
Jam istirahat tiba beberapa menit yang lalu. Azka dan Salsa berjalan beriringan menuju kantin untuk makan siang bersama. Di kantin sudah ada inti Avegas lainnya duduk di meja kekuasaan mereka.
"Siang kak Salsa," sapa Ara riang duduk di samping Samuel.
"Di balas nggak nih?" canda Salsa hendak duduk di samping Ara tetapi Azka lebih dulu menariknya agar duduk berdampingan.
"Kalian udah makan? Gue bawa bekal banyak." Salsa meletakkan paper bag yang berisi kotak makan lumayan besar, ia sengaja menyiapkannya subuh tadi.
"Wih makanan ngratis!" heboh Ricky.
Azka memukul tangan Rayhan dan Ricky yang akan meraih paper bag itu. Apapun yang berhubungan dengan Salsa adalah miliknya termasuk makanan yang dibawa gadis itu.
"Punya gue enak aja," ucap Azka dengan wajah datarnya.
"Aelah, lo nggak dengar ibu ketua ngomong apa tadi? Buat kalian!" Tekan Dito pada kalimat Buat kalian untuk memperjelas bahwa itu bukan milik Azka. Kapan lagi mereka dapat makanan gratis dari tangan ibu ketuanya. Terlebih masakan Salsa sangat enak, sayangnya gadis itu punya pawang yang sangat posestif, jadilah mereka tidak pernah menikmatinya lagi.
Terakhir mereka menikmati masakan Salsa, saat mereka main kerumah gadis itu dan kebetulan ada Mama Reni hingga Azka tidak bisa berbuat seenaknya.
"Salsa pacar siapa?" tanya Azka masih memegang paper bag itu agar siapapun tidak bisa menyentuhnya.
"Pacar lo, pakai nanya lagi," jawab Rayhan dengan nada ketus, perutnya sudah keroncongan.
"Nah itu lo tau, artinya ini milik gue!" tegas Azka membuat Rayhan, Ricky dan Dito mengangga tak percaya. Sementara Salsa, Ara dan Keenan mulai tertawa melihat tingkah Azka.
"Azka itu makanannya banyak banget, nggak bakal habis kalau di makan sendiri," lerai Salsa.
"Buat makan malam nggak bakal basi," jawab Azka yang tetap pada pendiriannya, ia tidak rela masakan Salsa di nikmati banyak orang mau itu temannya sendiri. Salsa pacarnya, dia buka pembantu yang bisa membuat makanan untuk semua orang.
Tanpa mengatakan apapun, Azka merongoh saku celananya kemudian mengeluarkan dompet. Azka memberikan dompet itu pada Salsa. Padahal gadis itu sedari tadi mengahlikan perhatiannya, tak ingin melihat isi dompet Azka. Aneh saja menurut Salsa kalau ia mengetahui isi dompet laki-laki itu.
"Salsa ambil!" perintah Azka.
"Nggak itu dompet kamu, aku nggak mau!" tolak Salsa.
"Aelah bu ketu, ambil aja mumpung pak ketua baik hati itu!" perintah Ricky yang cinta akan gratisan.
"Ambil Sal, jarang-jarang dia baik gitu!" Kali ini Keenan angkat bicara.
Dengan tak enak hati Salsa mengambil dompet di tangan Azka, dari desainnya saja sudah di pastikan dompet itu limited edition. Salsa tidak bisa membayangkan bagaimana isinya.
"Tangan aku sakit, beri aja sesuai keinginan kamu!"
Salsa kebingungan tidak tahu harus memberikan berapa lemar uang merah di dompet Azka.
"Lima lembar aja bu ketu, cukup!" Rayhan menegadahkan tangannya.
Dengan ragu Salsa mengeluarkan uang lima lembar di dompet Azka kemudian menyerahkan pada Rayhan, setelah itu mengembalikan dompet itu pada pemiliknya. Jantung Salsa ketar-ketir melihat isi dompet pacarnya, dua kartu black card dan beberapa kartu ATM lainnya, belum lagi uang cash lumayan banyak.
"Pegang aja!" perintah Azka.
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