Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Marahnya Daffa


Setelah mereka makan siang, Amel mengajak Faiz untuk bertemu Ibu Ratna dan juga Ayah Sam. Tapi sebelumnya Amel ingin menemui Fita dulu di ruangannya.


Ceklek


"Fit"


Fita yang tengah fokus dengan beberapa dokumen akhirnya menghentikan kegiatannya "Ehh Mel lo udah selesai"


"Udah Fit.. Ini gue udah mau balik sekalian mau pamit karena besok gue sama PakSu udah mau balik ke Singapura"


"What??? Lo serius Mel" Ucap Fita membulatkan matanya


"Iya serius Fit, kerjaan suami gue nggak bisa ditinggal Fit. Kasian asistennya di sana kalau harus ngerjain semua"


"Yah padahal gue udah seneng banget ada lo disini jagain Cafe sama Klinik"


Faiz yang baru saja masuk keruangan ikut menimpali "Dia lebih butuh saya Fita".


"Eehh ada Masnya Amel toh.. Ii..iya Mas nggak apa - apa bawa aja istrinya"


"Apaan sih lo Fit lo kira gue barang" Ucap Amel jengkel


"Oh iya Masnya Amel, tau nggak kalau istri Mas selama ninggalin Mas si Amel suka nangis rinduin suaminya tapi egonya tinggi banget mau temui suaminya, tapi untung aja anda cepat menemukan istrinya kalau nggak udah tak lempar ke laut" Ucap Fita tertawa terbahak - bahak


Faiz terkekeh "Terus Fit?"


Wajah Amel sudah seperti kepiting rebus akibat ulah sahabatnya "Masss"


"Yah gitu deh Mas, tiap malam selalu bilang Fit aku rindu aroma tubuh suamiku apalagi dada nya pengen cium"


"Fit berhenti nggak atau gue pecat lo" Amel sudah sangat malu akibat sahabat laknatnya itu


Sedangkan Fita dan Faiz sudah tertawa terbahak - bahak. Kemudian Faiz menarik Amel dan memeluknya


"Jangan malu sayang, kau kira aku nggak tersiksa kayak kamu, mungkin aku lebih tersiksa sayang" Ucap Faiz mencium pucuk kepala Amel


"Hadeuhh Bisa nggak sih kalian bermesraan di depan gue.. Mata gue ternodai"


Faiz dan Amel melepaskan pelukannya "Apaan sih lo ganggu aja, makanya nikah" Ucap Amel


"Idih giliran udah baik sama suami lo ceramahin gue, kemana aja lo selama ini Mel"


"Di dunia lain" Ucap Amel ketus


"Oh iya Mel kan lo udah mau balik ke asal lo, jadi gimana dong rencana ngebuka toko kue?"Ucap Fita


"Kalau lo mau kita bisa bikin kok tapi lo yang hendle langsung" Ucap Amel


"Idihh.. Ogah ah itu namanya gue cari pusing mana gue harus kembali ngehandle sendiri tuh cafe dan clinik yang udah beranak cucu sendiri" Ucap Fita


"Nanti saya suruh orang kepercayaan saya buat bantu kamu"Sambung Faiz


"Eeh nggak usah Mas, udah biasa kok di repotin sama istri Mas"


"Nggak repot kok, biar kamu juga nggak keteteran disini, nanti istri saya juga akan mantau dari sana kok"


"Yah udah kalau maksa, makasih yahh Mas. Kalau begitu aku pamit kebawah liat cafe dulu" Jawab Fita kemudian pergi kelantai bawah.


Amel kembali memeluk Faiz "Makasih yah Mas, udah mau bantu"


Faiz membalas pelukannya "Sama - sama sayang"


Mereka melepaskan pelukannya "Yuk kerumah ibu" ajaknya Amel


"Tunggu sayang, di ruangan kamu ada tempat istirahat nggak?"


Amel menaikkan alisnya "Kenapa emang Mas"


"Nanya aja sih yang"


"Ada Mas, lengkap dengan tempat tidur malah"


"Good, ayo sayang" Ucap Faiz menarik Amel keruangannya


"Loh mau kemana Mas, kita mau kerumah ibu"


"Ada yang lebih penting daripada kerumah ibu"


Faiz berbisik ke Amel "Memakan mu dulu" jawab Faiz kemudian menarik Amel ke kamar yang ada diruangan Amel


Dan terjadilah gempa bumi lokal dikamar itu. Faiz dan Amel merengkuh kenikmatan bersama hanya ada ******* yang ada dalam kamar.


