Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 122


"Maaf tante," lirih Salsa saat Tari terus menatapnya setelah kepergian Azka.


"Kenapa minta maaf? Kamu punya salah sama tante?" Tari mengulum senyum.


"Maaf karena bohongin tante."


Bukannya marah, Tari malah mengelus rambut sebahu Salsa. Sudah lama wanita itu ingin mempunyai anak cewek, tapi tuhan malah berkendak lain, sekarang Tari sudah tidak bisa hamil setelah mengalami keguguran.


"Tante udah duga kalian dekat bukan cuma sekedar temenan. Selama ini Azka nggak pernah dekat sama perempuan selain Alana."


"Kenapa mau pacaran sama Azka? Dia anaknya temperamental dan emosional? Dia juga cemburuan dan posesif nak. Kamu nggak takut di sakiti sama Azka?" tanya Tari. Menceritakan keburukan sang putra, jangan sampai anaknya di cintai hanya karena Cover saja.


"Kalau boleh jujur Salsa takut tante." Salsa menunduk. "Tapi itu udah resiko Salsa karena mencintai orang seperti Azka."


Senyuman Tari lagi-lagi mengembang mendengar jawaban Salsa. Dapat dilihat gadis itu tulus mencintai putranya.


Jangan sampai kamu bertemu Mami dan duduk berdua aja. Mami aku Pengacara bentar lagi jadi Jaksa, diadili kejang-kejang kamu!


Salsa mengembungkan pipinya, dasar Azka. Dia sudah berkeringat dingin berada di dekat Tari karena takut apa yang di katakan Azka benar. Ternyata Tari sama saja dengan orang tua pada umumnya, berbicara tanpa menggunakan pasal-pasal.


"Tunggu si sini, Tante mau masak dulu, keburu Azka pulang."


"Salsa bantu tante," jawab Salsa mengekori Tari ke dapur untuk membuat makan siang.


Sepanjang acara memasak bersama, Tari sesekali bertanya pada Salsa dan di jawab oleh gadis itu dengan tepat walau sedikit gugup. Tari melirik pacar putranya yang sedang memotong-motong wortel juga kentang untuk membuat sup. Sangat telaten dan cekatan pertanda gadis itu terbiasa berada di dapur.


"Makasih ya udah mau bujukin Azka untuk kembali berobat," ujar Mami Tari tiba-tiba.


"Jangan berterimakasih tante, itu kemauan Azka sendiri, aku cuma bantu ngomong aja," jawab Sala menghentikan pekerjaannya kemudian menatap Mami Tari.


"Tapi dia berobat demi seseorang."


***


Mendapat telpon tiba-tiba saat menganti baju di kamarnya, membuat Azka mau tidak mau meninggalkan Salsa berdua dengan Maminya. Laki-laki itu kini berdiri di pinggir danau menunggu seseorang yang menlafonnya tadi.


"Sorry, gue telat," ujar Rayhan


Rayhan mengatur napasnya sebelum berbicara. "Ketua Elang ada di sekitar kita. Dia sama seperti kita."


"Maksud lo?"


"Dia juga anak SMA," jawab Rayhan. "Gue nyuruh lo kesini karena di markas ada mata-mata."


Azka mengangguk mengerti, setelah pertemuannya bersama Rayhan di dekat Danau, dia kembali ke apartemen untuk menemui kedua orang yang dia cintai.


Baru saja membuka pintu dia di suguhkan pemandangan yang menghangatkan hati. Mami dan pacarnya sedang berbincang sembari tertawa bersama.


"Dari mana kamu Azka?"


"Kan udah tadi Mi. Azka ada urusan bentar, kok nanya lagi," jawab Azka ikut duduk di meja makan.


"Kamu liat Nak, Azka nggak secuek yang kamu kira. Dia itu cuma jaim biar di kira Cool. Buktinya di cerewet." Mami Tari membongkar kebusukan Azka satu persatu.


"Mami udah, Azka lapar," tegur Azka.


Tari pamit pulang, setelah Azka makan. Sebenarnya dia ada pertemuan dengan klien tapi sengaja di undur karena tak ingin Salsa seorang diri di apartemen putranya.


"Antar Salsa pulang!"


"Iya nanti!"


"Sekarang Nak, nggak baik cewek sama cowok berada di satu ruangan tanpa pengawasan."


"Azka tau batasan Mi. Kalaupun khilaf pasti Azka langsung tanggung jawab. Nikahin Salsa hari ini juga."


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘


Maki hari lapak Azka makin SepišŸ¤¦ā€ā™€ļø, udah pada bosan ya kak🤭?