Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Pulang


Faiz membuka pintu apartemennya, ia masuk dengan tidak bersemangat, ternyata diruang tamu sudah ada Mama dan Papanya


"Dari mana Nak" Ucap Aneth


"Mama dan Papa ngapain kesini"


"Orang tua nanya itu di jawab, bukan balik nanya"


"Sebaiknya kalian pulang saja, aku sangat lelah"


"Ada apa lagi denganmu Iz, kamu udah beri tahu Amel kan soal Anita"


"Ma biarkan anakmu duduk dulu" Ucap Abraham


"Yah udah sini duduk Iz, Mama dan Papa mau bicara denganmu"Kemudian Faiz berjalan menuju orang tuanya kemudian duduk disebelah Mamanya


"Amel udah tau Ma, Faiz tadi berikan bukti-bukti kebohongan Anita"


"Terus apa yang buat kau lesu begitu"


"Amel tetap tidak ingin kembali pada Faiz, Amel mengakhiri hubungan kami"


"Loh kenapa sayang"


"Amel udah nggak mencintai Faiz lagi" Faiz tertunduk mencoba menahan air matanya


"Papa akan bicara pada Tuan Jhonson" Ucap Abraham


"Nggak usah Pa, Amel pasti akan tambah marah pada Faiz, mungkin memang Faiz nggak jodoh sama Amel, dan mungkin saja Amel sudah menyukai pria lain"


"Apa - apaan kamu katanya cinta banget sama Amel baru gitu aja udah nyerah, Kalau cinta tuh diperjuangin bukan malah di ikhlasin" Aneth dibuat jengkel oleh Faiz "liat tuh muka kamu udah nggak ke urus kumis udah lebat banget lagi, mama liat juga kamu kurusan Iz"


"Ma jangan gitu sama anakmu" Abraham kemudian melanjutkan ceritanya "Jadi sekarang kamu harus bagaimana?"


"Mungkin Faiz akan pindah ke Malaysia, Faiz mau ngurus perusahaan yang disana saja, tapi Faiz akan tetap mencintai Amel walaupun Faiz tidak bisa memilikinya"


"Emang bisa??"


"Entah lah Ma, untuk sekarang hati Faiz sakit banget Ma, bahkan nafas aja susah"


"Atau Papa nikahin kamu aja sama anak rekan bisnis papa, mungkin nanti kamu bisa lupain Amel"


"Papa apa - apain sih, Faiz kan udah bilang cuma cinta sama Amel, lagian Mama juga maunya Amel yang jadi mantu Mama" Ucap Aneth


"Nggak Pa, Faiz nggak mau"


"Ampun deh, Cinta tapi nggak mau berjuang, dasar lembek"Ucap Aneth


"Bukannya Faiz lembek Ma tapi Faiz tidak ingin memaksa Amel mencintai Faiz"


"Terserah kau saja Papa dan Mama mau pulang, urus tuh dirimu"


Faiz hanya mengangguk kemudian Abraham dan Aneth pergi dari apartemen Faiz


Faiz berjalan ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tidak lama Faizpun terlelap tanpa mengganti pakaian yang melekat pada tubuhnya


Keesokan harinya Amel terbangun, dan merasa sedikit baikan, Amel mulai mengerjap kan matanya dan merasakan ada sesuatu di tangannya


"Loh kok aku bisa di Infus sih, lah kok kak Audry mana"


"Dah bangun kamu" Ucap Audry yang baru keluar dari kamar mandi dan sudah berganti pakaian


"Kakak kok udah rapi dan ini ngapain Amel di infus gini"


"Kakak udah bisa pulang hari ini, kamu aja yang lambat-lambatin kakak keluar dan masalah kamu di infus kemarin kamu sempat drop"


"Drop dari mana orang Amel cuman capek dikit"


"Capek dari mana, kamu nggak sadar udah tidur lebih dari 24 Jam udah kayak orang mati aja"


Amel hanya cengengesan mendengar kakaknya "Yah udah kak panggilin suster gih, Infusnya mau Amel lepas aja"


"Emang udah baikan"


"Iyalah, Kakak pikir Amel ini lemah"


