
Hay selamat malam readers tercinta author. Author hadir kali ini bukan ngasih boncap buat kalian, tapi mau bagi-bagi hadiah karena ada rezeki sedikitš„°.
Sebelumnya minta maaf karena tidak ada pengumuman gifeaway atau semacamnya tiba-tiba nongol bawa beberapa nama sebagai pemenangš
Keluarga besar AVEGAS mau bagi-bagi hadiah sama fans nya nih.
Penang Rangking umum jatuh kepada kak
- @Deasy Natalia
-@Baiq Faridah
Komentar Terbaik menurut keluarga AVEGAS jatuh kepada kak:
@Queena
@Alya Nayla
@Nena Anwar.
Itulah pemenang Gifeaway dari keluarga besar Avegas. Yang belum terpilih jangan berkecil hati, do'a in semoga author dapat rezeki lebih dan bagi-bagi di novel selanjutnya.
AKU BUKAN PENGGODA
Untuk pemenang, yang namanya ada di atas, kuy hubungin author lewat Dm dan sertakan Ss di salah satu sosial media.
Ig: Tantye005
Fb: Susanti tanti
Atau lewat akun Nt juga bisaš„°.
Hanya itu pengumuman dari Author, salam sayang dari keluarga besar Avegas.
Mis youā¤
***
Karena minimal katanya belum capai dan nggak bisa up, aku tambahin potongan bab novel Baru aja, sekalian promoš .
Judul novel: AKU BUKAN PENGGODA
Nama Pena: SUSANTI 31
Potongan konten menarik.
PERSELINGKUHAN DAN MENJADI SELINGKUHAN BUKANLAH HAL YANG PERLU DI BENARKAN. NAMUN APA YANG TERJADI JIKA RANIA MENJADI SELINGKUHAN TANPA DIA SADARI? APAKAH DIA PATUT DISALAHKAN?
Dewi menyenggol lengan Rania yang kini diam mematung memperhatikan sosok laki-laki perkasa berbadan tegap dengan wajah rupawan. Alis tebal juga bibir yang menggoda tengah memasuki Cafe bersama wanita cantik juga pria paruh baya.
Wanita cantik yang berada di samping laki-laki itu tak henti-hentinya tersenyum sembari mengamit mesra lengan kekar laki-laki di sampingnya.
Rania mengeleng, tanpa melepas pandagannya, jujur saja hatinya bagai disayat-sayat pisau berkarat hingga menimbulkan sakit yang luar biasa.
"Iya kita udah putus, itu istrinya kak Rangga. Cantik 'kan?"
Mata Dewi terbelalak mendengar pengakuan Rania yang terkesan santai. Semudah itu? Setelah menjalin hubungan selama setahun?
"Kamu di tinggal nikah gitu aja?"
"Bukan, aku yang jadi selingkuhan," gumam Rania semakin membuat Dewi shok.
Rania meraih menu di atas meja untuk di antarkan pada keluarga Rangga, bagaimanapun ia harus profesional berkerja.
Pergerakannya berhenti karena cekalan Dewi. "Kamu gila mau nyamperin Rangga?" kesal Dewi merebut daftar menu di tangan Rania. "Biar aku aja, kamu jadi kasir di sini!" titahnya.
Tak ingin berdebat, Rania menuruti apa kata Dewi, ia berdiri di meja kasir melayani beberapa pengunjung yang sudah selesai makan dan akan pergi.
Sesekali Ia melirik meja tempat Rangga duduk. Ia senyum miris melihat betapa manjanya Melisha pada Rangga.
"Nggak boleh, aku nggak boleh iri, mereka sepasang suami istri." Rania mengelengkan kepalanya, berusaha menampik hal-hal negatif dalam pikirannya.
"Terimakasih, selamat datang kembali." Sopan Rania menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat pada pelanggan.
Jika kita ramah pada pelanggan, maka mereka akan semakin sering datang karena nyaman. Itulah yang selalu Rania terapkan jika bekerja.
Saat kembali menatap ke meja Rangga, laki-laki itu juga menoleh kearahnya. Tatapan keduanya terkunci, hingga Rania terlebih dahulu memalingkan wajah sebelum bulir-bulir bening membasahi pipinya.
Sembari menunggu pengunjung lain, Rania menyibukkan diri dengan daftar menu di hadapannya tanpa menyadari laki-laki yang kini berdiri tepat di hadapannya.
"Rania," lirih Rangga sontak membuat Rania mendongak.
Wanita itu reflek berdiri. "Maaf kak, ada yang bisa di bantu?" ucap Rania pura-pura sibuk dengan layar monitor.
"Aku pengen bicara berdua!" ucap Rangga dingin.
"Mau bayar bil ya? Pesanan atas nama siapa?"
Rangga bergeming terus menatap Rania yang pura-pura sibuk. Hatinya sedikit mencelos mendapati Rania menghiraukan dirinya.
"Jika kakak cuma mau diam saja tolong menyingkir, di belakang kakak ada orang yang ingin membayar," usir Rania secara halus.
"Atas nama Melisha," jawab Rangga.
"Atas nama Melisha," gumam Rania sembari meneliti laporan pesanan yang masuk. " Kurang 23 rb 800 kak."
Rania menerima 8 lembar uang merah yang baru saja di keluarkan Rangga, dan mengembalikan sisinya. "Ada lagi?"
"Nggak!"
"Terimakasih, sampai jumpa kembali." Rania melakukan gerakan seperti tadi, tak lupa senyuman menyertai wajahnya.
Bukannya pergi, Rangga malah bergeming di tempatnya sembari mengepalkan tangan, ia tidak terima di hiraukan begitu saja oleh Rania. Bahkan untuk menatapnya, wanita itu seperti engang.
"Mas, masih lama ya? Udah di panggil sama ayah. Katanya kita langsung ke ibu kota aja, disini juga udah nggak ada urusan 'kan?" ucap Melisha yang tiba-tiba datang dan memeluk lengan Rangga.
"Maaf kak, silahkan menyingkir!" perintah Rania.
"Tanpa di suruh kita juga bakal pergi," ujar Melisha sedikit ketus menarik lengan Rangga agar pergi dari sana. Jangan mengira Melisha lupa wajah Rania. Wanita yang pernah ia temui di rumah suaminya.
****************