
Akhirnya Amel dan Nabila tiba dirumahnya, Nabila mempersilahka Amel masuk dan disambut oleh Edrick dan James
"Honey kau sudah pulang" sambil memeluk istrinya kemudian Edrick melihat kearah Amel dan melepaskan pelukannya dari nabila "Mel akhirnya mau pulang kerumah kakak" Edrick memeluk Adik Iparnya itu
"Iya kak, makasih yah udah mau terima Amel dirumah ini"
"Jangan sungkan sayang, pintu rumah ini terbuka lebar untuk mu kapan pun kau mau tinggal disni, Oh iya Mel ini anak kakak namanya james" Ucap Nabila
"Hallo james ini Aunthy Mel, James besok main sama Anthy yah" Ucap Amel dibalas dengan tawa James
"Yah sudah kakak antar kamu kekamarmu lepas itu kita makan"
" Iya kak"
2 Hari Kemudian
Kemarin Amel hanya duduk dirumah saja karena Hani mengunjunginya disana, Amel seharian bermain dengan James tapi hari ini Amel sudah ada janji untuk bertemu teman SMAnya dulu
Tapi di tempat lain Faiz masih uring - uringan karena 2 Hari ini dia sengaja menahan dirinya untuk tidak bertemu dengan Amel, Dami masuk keruangan Faiz, Dami ingin mengajak Faiz makan diluar
"Bos, kau ini kenapa, tubuhmu ada disini tapi fikiran mu entah kenapa?"
"Aku tidak apa"
"Kalau kau merindukannya kau temui dia sebelum dia pergi"
"Dia tidak ingin menemui ku Dam"
"Coba dulu" Dami terus memberi saran kepada Faiz "Ayo kita makan diluar sekarang, aku sangat lapar" Faiz mengangguk kemudian mereka keluar bersama untuk makan siang
Direstoran
Amel akhirnya tiba disebuah restoran untuk menemui temannya itu bersama Hani
"Apa kabar mu Vin" Amel dan Hani kemudian duduk berhadapan dengan Kevin teman SMAnya itu
"Aku baik Mel, kau makin cantik saja Mel??" ucap Kevin
"Jadi menurutmu hanya Amel saja yang cantik, aku tidak Vin" Hani merasa jengkel pasalnya Kevin hanya memuji Amel
Kevin dan Amel tertawa melihat tingkah Hani
"Kau lebih cantik Han, Cepat pesan makan aku sudah lapar"
Sambil menunggu pesanan mereka, Sesekali mereka mengingat masa sekolah nya dan mereka saling tertawa
Tapi siapa sangka ternyata dari kejauhan ada seorang lelaki yang melihat interaksi nya, Faiz mengeraskan rahangnya dia menahan emosinya tapi semakin Faiz melihat interaksi mereka semakin terbakar api cemburu
Faiz sudah tidak bisa menahan kekesalannya akhirnya Faiz berdiri menuju kearah mereka
"Kau makanlah sendiri Dam aku ada urusan" Faiz buru - buru pergi menemui Amel
"Kau ikut denganku" ucap Faiz dan Amel terlonjak kaget tiba-tiba ada yang menarik tangannya
"Heyy kau ini kenapa, Siapa kau ngatur - ngatur hidupku" Ucap Amel Emosi
"Ikut aku bilang" Faiz kembali menarik tangan Amel "Han kau bisakan pulang sendiri nanti aku yang akan mengantar Amel pulang" Hanipun mengangguk tanda setuju
"Aku bagaimana" Ucap Dami
"Kau bisa makan bersama mereka saja" Faiz menjawab sambil menarik Amel
"Lepas nggak" Ucap Amel sambil berusaha melepaskan pegangan Faiz
"Nggak, ikut aku" Amel sudah tidak bisa berbuat apa - apa karena pegangan Faiz sangat kuat
Akhirnya mereka sudah berada dalam mobil, Faiz melajukan mobilnya entah kenapa Faiz membawa Amel