"Iya kamu lemah"


"Ihh cepetan Amel rindu rumah tau kak pengen baring di kamar Amel"


"Yang lain mana kak?" Amel mencari Fransiska


"Mommy lagi ngurus administrasi, Daddy masih dijalan menuju kesini, Kak Nabila dan Hani dirumah nungguin"


"Nggak sekalian Abang Darren kak"


"Mana kakak tau tuh Mas Ailen kemana" Audry dibuat jengkel karena Amel menyebut Darren


"Ihh kok ketus banget sih jawabnya kak"


Infus Amel sudah dilepas, Jhonson dan Fransiska pun sudah ada. Mereka segera pulang menuju rumah mereka


Setibanya di halaman rumah mereka langsung disambut oleh Nabila dan Hani sambil menggendong James


Amel berlari ke arah James dan mencium bayi gembul itu


"Ih kamu jangan cium- cium gitu baru balik dirumah sakit juga" Ucap Hani sambil menggendong James


"Nih ponakanku bukan ponakanmu jadi terserah akulah"


"Ampun deh, kembali lagi tuh sifat jengkelin nya"


"Yuk masuk dulu, aku dan Hani udah siapin makan" Ucap Nabila


Kemudian mereka masuk, setelah mereka makan, masing - masing masuk kekamarnya dan Nabila juga sudah pamit pulang


Hani dan Amel masuk kedalam kamar, Amel merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya "Nyamannya bisa bobo disini lagi"


"Mel, aku mau ngomong"


"Ngomong aja, disini nggak pake surat izin kok"


"Mel kamu beneran mau akhiri hubungan mu dengan Faiz"


Amel kemudian bangun kemudian duduk disebelah Hani "Aku udah bicarakan sama Faiz kemarin"


"Tapi Mel kamu nggak kasian sama Faiz dia udah bela-belain cari bukti kalau dia tidak bersalah, giliran udah ada buktinya malah kamu nggak mau balikan ama dia"


"Aku hanya melindungi keluargaku saja Han, jika aku terus berhubungan dengan Faiz maka Cyntia tidak akan segan - segan menyakiti keluargaku cukup kemarin aja Cyntia nekat nabrak aku tapi malah Kak Audry yang celaka"


"Kamu nggak bisa apa bicara sama Faiz atau Uncle Jhonson kalau kamu tuh di ancam"


Amel menggeleng "Nggak Han, aku udah banyak repotin keluargaku sekarang giliran aku yang berkorban demi mereka"


"Tapi Faiz"


"Faiz akan mendapat seseorang yang lebih baik dari aku, seiring berjalan nya waktu Faiz akan mendapatkan wanita yang lebih pantas"


"Kamu masih mencintai Faiz kan"


"Kalau masalah Cinta itu pasti, Tapi kan cinta juga nggak harus memiliki"


"Ya Ampun Mel, aku harap keputusan mu tidak akan menyakitimu suatu hari nanti"


Amel tersenyum "Nggak usah di bahas itu lagi yah, takutnya nanti ada yang denger cukup kita aja yang tau"


Tapi dibalik percakapan mereka Jhonson mendengar semuanya. Jhonson hendak menemui anaknya tapi terhenti karena mendengar percakapan Hani dan Amel


"Daddy akan pastikan Cyntia akan menyesal telah menyakiti mu sayang" Gumam Jhonson kemudian kembali turun keruang kerjanya


Abraham kini berada di kantornya menggantikan Faiz, karena beberapa hari ini Faiz tidak bersemangat kekantor bahkan beberapa pekerjaan terbengkalai


Dami juga kalang kabut karena ulah Faiz bahkan harus menggantikan Faiz keluar kota


"Uncle kapan sih si Faiz balik, Dami kewalahan ngurus semuanya"


"Sabar Dam, kau tau Faiz sekarang lagi kena virus cinta"


"Tapi imbasnya ke Dami Uncle"


"Hahah.. Nggak apa - apa Dam, Uncle akan bantu kamu nanti juga kalau kamu mencintai seseorang akan seperti Faiz" Ucap Abraham


"Wanita memang selalu menyusahkan" Ucap Dami


#Tbc