
Kini Faiz dan Amel sudah berada di hotel, Amel kemudian keluar ke balkon hotel tersebut yang langsung tertuju ke Menara Eiffel.
Amel merentangkan kedua tangannya dan menghirup udara malam Paris. Faiz yang melihat istrinya itu ikut keluar ke balkon tersebut.
Faiz memeluk Amel dari belakang kemudian wajahnya ia letakkan pada bahu Amel.
"Sayang kamu suka"
"Sangat suka Mas, terima kasih yah Mas sudah mengajakku kesini"
"Hmm.. Kau tau sayang aku pernah berjanji pada diriku jika aku menikah nanti maka aku akan mengajak istriku ke Paris kota penuh cinta dan aku akan mengajaknya berbelanja hingga istriku puas"
"Kau tidak takut uangmu habis karenaku?"
Faiz terkekeh "Sayang uangku tidak akan habis bahkan jika kau memborong satu Mall?"
"Ish sombong kamu Mas"
"Sombong pada istriku nggak masalah, lagian kamu juga kan dari kalangan orang kaya, pasti kamu suka berbelanja"
Amel menggeleng "Aku tidak terlalu suka berbelanja Mas, karena aku pernah merasakan susahnya mencari uang"
"Emang kamu nggak minta uang sama Daddy kamu?"
"Daddy memberiku uang setiap bulan dari hasil perusahaannya di Indonesia tapi aku selalu menolak dulu aku begitu membencinya"
"Ayahmu, Bang Darren?"
"Aku malu meminta uang pada ayah, tapi Bang Darren lah yang memberiku modal usaha hingga akhirnya aku memiliki klinik kecantikan dan juga restoran di Indonesia"
Faiz membalikkan tubuh Amel hingga berhadapan dengannya dengan kedua tangannya ia lingkarkan pada pinggang Amel "Hmm, sepertinya aku harus berterima kasih pada Abangmu itu karena telah menjadikan istriku seperti ini?"
Amel mengalungkan tangannya pada leher Faiz "Tapi terkadang aku suka menjahili Abangku itu"
"Menjahili??"
Amel mengangguk "Aku suka mencuri uangnya dalam dompetnya"
"Jadi istri aku pencuri"
"Aku mencuri uang Abang ku sendiri"
"Aku mau deh uang ku juga di curi olehmu"
"Kalau kamu beda Mas"
"Beda bagaimana sayang"
"Yah kalau Mas aku akan langsung minta"
"Sayang, kamu udah balikin kartu kredit yang Daddymu berikan?"
"Kata Daddy semua anaknya walaupun sudah menikah tetap jadi tanggung jawabnya jadi aku berhak make kartu itu"
"Ya udah nggak apa - apa anggap aja kita hargai Daddy kamu"
"Iya Mas"
"Masuk yuk sayang"
"Tapi aku masih mau lihat keindahan kota Paris Mas"
Faiz mengendong Amel masuk "Kamu bisa liat sambil kita nanam kecebong sayang"
"Ihh kan, otak Mas mesum mulu"
"Kebutuhan sayang"
Faiz langsung menjatuhkan tubuh Amel ketempat tidur dan menindihnya tubuh sang istri . Setelah satu jam bermain didalam kenikmatan, Amel dan Faiz mencapai pada puncaknya, keduanya tersengal - sengal, Faiz melepaskan penyatuannya dan berbaring di samping Amel kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dan memeluk istrinya
***
Dan tiba - tiba saja customernya itu datang membawa kekasihnya dan mengadu pada kekasihnya
"Beb lihat ini" Ucap wanita itu sambil menunjuk gaun yang terpasang pada patung "masa baju yang aku minta nggak sesuai sih Beb"
"Mana pemilik butik ini aku mau bertemu dengannya"Ucap pria itu yang tidak lain adalah Dami
Sebelum pegawainya itu memanggil Hani, Hani sudah keluar duluan karena mendengar keributan di butiknya
"Ada apa Mey" Ucap Hani pada pegawainya
"Ini Nona Hani, Nona dan Tuan ini ingin menemui anda"
Hani menatap pasangan tersebut "Maaf ada anda ingin menemui saya"
"Ohh jadi kamu pemilik butik ini, pantas saja hasil kerjanya nggak becus bosnya aja penampilannya seperti ini"
"Maksud anda apa Nona?"
"Langsung saja saya sangat kecewa dengan butikmu ini, semua nggak sesuai dengan apa yang aku inginkan, mana jahitannya jelek banget"
Hani mulai kesal "Oh jadi anda Nona Jessica yang banyak menuntut para pegawaiku itu"
"Enak aja, emang pegawaimu itu nggak becus, buktinya iya nggak bisa buatin apa yang aku mau, butik macam apa ini"
"Bukan pegawaiku nggak becus tapi Nona lah yang membuat semuanya jadi kacau jika Nona tidak terlalu banyak menuntut mungkin semuanya akan baik - baik saja"
"Kau mengataiku pengacau"
"Maaf Nona karena Nona memang pengacau, dan liat ini" Hani menunjukkan beberapa desain "Desain ini adalah permintaan pertama anda tapi setelah gaunnya telah jadi Nona menginginkan dipasangkan ini itu dan ketika kami ikuti perintah Nona malah Nona menghina gaunnya jelek, apa Nona tidak salah padahal itu hasil permintaan anda sendiri"
"Beb liat dia, sombong sekali" Ucap Jessica yang mengadu pada kekasihnya Dami
"Hei Nona bukan kah pelanggan itu ada ratu, Seharusnya anda bisa melayani kami dengan baik"
"Maaf tuan jika kami lancang tapi kekasih anda itu sudah berlebihan"
"Berlebihan kau bilang, bahkan aku bisa saja membeli semua gaun yang ada disini bahkan butikmu juga aku bisa membelinya"
"Sombong sekali anda Tuan, pantas saja kekasih mu seperti itu ternyata kaupun sama"
"Kau mengataiku?"
"Pikirkan saja sendiri Tuan"
"Dasar gadis sombong, Sayang sebaiknya kita pindah butik saja masih banyak butik lebih baik dari ini, aku bisa membelikan mu lebih baik dari ini kalau perlu aku akan mencarikan mu desainer terkenal"
Jessica memeluk Dami "Oh Beb terima kasih, aku mencintaimu"
"Silahkan, dan saya harap anda tidak kembali lagi kebutik ini"
"Itu pasti bahkan aku tidak sudi melihat wanita sombong seperti mu, punya butik aja sombong" Ucap Dami meninggalkan Hani
"Dasar Kanebo" Ucap Hani
"Sabar Nona" Ucap Mey
"Mey baru kali ini aku dapat costumer gila begitu"
Mey tersenyum "Yah begitulah Nona, jadi kita apakan gaun ini"
"Kau taruh saja di belakang lagian baju itu juga nggak akan laku, dan aku sumpahin mereka sial seumur hidup"
Hani berjalan masuk keruangannya "Oh Amel kapan kau pulang Honeymoon aku butuh teman curhat"
Gumamnya Hani
#Tbc