
Pandangan Azka tak pernah teralihkan sejak Salsa menuruni satu persatu anak tangga hingga kini duduk si sampingnya. Pipi merah gadis itu sungguh mengemaskan, rasanya Azka ingin mengigitnya sekarang juga.
"Nak, ayo pasangkan cincinnya," perintah pak penghulu kala Azka terus memandangi sang istri.
Azka langsung gelagapan. Cepat-cepat merubah ekpresi wajahnya sedatar mungkin. Meraih kotak cincin di atas meja kemudian mengambil salah satunya.
Ia menyematkan cincin pernikahannya tepat di jari manis sang Istri.
Tatapan Azka membuat Salsa semakin tersipu malu, mati-matian gadis itu menahan nafas, rasanya untuk bernafas di hadapan Azka saja ia tidak mampu. Tatapan, senyuman tipis, semua yang ada pada diri Azka sekarang membutnya salah tingkah.
Laki-laki yang biasanya berpakaian sederhana, kini duduk di sampingnya dengan setelan jas senada seperti gaunnya. Rambut yang tertata rapi membuat Azka sangat mempesona.
"Sal," bisik Azka berusaha menyadarkan sang istri dari lamunannya. "Giliran kamu."
"Ah iya," gugup Salsa.
Sama seperti Azka, Salsa memasang cincin di jari manis laki-laki itu. Keduanya seperti orang bodoh yang tidak tahu harus melakukan apa sakin gugupnya. Bahkan keduanya seperti orang yang baru saja bertemu, malu-malu singa.
"Ayo sayang, di cium tangan suaminya," celetuk Reni yang duduk di samping Salsa.
Dengan patuh, gadis itu meraih tangan kekar Azka lalu mengecupnya, membenamkan sedikit lama kerena perintah Rayhan yang kini berdiri tepat di belakang pak penghulu. Laki-laki itu berubah profesi menjadi fotografer.
"Ok ganti posisi manten baru," intruksi Rayhan hebo sendiri membuat yang lain tertawa.
Baru saja Azka akan mencium kening Salsa, gadis itu keburu menunduk hingga kapala Salsa menghantam hidung mancung Azka.
"Njir kok gue baper liat ke uwuan ini," celetuk Ricky duduk tepat di belakang Azka.
"Ke uwuan ini sunggu menyiksa kaum jomblo," timpal Dito.
"Maaf," lirih Salsa memejamkan matanya.
"Nggak papa, sini angkat kepala kamu," ucap Azka menarik dagu Salsa kemudian mencium keningnya.
"Aa pengen juga," bisik Alana.
"Woi ingat tempat pak ketu," cegah Ricky saat Azka akan membenamkan bibirnya di bibir Salsa.
Sontak para tamu tertawa melihat kejadian itu. Azka dan Salsa jangan di tanya lagi, mereka sangat malu juga salah tingkah sendiri.
Satu persatu keluarga dekat menghampiri keduanya untuk memberi selamat, setelah itu pergi untuk mengurus kesibukan masing-masing.
"Selamat Ka, akhirnya perjuangan lo nggak sia-sia." Keenan terlebih dulu menjabat tangan Azka dan memeluknya ala laki-laki.
"Selamat bro." Rayhan memberi hadiah yang dia bawa pada Azka kemudian merentangkan tangannya hendak memeluk Salsa.
"Lo mau mati Ray!" tegur Azka menarik kerah jas Rayhan dari belakang. "Jangan modus sama istri gue."
"Njir istri dong," celetuk Ricky. "Selamat bu ketu, oh iya. Kalau setelah ini lo kesusahan ngabisin uang Azka, berkabar ya! Gue siap 24 jam bantuin lo."
"Selamat," ucap Samuel melakukan hal yang sama seperti Keenan.
"Nyusul buru!" ucap Azka tiba-tiba melirik Ara yang sedari tadi mengekor di belakang Samuel.
"Selamat beb, akhirnya lo nyusul gue." Alana langsung menghambur kepelukan Salsa.
"Makasih Al."
"Kalian semua nggak ada niatan mau pulang? Cuma kalian tamu nggak tau diri masih tinggal padahal acara udah selesai," ucap Azka mengusir secara halus.
"oh ngusir?" tanya Ricky.
"Larangan adalah perintah, bukan begitu Ray? Dan karena kita di usir maka kita sebagai sahabat baik harus tau diri."
"Gue setuju sama lo Ky," timpal Rayhan.
"Yuhu kita lanjut pesta di rumah ini sampai malam!" teriak Dito.
"Ide bagus, kalian jangan kemana-mana, kita buat acara sendiri mumpung lagi ngumpul," girang Salsa membuatnya mendapat tatapan tajam dari Azka.
Bukan tanpa alasan Salsa mendukung inti Avegas, iya tidak ingin di terkam terlalu cepat oleh Azka. Mungkin membuat laki-laki iti bekerja seharian membuatnya lelah dan melupakan semuanya.
"Asyek ibu ketua setuju."
"Gue ganti baju dulu," pamit Salsa.
Azka hendak ikut ke kamar. Namun, tangannya di tarik oleh Keenan. "Mau kemana lo? Sini bantuin kita-kita beresin semunya terus berpesta lagi."
"Njir, bisa-bisa gue ketemu teman modelan kalian," kesal Azka.
...****************...