Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Masa Lalu Faiz dan Amel


Faiz kemudian menurunkan Amel kedalam Bathup kemudian mengisinya dengan air hangat


"Katanya berendam pake air hangat akan mengurangi rasa nyeri sayang"


"Kata siapa" Ucap Amel sambil melirik suaminya


"Kata mama"


"Mas nanya ke Mama???"


"Aku nggak nanya kok tapi Mama tau kalau kita melakukannya pertama kali pasti sakit, makanya dia memberi tahuku lebih dulu"


"Makasih yah Mas"


Dengan telaten Faiz memandikan istrinya, begitupun dengan dirinya iya ikut mandi bersama istrinya setelah mereka selesai dengan ritual mandinya


Faiz dengan sigap menggendong istrinya keluar kemudian membantu istrinya memakaikan pakaiannya bahkan mengeringkan rambut istrinya baru setelah itu iya baru mengenakan pakaiannya


"Mas sini" ucap Amel sambil menepuk sisi ranjang


Faiz kemudian duduk disebelah istrinya dan menatap istrinya "Ada apa sayang"


Cup


Amel mengecup bibir Faiz "Makasih untuk semuanya Mas"


Faiz begitu terkejut dengan tindakan Amel barusan "Sayang kamu?"


"Iya bonus buat Mas karena udah baik banget sama aku"


Faiz kemudian memeluk istrinya "Sudah kewajibanku sebagai seorang suami untuk memanjakan istriku"


"Tapi ini berlebihan Mas"


"Selagi aku masih bisa apapun akan kulakukan untukmu"


Amel melepaskan pelukan Faiz "Mas aku lapar"


"Sebentar lagi petugas hotel akan membawakan kita makanan"


"Baiklah tapi kapan kita akan pulang?"


"Sorean yahh sayang kita pulang kerumah Mommy dan Daddy besoknya kita terbang bulan madu"


"Iya Mas, aku ikut kamu aja"


Sore harinya mereka pulang kerumah orangtua Amel sesuai janji Faiz


"Assalamualaikum" Ucap Amel


"Waalaikumsalam Anak Mommy udah pulang"


Faiz dan juga Amel bergantian mencium tangan Fransiska


Nabila yang kebetulan berada dirumah orangtuanya ikut menyambut kedatangan pengantin baru itu


"Ohh Kakakku sayang, aku merindukanmu" Ucap Amel sambil memeluk Nabila


Nabila membalas pelukan adiknya itu "Rindu kok tapi jarang kerumah"


James kemudian menarik dres yang dikenakan Amel "Onty Mel, ndong"


Amel tersenyum kemudian menggendong James "Ohh Ponakan gembul onty" Amel terus mencium pipi gembul james


"Masuk yuk" Ucap Fransiska


"Daddy mana Mom" Sambung Faiz


"Ada di ruang kerja sama David"


"Kalau kak Audry" lanjut Amel


"Dikamar, sepertinya lagi nggak enak badan dari semalam"


"Kok nggak ke didokter Mom"


"Kamu tau sendirikan kakakmu bagaimana"


"Ya sudah, Mas aku temui kak Audry yah"


"Iya sayang sekalian aku juga mau ketemu Daddy diruang kerjanya dulu" Ucap Faiz


"Mama dan Kak Nabila siapin makan malam yah sayang" Ucap Fransiska sedangkan James tengah bermain bersama pengasuhnya


***


Amel membuka pintu kamar Audry, dan melihat Audry tengah meringkuk di atas tempat tidurnya


"Kak Audry"


Audry membuka perlahan matanya dan bangun "Eeh pengantin baru udah pulang"


"Apaan sih kak"


Audry terkekeh "Ngapain kekamar kakak"


"Katanya Kakak nggak enak badan makanya aku tengokin kakak"


"Cuman kecapean doang Mel"


"Maafin Amel yah kak, gara - gara Amel kakak harus kerja sendiri"


"Nggak kok sayang, lagian ada Wina yang gantiin kamu, Daddy juga bantu kok"


"Kak aku boleh nanya nggak?"


"Hmm, nggak enak nih perasaan Kakak"


"Ih seriusan tau Kak"


"Ya udah apa"


"Kakak sama Abang tuh gimana?"


"Gimana apanya Mel, kan kita sama sepupuan kan"


"Kakak nggak cinta sama Abang?"


Audry membulatkan matanya "Apaan sih kamu Mel, kalau ngomong sembarangan"


"Kak Amel tau loh kalau Abang tuh cinta banget sama Kakak, Abang juga suka cerita sama Amel"


"Nggak mungkin Mel, lagian kita juga masih ada hubungan darah sama Mas Ailen"


"Kak, Abang itu kesiksa banget tau nggak, kayaknya hatinya itu mentok ke Kakak deh, aku kadang kasian sama Abang selalu saja di jodohin sama Ayah sama Ibu kalau memang Kakak nggak suka sama Abang setidaknya Kakak jangan gantungin perasaan Abang"


"Mel mau bagaimanapun aku sama Mas Ailen itu nggak bisa bersatu kita masih seperti saudara"


"Kakak jujur sama Amel, Kakak cinta sama Abang atau nggak"


"Iya atau nggak Kak"


"Nggak" Jawab Audry singkat


"Bohong"


"Kakak nggak bohong Mel"


"Ya sudahlah terserah Kakak aja, aku cuman mau bilang aja kalau emang kalian saling mencintai berjuang dong masa gitu aja nyerah"


"Idih, Adik kakak udah pintar"


"Bukan pintar tapi aku kasian aja sama Abang, selama aku tinggal sama Abang yang di pikiran Abang tuh cuman Kak Audry, coba deh Kakak buka tuh dompet Abang"


"Emang isinya apa?"


