Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 82


Memantau dari jauh itulah yang di lakukan ketua Avegas. Bersedekap dada sembari berdiri di teras tepat di lantai dua, memandangi dua gadis kesyangannya di depan kelas yang tak lain, sang pacar dan sahabatnya.


Walau wajah Azka terlihat datar, tak bisa di pungkiri hatinya sedang berbahagia melihat Salsa begitu bahagia hingga tertawa lepas bersama Alana.


"Cantik," gumam Azka.


"Di pantau terus ibu ketuanya jangan sampai hilang," sindir Keenan ikut berdiri memerhatikan.


"Kenapa nggak langsung di samperin?" Keenan sedikit berjongkok, menumpu tangannya di pembatas teras, ikut memperhatikan kedua gadis cantik itu.


"Jangan tatap dia!" tegur Azka.


"Aelah, siapa yang natap? Gue cuma liatin Alana doang, posesif banget."


"Wes, Pak Wakil dan pak Ketua lagi ngomongin apa nih?" Rayhan ikut berdiri, membuat Azka berada di tengah-tengah.


Sama halnya dengan Keenan, Rayhan mempertanyakan pasal Azka yang memantau dari jauh, padahal bisa saja laki-laki itu menemui Salsa dan duduk berdua. Tapi jawaban Azka sangat bijak dan patut untuk di contoh. Cara mencintai cowok cuek memang beda, resikonya harus mempunyai cewek sabar dan tidak baperan, contohnya Salsa. Kalau tidak, hubungan tidak akan berjalan dengan baik.


"Hidup dia bukan melulu tentang gue, dia punya kehidupan sendiri dan punya teman yang lain. Terus berada di dekatnya, membuat dia kehilangan waktu bersama yang lain." Azka terus menatap Salsa.


Entah apa yang kedua gadis cantik itu bicarakan hingga heboh sendiri, bahkan lompat-lompat di depan kelas.


"Ka, emang benar pak Alvi nikah sama Alana cuma kesepakatan doang? Om Kevin udah tau belum?" tanya Keenan setelah merasa lantai tempatnya berdiri sepi akan siswa lain.


"Hm."


"Tapi yang gue liat, Alana bahagia-bahagia aja tuh setelah nikah. Pak Alvi juga keliatan sayang sama Alana. Pas di mansion juga gitu."


"Yang gue takutin pak Alvi kena mental serumah sama Alana, tau sendiri gimana bar-barnya tuh anak, mana kalu tidur kayak gasing lagi," Rayhan mode julid.


Azka sama sekali tak mendengarkan ocehan Rayhan, fokusnye tertuju pada Alana, ekspresi gadis itu terlihat sangat panik juga ada noda darah di tangan. Tanpa menunggu waktu, Azka berlari menuruni satu persatu anak tangga dan menghampiri kedua gadis cantik itu.


"Sal hidung lo berdarah, banyak banget," panik Alana tanpa berfikir langsung mengusap darah di hidung Salsa.


Salsa ikut menyantuh hidungnya, benar saja terdapat banyak darah di sana, ia buru-buru mencari sapu tangannya.


Tubuhnya yang mulai oleng, penglihatan mulai menghitam dan.


Untung saja Azka datang tepat waktu, membuat tubuh Salsa tak terjatuh ke rumput, dengan sigap Azka mengendong tubuh tak berdaya Salsa menuju UKS, kepanikan terlihat jelas dari raut wajah Azka.


Usai di periksa oleh perawat yang bertugas, Azka mendudukkan diri di samping pembaringan, mengenggam tangan Salsa yang sangat dingin. Tanpa henti laki-laki itu mencium tangan Salsa.


"Ma ... Mama ...," lirih Salsa.


"Sykurlah lo udah sadar Sal." Azka membantu gadis itu duduk bersandar.


"Gue tadi kenapa?"


"Cuma pingsan."


Azka memberikan Salsa air minum terlebih dahulu.


"Lo nggak lagi ngelakuin hal aneh di belakang gue, kan Sal?" tanya Azka penuh selidik, perawat tadi mengatakan sepertinya Salsa tak meminum obat itulah mengapa penyakitnya kambuh.


"Hal aneh gimana Ka? Ya nggak lah."


"Belakangan ini lo nggak minum obat dari dokter Jesy kan?" selidik Azka, jangan lupakan tatapan tajam laki-laki itu.


"Maaf, gue nggak mau nyusahin orang terlalu lama," gumam Salsa menundukkan kepalanya.


Beberapa hari yang lalu, Salsa tak sengaja menemukan hasil pemeriksaanya di ruangan Mama Reni dan mengetahui separah apa penyakit yang ia derita. Tak ingin menyusahkan orang lagi, ia memutuskan tidak minum obat agar secepatnya bisa istirahat dengan tenang.


Dada Azka bergemuruh sangat hebat, dadanya terasa sesak bercampur rasa marah. Di saat ia tengah berjuang dan mencari pendonor ginjal, Salsa menyerah begitu saja.


"Lo kira semua yang lo lakuin ini nggak nyusahin hm? Berhentilah nyusahin orang karena pikiran pendek lo itu!"


Air mata Salsa tak bisa di bendung lagi mendengar kalimat menyakitkan keluar dari mulut Azka.


"Maaf karena nyusahin lo selama ini," ucap Salsa sesegukan.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak🥰