Dalam perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka Amel hanya menatap keluar jendela dan sesekali Faiz memandang Amel
"Kau marah" Akhirnya Faiz membuka suara
"Hmm" Hanya deheman yang dibalas Amel
"Bicaralah, jangan membuatku seperti ini"
"Kau ini kenapa, kau tiba - tiba menarikku untuk pergi, siapa kau mengaturku, kau selalu saja membuatku kesal" Emosi Amel memuncak
"Aku hanya ingin berbicara berdua denganmu"
"Tapi tidak begini caranya, kau tau aku sedang bertemu teman lamaku, dan aku sudah memesan makanan aku lapar" Ucap Amel masih menggebu - gebu
"Ya sudah Maaf, kalau begitu kita cari tempat makan aku juga belum sempat makan" Ucap Faiz sambil tersenyum kearah Amel
Akhirnya mereka sampai ditempat makan, Amel dan Faiz segera memesan makanan sambil menunggu makanan datang akhirny Faiz membuka suara
"Mel soal tadi aku minta maaf"
"Iya" dibalas singkat oleh Amel
"Mel kamu jadi pulang ke Indonesia"
"Iya 2 hari lagi"
"Mel aku ingin mengembalikan lahan itu kepadamu" Faiz mencoba menahan Amel
"Tidak usah, aku tidak membutuhkannya dan keputusanku sudah bulat"
lagi-lagi Faiz harus menelan kekecewaan karena Amel betul - betul ingin meninggalkannya
Akhirnya pesanan mereka susah sampai, mereka makan tanpa ada suara, setelah mereka selesai makan mereka beranjak untuk pulang
"Ayo aku antar kamu pulang"
"Hmm" Ucap Amel
Lagi - lagi dia bertemu dengan Cyntia si mulut mercon, Faiz menggenggam jemari Amel seakan memberi kekuatan kepada Amel
"Kalian Lagi" Ucap Cyntia sambil tertawa
"Jangan mengganggu kami" Faiz yang semakin mengeratkan genggamannya
"Kau masih saja membela pem..." belum sampai Cyntia berbicara Faiz langsung mencekik Leher Cyntia
"Leepas Iz aakku bisa mati" Ucap Cyntia
"Itu yang kuinginkan, kalau sampai aku tau kau menyakitinya lagi, aku bukan lagi mengancam tapi akan betul - betul menghancurkanmu sampai berkeping - keping" ucap Faiz sambil mengeratkan cengkramannya
"Sudah Iz lepaskan dia sebaiknya kita pulang saja aku tidak ingin berlama - lama dengannya" Sebenarnya Amel ingin sekali pulang pasalnya jantungnya berdegup sangat kencang sekarang dan ingin segera menjauh dari Faiz
"Tapi Sayang dia sudah"
Kali ini Amel sudah dilanda panas dingin akibat kata sayang dari Faiz
"Sudah Iz ayo" Amel segera menarik Faiz dan saat itu juga cekikan Faiz ke Cyntia terlepas
"Awas saja kau" Ucap Cyntia sambil berjalan menuju ke restoran
Didalam perjalanan Amel dan Faiz sama - sama diam mereka larut dalam fikirannya masing - masing, tidak lama Amel mulai berbicara
"Iz itu tadi kau bilang aku wanita mu,, kau tidak salah bicara" Ucap Amel sambil menatap Faiz
"Maaf Mel, aku hanya melindungimu aku tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali dan itu sudah tanggung jawabku pada Hani karena membawamu" Padahal sebenarnya Faiz betul - betul ingin melindunginya bukan karena alasan tanggung jawab
Sebenarnya tadi Amel hatinya sempat bahagia, tapi ketika mendengar ucapan Faiz, Amel tidak terlalu berharap
"Ow, sekedar tanggu jawab" Amel tersenyum
.
.