"Buka aja nanti, kakak pasti kaget liatnya"


"Ngapain kamu buka - buka dompet orang?"


"Yah ambil uang buat makanlah" Ucap Amel sambil tertawa "Sudah Ah aku mau keluar dulu, Kakak istirahat gih"


"Kebiasaan lama suka ngambil uang orang"


Amel kemudian meninggalkan kamar Audry dan Audry kembali merebahkan tubuhnya sambil memikirkan perkataan Amel barusan


Amel masuk kekamarnya dan menemukan suaminya tengah duduk di sofanya "Mas udah ketemu Daddy"


Faiz menarik istrinya duduk kepangkuannya dan mencium leher istrinya "Miss You"


"Ih apaan sih Mas baru ditinggal bentar doang udah kangen"


"Bagaimana nggak kangen coba orang istriku cantik banget"


"Tapi nggak pake ngendus- ngendus leher aku juga Mas, geli tau"


"Abisnya aku suka aroma tubuh istriku"


"Ihh aku bau keringat"


"Justru bau keringatmu yang aku sangat - sangat suka"


"Dasar Aneh"


"Sayang apa disini benihku udah tumbuh yah" Ucap Faiz sambil mengusap perut Amel


"Apaan sih Mas baru juga sekali kita lakuin itupun baru semalam mana bisa langsung jadi"


"Ya udah kalau begitu, Ayo kita lakuin lagi biar aku semprot tuh benihku yang banyak dalam rahim kamu" Jawab Faiz yang juga meremas gundukan kembar Amel


"Itu sih namanya modus Mas"


"Mau yah sayang?"


"Nggak mau Mas, aku capek bentar lagi magrib, Mas bersih - bersih dulu biar aku siapin bajunya terus kita jamaah bareng"


"Bentar aja sayang"


"Aku mau bantu Mommy dan Kak Nabila masak Mas"


"Kalau gitu cium dulu"


Cup


Amel pun mencium bibir Faiz sekilas "Kurang lama sayang"


Cup


Faiz kemudian ******* bibir Amel dan menahan tengkuk Amel, mereka terus mengecap sambil bertukar saliva hingga akhirnya Amel kehabisan nafas


dan memukul dada Faiz


"Mas mau membunuhku"


"Yah makanya nafas sayang"


"Udah ahh, kalau gini terus bisa - bisa nggak jadi bantu Mommy, cepettan mandi Mas"


"Iya sayang"


Faiz kemudian masuk kedalam kamar mandi dan Amel menyiapkan baju untuk Faiz dan setelah itu Amel turun membantu Mommy dan juga Kakaknya


Setelah makan malam bersama, mereka sempatkan untuk berkumpul di ruang keluarga kecuali Audry yang masih kurang fit, Nabila setelah makan malam kembali pulang kerumahnya


Tidak lama Amel juga masuk kekamarnya, jadi tinggal Jhonson, Fransiska, dan Faiz


"Faiz kalian rencana bulan madu kemana?" Ucap Jhonson


"Eropa Dad, tapi sebenarnya Amel maunya ke Indonesia katanya mau ke kota Lombok"


"Ya kalau mau Amel kesana kalian kesana aja" Sambung Fransiska


"Faiz trauma ke Indonesia Dad, Mom semasa kecil Faiz hampir lenyapin nyawa orang"


"Maksud kamu?"


"Faiz dulu tidak sengaja mendorong perempuan kecil yang ingin nyelamatin temannya di sekolah, saat itu terjadi perkelahian antara aku dan teman laki - lakinya kemudian anak perempuan itu tidak sengaja aku dorong dan dia terjatuh dari tangga, aku melihat dirinya penuh darah sampai akhirnya aku mengurung diriku dikamar berbulan - bulan karena takut, papa akhirnya memutuskan pindah ke singapura bersama aku dan adikku dan bisnis disana kak Farhan yang mengelolanya"


Fransiska begitu kaget mendengar masa lalu Faiz "Kok kejadiannya sama seperti Amel sih Dad"


"Maksud Mommy apa" Jawab Faiz


"Amel pernah ngalamin kejadian itu, dia sempat dilarikan ke rumah sakit dia mau melindungi temannya tapi malah dia yang jatuh dari tangga sekolah"


"Mom kalau boleh tau Amel dulu sekolahnya dimana"


"Nusa Bangsa"


"Mom jangan anak perempuan yang Faiz dorong itu Amel, Faiz juga sekolah disana"


"Yah kamu benar Amel adalah korbanmu" Jawab Jhonson


Faiz begitu frustasi dan menutup wajahnya menahan kesedihannya "Maafkan aku Mom, Dad aku nggak sengaja, waktu itu papa aku udah usaha nyari kalian untuk meminta maaf tapi hasilnya nihil"


"Karena kami juga pindah ke Singapura"


"Kalian boleh menghukum ku tapi tolong jangan pisahkan aku dengan Amel"


Jhonson menghembuskan nafas nya "Naiklah kekamarmu minta maaf pada istrimu"


"Tapi Dad"


"Daddy tidak menyalahkanmu itu semua murni kecelakaan sekarang naiklah kekamarmu"


"Terima kasih Dad"


#Tbc