
"Mom semuanya pada kemana" Ucap Amel yang kini hanya berdua dengan Mommy nya makan malam
"Daddy tadi sore berangkat ke Jerman, sedangkan Kakakmu sedang tidak enak badan"
"Perasaan tadi di kantor dia baik - baik saja Mom"
"Kakakmu itu pandai menyimpan perasaannya sayang, walaupun dia tidak enak badan pasti dia tetap menjalankan kewajibannya di kantor"
"Apa dia sudah makan dan minum obat Mom"
Fransiska tersenyum mendengar perhatian Amel pada Audry dan Fransiska mengambil kesempatan ini "Ohh iya Mommy mau minta tolong, boleh??"
"Minta tolong apa Mom??" Ucap Amel sambil mengunyah makanannya
"Amel tolong antarkan makanan kakakmu ke atas dengan obatnya??"
Amel tangkap bingung dengan permintaan Mommynya "Tapi Mom.."
"Tidak pake tapi.. lagian kan kamarmu bersebelahan dengan kakakmu jadi sekalian aja"
"Iya udah Mommy, ini hanya karena Mommy yang nyuruh yahh"
Fransiska tersenyum kemudian mengusap punggung anaknya "Habiskan makan mu nak kalau begitu"
Sebenarnya Amel hanya bisa di ajak berbicara pada saat makan malam saja karena Amel akan hanya berkumpul dengan keluarganya pada saat itu saja, setelahnya hanya berdiam dikamar
Setelah Bi Irah menyiapkan makanan untuk dibawa kekamar Audry. Bi Irah kemudian menyerahkan kepada Amel
"Nona Muda ini makanan untuk dibawah kekamar Nona Audry" Ucap Bi Irah
"Baik Bi, makasih yah Bibiku sayang udah siapin!!"
"Iya Nona Muda, jangan judes - judes ngasih makanannya sama Nona Audry"
"Ihh apaan sihh Bibi nih"
Bi irah kemudian tertawa "Yaa sudah Non cepetan bawa nih makanan ke kamar Nona Audry" Ucap Bi Irah karena hanya Bi Irah yang berani menggoda Nona Mudanya karena Bi Irah sudah lama bekerja di keluarga Jhonson sebelum tinggal dan menetap di singapura
***
Kini Amel sudah berada di depan kamar Audry, Amel ragu - ragu mengetok pintu kamar kakaknya, tapi Amel juga khawatir dengan kondisi kakaknya mau tidak mau iya harus mengetok pintu kamar itu
Tok Tok
Tok Tok
Amel sudah mengetuk pintu Audry beberapa kali tapi tidak ada respon dari Audry. Akhirnya Amel membuka pintu kamar Audry yang tidak terkunci
Amel kemudian masuk dan melihat Audry tengah tidur Amel mendekat ke tempat tidur dan meletakkan makanan yang iya bawa di meja samping tempat tidur Audry
Amel bingung bagaimana cara membangunkan Kakaknya itu, iya juga tidak ingin kalau sampai Kakaknya tau kalau Amel mencemaskannya
"Bangun, Mommy menyuruhku membawakan makanan untukmu" Ucap Amel sedikit dingin
"Aduh kenapa dia nggak bangun sih" Ucap Amel dalam hati
Kemudian Amel mengguncang sedikit bahu Audry "Kak bangun makan dulu"
Audry sedikit menggeliat kemudian membuka matanya perlahan dan melihat Amel yang duduk dipinggir tempat tidurnya "Ada apa kamu bangunin kakak sayang"
"Mommy suruh aku anterin makan untukmu" Jawab Amel sedikit jutek
"Iya nanti kakak makan, kamu boleh keluar" kemudian Audry kembali memejamkan matanya sambil memeluk guling karena kepalanya masih sangat pusing
Audry kemudian bangun dan menyandarkan badannya di kepala ranjang dan mengambil makanan yang ada di samping tempat tidurnya
Audry kemudian makan tapi hanya beberapa sendok lalu meletakkan kembali piringnya
Amel bertanya pada Audry " Hanya segitu"
"Hmm"
Amel kemudian mengambil piring itu lalu menyuapi kakaknya "Kau harus makan banyak, supaya cepat sembuh, Mommy bisa memarahiku jika makan mu hanya sedikit" Amel kemudian mengarahkan sendoknya ke mulut Audry
Audry begitu sangat bahagia melihat adiknya begitu perhatian dengan dirinya kemudian Audry membuka mulutnya dan menerima suapan adiknya
"Perhatian banget sih adik kecilku ini" Kemudian Audry mengusap kepala Amel
"Perintah Mommy, lagian kalau bukan Mommy yang maksa mana mau aku begini"
Audry menggeleng karena adiknya masih saja seperti ini. Audry terus memakan makanan yang di suapi oleh adiknya "Sudah Sayang, Kakak sudah kenyang"
"Yah sudah minum obat dulu terus istirahat"
Audry kemudian mengambil obat dan meminumnya "Sudah, Makasih yah udah bawain kakak makan dan obatnya"
Kemudian Amel membereskan piring "Hmm"
"Mel kamu temenin kakak disini saja yah"
"Aku tidak bisa, malam ini aku harus bekerja di rumah sakit"
"Mel jangan siksa dirimu seperti ini bisakah kau fokus dengan perusahaan saja"
"Aku tidak menyiksa diriku, aku suka dengan pekerjaan ku dan selagi kak Edrick pemilik Rumah Sakit itu maka aku bebas mau bekerja kapan saja, tanpa membuat jadwal dinas terlebih dahulu" kemudian Amel keluar dari kamar Audry membawa piring bekas makan Audry
***
Pagi ini Amel harus kekantor lebih awal karena harus mengikuti meeting walaupun Amel belum istirahat setelah bekerja di rumah sakit.
Amel kini sudah rapi, kemudian iya segera turun untuk sarapan, walaupun rumahnya memiliki lift tapi Amel lebih suka memakai tangga
"Sarapan dulu sayang" Ucap Fransiska yang melihat anaknya baru turun
Amel kemudian menuju meja makan disana sudah Jhonson dan Audry "Loh Daddy udah balik" kemudian melirik ke arah Audry "Perasaan iya lagi sakit ngapain sih harus kekantor bukannya istirahat" Ucap Amel dalam hatinya
"Iya tadi malam Daddy sampai" kemudian Jhonson melirik kedua anaknya yang tengah sarapan "Karena hari ini ada rapat penting untuk kita jadi Daddy mau Audry sama Amel berangkat bareng Daddy saja dan tidak ada penolakan"
"Iya Dad" Ucap Audry sedangkan Amel hanya mengangguk karena sebetulnya iya juga tidak mampu menyetir sendiri karena masih merasa mengantuk karena belum tidur semalaman
Ditempat lain seseorang sudah berada dalam mobil hendak menuju tempat pertemuan
"Doni, meetingnya dimulai pukul berapa!!" Ucap pria berkacamata hitam yang tengah duduk kursi penumpang
"Pukul 09.00" Ucap Dami
"Loe sudah siapan berkas kerjasamanya"
"Loe tenang aja bro semua sudah siap, gue yakin mereka mau kerja sama dengan kita"
"Biarpun loe nggak bilang gue juga udah tau" kemudian pria itu menyuruh supir pribadinya untuk melajukan mobilnya sedikit cepat
#Tbc