kami tidak ingin kamu mengetahui keadaan Mommy dan Kak Audry tidak punya keputusan lain selain mengirim mu ke Indonesia menjauhkan mu dari Cyntia dan Audry tidak ingin kamu mengetahui keadaan Mommy saat itu cukup kamu menderita karena kehilangan Bram"
Amel kini menangis " Kenapa kalian tidak jujur saja padaku hiks.. hiks.."
"Karena umurmu saat itu masih sangat muda sayang kamu masih belum mengerti apa-apa kalau kami memberi tahumu"
"Dan kalian tidak tau penderitaan ku setelah kalian mengirimku"
"Maafkan Mommy, Kakakmu sebenarnya sudah mengirim mata - mata untuk mengawasimu tapi ternyata dia mengirimkan informasi salah kepada kami selama ini"
"Tapi kenapa kalian tidak mencari tahu tentangku lewat ayah dan ibu"
"Kamu ingat waktu itu Daddy mu menelpon Ayahmu disana dan kamu mengambil ponsel ayahmu bahkan kamu membentak daddy lewat telepon untuk tidak mencari tau tentangmu lewat ayah dan ibumu dan pada saat itu kakakmu memutuskan untuk memata - matai mu agar kamu tidak curiga dan ternyata kami salah"
"Hikss.. Hikss. Mommy." Amel kemudian menangis
Fransiska terkejut dan juga sangat bahagia karena setelah 6 tahun Amel baru saja memanggilnya Mommy
Fransiska kini memeluk anaknya "Maafkan kami, Mommy tau kamu tidak akan mudah memaafkan kami dan Mommy juga tau penderitaan mu selama ini, Mommy akan menebus semua kesalahan Mommy
padamu"
Mereka kembali terisak dan kemudian Amel mengingat kecelakaan yang menimpa Bram, dan penderitaanya sampai - sampai Amel hampir saja terjerumus denga obat - obat terlarang
Amel kini perasaannya campur aduk dia merasa kalau akibat dari semua masalah karena ulahnya yang menyuruh Bram membelikan es krim diseberang jalan, dia merasakan sakit kepala yang amat sangat sakit, bahkan Amel kesadarannya mulai hilang
"Kak Bram.. Ma.. afkan aa..ku" Kini Amel tidak sadarkan diri dalam pelukan Fransiska
Fransiska merasakan tangan Amel terlepas dari tubuhnya dia langsung melepaskan pelukannya
Fransiska melihat anaknya tidak sadarkan diri "Sayang bangun, heii bangun sayang"
Amel tak kunjung sadar, Fransiska mulai panik dan memanggil pelayan yang ada diluar pintu yang sedang berjaga dan pelayan itupun masuk
"Panggilkan Tuan dan Lainnya cepat Nona Muda tidak sadarkan diri" Perintah Fransiska
"Baaik Nyonya" Kemudian Pelayan keluar
Pelayan Akhirnya sampai di ruang keluarga "Maaf tuan, Nona, Nyonya memanggil Tuan dan Nona" Pelayan dengan muka panik
"Ada Apa, kenapa wajah mu panik begitu" Ucap Jhonson
"Nona muda tidak sadarkan diri, dia pingsan"
Mereka segera berlari ke kamar dan langsung menghampiri Fransiska dan Amel di tempat tidur
"Sayang ada apa dengannya" Ucap Jhonson yang ikut panik dan Fransiska hanya menangis
Audry kini mengambil alih Amel kedalam pelukannya "Mel bangun sayang, ada apa denganmu" Ucap Audry yang sudah terisak melihat keadaan adiknya
Jhonson kemudian menggendong anaknya keluar dari kamarnya dan membawa Amel kedalam kamar Amel, Jhonson membawanya agar Fransiska bisa istirahat
.
.
.
.
.
#Tbc