Akhirnya mereka sampai dikediaman Edrick
"Kau tidak turun dulu" Ucap Amel
"Tidak usah aku langsung pulang saja lagian kau juga harus istirahat kan"
"Ya sudah, Hati - hati kalau begitu" Amel turun dari mobil Faiz dan Faiz menjalankan mobilnya
Amel kemudian masuk kedalam rumah dan mendapati Audry dan Nabila tengah duduk diruang keluarga
"Malam kak Nabila" Ucap Amel
"Malam sayang, kamu diantar siapa tadi" Ucap Nabila
"Diantar Faiz kak, Ngapain kau kesini??" Amel menjawab pertanyaan Nabila kemudian Amel bertanya ke Audry
"Bertemu dengan kak nabila dan James" Audry menjawab
sebenarnya Audry kesini ingin melihat keadaan Amel tetapi kalau dia jujur pasti Amel akan menolaknya
"Kau menjalin hubungan dengan Faiz" Ucap Nabila
"Tidak kak, tadi aku bertemu di restoran dan tiba - tiba hani ada urusan jadi dia mengantarku pulang" Amel bebohong
"Kak aku ke kamar mau mandi, trus istirahat jangan biarkan orang luar masuk kekamarku" Amel berjalan ketangga menuju kamarnya
"Kak boleh aku menginap disini" Ucap Audry
"Boleh kau tidur disebelah kamar Amel saja tapi jangan mengganggu anak itu, Bisa - bisa dia mengamuk lagi" Ucap Nabila
"Iya kak, Audry paham" Audry sangat senang walaupun beda kamar tapi setidaknya Audry bisa dekat dengan Adiknya itu
Setelah Audry membersihkan tubuhnya Audry langsung merebahkan dirinya ketempat tidur tidak lama dia mendengar teriakan Amel akhirnya Audry keluar dari kamar dan Nabila juga ikut keluar dari kamarnya karena mendengar suara Amel
"Ada apa dengannya kak" Ucap Audry
"Ayo kita masuk" Ucap Nabila kemudian mereka masuk kekamar Amel
Mereka melihat Amel masih tertidur sambil mengigau dan mengeluarkan air mata. Nabila membiarkan Audry mendekati Amel
"Mel bangun sayang, kau kenapa" Sambil mengelus pucuk kepala Amel
Amel masih menangis sambil berkata "Tidaakk, aku tidak membunuhnya, Aku tidak sengaja Hiks..Hiks..!!"
"Astaga apa yang terjadi padanya kak,, Bangun sayang jangan seperti ini" Audry ikut menangis
"Ini akibat dari kesalahanmu" Ucap Nabila
"Maafkan aku Mel, Maafkan aku kak" Ucap Audry sambil memeluk Adiknya itu
"Tiiiiiiidaaaaaakkkkkk" Amel terbangun sambil berteriak
"Amel kau tidak kenapa - napa sayang!!!" Audry bertanya ke Amel
"Kau kenapa ada disini" Amel yang masih setengah sadar "Hiks.. Hiks.. kenapa kau melakukan nya padaku kak, apa salahku, aku tidak membunuhnya Hiks..Hiks"
"Kakak minta maaf sayang, kau tidak salah, sekarang tidurlah" Sambil memeluk Amel
Amel yang setengah sadar berkata " Jangan buang akuuu kak" Amel yang mulai tertidur kembali dan Audry menangis mendengar ucapan adiknya itu
"Aku salah Kak" Ucap Audry ke Nabila
"sudahlah Dek, Sekarang kau temani dia kakak harus menemani James" Ucap nabila yang diangguki Audry
Akhirnya Nabila keluar, kemudian ikut merebahkan tubuhnya disamping Amel, bahkan sekarang Amel memeluknya, pelukan yang Audry rindukan pada Adik kecilnya itu
"Maafkan Aku mel, Aku akan memperbaiki semuanya" Sambil membalas pelukan adiknya dan kini mereka terlelap bersama.
.
.
.
.
.
.
#Tbc