Setelah hampir dua jam melakukan kegiatan panas, Faiz akhirnya tumbang di atas Amel yang masih dalam penyatuan.


"Makasih sayang, ini luar biasa I Love You" Faiz kemudian mencium kening Amel


"Iya Mas sama -sama, sekarang kamu turun deh tubuh mu berat banget dan itumu lepasin juga sesak tau".


Faiz kemudian memindahkan tubuhnya di samping Amel tanpa melepas penyatuannya


"Gini aja dulu sayang, aku capek kita istirahat sebentar lepas itu baru kerumah ibu"


"Hmm.. tapi boleh lepas nggak yang di bawah"


"Nggak usah di lepas ini enak sayang"


"kalau dia bangun pasti minta lagi Mas, aku capek tau"


"Nggak sayang, aku janji" Faiz kemudian memeluk erat tubuh istrinya


"Hmm serah Mas deh" Kebiasaan Amel ketika tidur bersama suaminya, menenggelamkan wajahnya dan menghirup aroma tubuh suaminya sesekali mengelus bulu halus pada dada Faiz


Dan setelah satu jam mereka terlelap akhirnya Faiz dan Amel betul - betul berangkat ke rumah ibu Ratna dan Ayah Sam.


Amel terus saja mengerucutkan bibirnya pasalnya dia waktu sudah menunjukkan sore hari, mereka terlambat ke rumah Ibu dan ayahnya dan Amel terus menyalahkan Faiz


"Jangan cemberut gitu, ini udah jalan ke rumah ibu" Ucap Faiz sambil menyetir mobil


"Habisnya kamu nyebelin banget, kan aku bilang perginya siang ini udah mau magrib Mas" Jawab Amel sambil menyilangkan tangannya di atas dadanya


"Ya Maaf namanya juga pengen"


"Tapi liat tempat juga Mas, kan bisa kamu lakuin nanti malam emang nggak puas kamu tiga hari kamu gempur aku terus"


"Ih kok nyalahin aku sih sayang, kamu juga kan nikmatin permainan aku, kamu bilang ohh Mas yahh begitu.. Faster Mas ini enak sekali"


Wajah Amel sudah seperti kepiting rebus akibat ulah suaminya, langsung saja mencubit lengan suaminya "Apaan sih Mas, awas kamu yah Mas aku nggak bakalan kasih jatah sampai seminggu"


Faiz tertawa mendengar Amel "Ohh tidak bisa sayang, hukuman mu belum selesai sampai di singapura liat saja apa yang akan aku lakukan padamu"


Amel menelan ludahnya kasar "Malas"


"Aku akan bikin kamu menjerit kenikmatan" Ucap Faiz


Akhirnya mereka sampai juga di kediaman Ayah Sam, Amel kemudian berlari masuk kedalam rumah itu.


"Ayah.. Ibu... yuhu Amel pulang" Teriak Amel langsung menuju ruang tengah


"Eehh Putri ibu datang, sini peluk dulu" Ucap Ratna merentangkan kedua tangannya dan Amel langsung menghambur kepelukan Ratna


"Ingat pulang" Ucap Daffa


"Abang apaan sih, adik pulang bukannya di sambut ini malah di bilangin" Jawab Amel ketus


"Assalamualaikum" Ucap Faiz yang baru saja masuk


Daffa yang melihat Faiz langsung berdiri dan memberi pelajaran pada Faiz


Bughh


"Abang, Daffa" Ucap Serentak Amel, Ratna dan Sam"


"Brengsek... ngapain kau kesini, mau ngehancurin adik aku lagi" Ucap Daffa sambil memegang kerah baju Faiz


Amel langsung berlari melepaskan cengkraman daffa "Abang suamiku bisa terluka"


"Suami macam apa dia, menelantarkan istrinya"


"Maafkan aku, ini diluar kendali ku" Ucap Faiz


"Daffa.. biarkan Faiz duduk dulu dan dengarkan penjelasannya" Sambung Sam


Akhirnya mereka duduk dan Faiz menjelaskan semua kesalahpahaman ini.