Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Masakan Mommy


Hari sudah pagi, karena hari ini adalah Weekend jadi Jhonson dan yang lainnya hanya menghabiskan waktunya dirumah saja dan Amel pun tak kunjung bangun dari tidurnya,


Fransiska masuk kekamarnya dan melihat anaknya masih tertidur pulas, Fransiska menghampiri Amel dan berniat untuk membangunkan nya


"Sayang, Amel ayo bangun udah siang, Daddy dan Kakakmu udah ada di bawah untuk sarapan" Ucap Fransiska sambil menepuk - nepuk bahu anaknya


"Sebentar lagi Mom, masih ngantuk"


"Bangun sayang ini udah jam berapa, katanya udah mau nikah tapi kok bangunnya jam segini"


"Iya Mom nih Amel udah bangun" Kemudian Amel mengucek - ngucek matanya dan Amel terkejut melihat bukan kamarnya "Loh Mom kok aku bisa tidur di kamar Mommy perasaan semalam aku jalan ke kamarku deh Mom"


Fransiska terkekeh "Jalan dari mananya, orang kamunya tidur di ruang tamu sambil tidur dipelukan Mommy, Daddy mu yang menggendongmu kesini dan tidur bersama kami"


Amel kini mengingat kejadian semalam ketika dirinya dan Daddynya berdebat "Astaga Mom, Aku ingat.. yaa sudah aku mau balik ke kamar mau cuci muka dan gosok gigi terus turun sarapan"


"Kamu nggak mandi dulu sayang"


"Nggak Mom hari ini kan Weekend" Jawab Amel sambil lari keluar kamar Mommynya


"Kebiasaan deh kamu nak, nggak mandi kalau libur" Fransiska geleng-geleng liat putrinya yang malasnya nggak berubah tapi disisi lain iya begitu bahagia melihat kelakuan putrinya.


Mereka kini sarapan bersama dan Amel mengangkat piringnya untuk di bawa kedapur


"Lohh Mel kok piringnya di bawa sendiri kan ada pelayan sayang" Ucap Fransiska kemudian Jhonson dan Audry melihat Amel


"Udah biasa Mom, Ibu ngajarin aku biar nggak terlalu ngerepotin orang lain walau pelayan sekali pun" Jawab Amel yang sebenarnya ingin menemui bi Irah di dapur


"Terserah kamu saja" Ucap Jhonson


Kemudian Amel menuju ke dapur dan melihat Bi irah tengah membereskan dapur


"Bibi ku sayang" Ucap Amel mengagetkan Bi irah


"Astaga, Nona muda ngagetin aja, kalau bibi serangan jantung gimana, kasiankan suami bibi kalau sampai bibi mati Non"


Amel kini terbahak - bahak mendengar ucapan Bi irah "Bi irah tuh yahh kalau ngomong bisa aja"


"Baru kali ini aku liat Nona ketawa lepas begini" Ucap Bi Irah yang memandangi Amel


"Emang iya" Ucap Amel yang menaikkan satu alisnya


"Iyalah Non" kemudian Bi Irah menarik nafasnya dan kembali berbicara "Non jangan terlalu benci keluarga Nona muda yahh, kasian Orang tua non apalagi Nona Audry, semenjak Non Amel pergi dan Non Nabila nikah rumah tidak begitu baik"


"Maksud Bibi apa??"


"Gini loh Non, semenjak Nona pergi Nyonya jarang sekali keluar rumah bahkan hanya di kamar saja dan Tuan Jhonson masih sibuk keluar negeri ngurus kerjaan dan Nona Audry selalu saja pulang larut karena menghabiskan waktunya hanya di kantor, Tapi semenjak Nona pulang kesini semuanya sudah mulai membaik Tuan sudah tidak lagi kerja ke luar negeri, Non Audry juga pulangnya tepat waktu dan Nyonya sekarang sudah bisa beraktivitas kayak biasanya"


Amel kini terkejut mendengar ucapan Bi Irah "Masa sih Bi, Aku nggak percaya"


"Ihh buat apa bibi bohong non, bener kok bahkan bibi sering banget liat Non Audry tidur di kamarnya Non Amel"


Amel sedikit berfikir tentang ucapan Bi irah "Yaahhh sudah bi jangan bahas itu lagi, aku kesini mau minta tolong sama bibi"


"Minta tolong apa Non, asal jangan aneh - aneh yah ???"


Amel kini tertawa "Ihh bukanlah, aku mau bibi buatin aku ayam goreng dan sayur sawi yang Mommy sering buat dulu"


"Kenapa Non Amel nggak suruh Mommynya aja"


"Ihh bibi, akh tuh yah suruh Bibi bukan Mommy" Ucap Amel


"Tapi bibi nggak tau Non resepnya"


"Aduh itu loh Bi yang Mommy dulu buat ayam gorengnya direbus dulu pakai Bawang putih yang udah dihaluskan sama garem beserta bumbu-bumbu lainnya lalu di goreng dan Sayur Sawi hanya di tumisnya pake bawang putih kemudian ditaroh tuh bumbu - bumbu tambahan" Ucap Amel panjang lebar


"Kalau gitu Non Amel aja yang buat kan udah tau resepnya kan Non Amel juga jago masak"


"Ihh bibi, aku tuh udah coba pas di Indo tapi rasanya nggak sama buatan Mommy"


"Tapi kalau bibi yang buat juga pasti rasanya beda Non, Kenapa nggak suruh Nyonya aja Non kan gampang"


"Ih aku nggak mau tau yah bi pokoknya bentar malam aku mau makan itu bi tapi harus sama buatan Mommy " Kemudian Amel melangkahkan Kakinya pergi dari dapur


"Ya Ampun Non baru aja Non Amel balik rumah ini sudah buat bibi susah" Gumam Bi irah sambil tersenyum


Kemudian Amel menuju kamarnya untuk mandi karena mendapat telepon mendadak dari rumah sakit


Setelah Amel sudah siap, Amel langsung turun dan menghampiri Mommy dan Daddynya diruang keluarga


"Mom Amel mau ke rumah sakit dulu" Ucap Amel pada Mommynya


"Loh kan hari ini sabtu sayang, Nabila mau kesini dengan James" Jawab Mommy


"Orang sakit nggak ada yang libur Mom, aku harus dampingi dokter operasi siapin alat - alatnya, lagian kak nabila juga nginap"


"Tapi nggak pulang malam kan!!"


"Nggak Mom paling sore"


"Ya udah hati - hati"


Kemudian Amel mencium punggung tangan Mommy nya dan hendak untuk pergi


"Mel salim sama Daddy dan Kakakmu dulu" Ucap Mommynya dan kemudian melangkah ke arah Daddynya untuk salim dan dengan ragu - ragu Amel berjalan menuju Audry


"Udah kan Mom, aku jalan sekarang yahh Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Kini Amel melajukan Mobilnya menuju kerumah sakit dan di tempat lain seorang pria sudah sangat rindu dengan pujaan hatinya


"Dam masih berapa lama lagi sihh" Ucap Faiz pada asistennya Dami


"Ya elahh bos masih ada 2 hari"


"Lama banget, bisa nggak di percepat selesaikan hari ini juga"


"Kau gila Iz, Biasanya juga kau betah sekali kerja jauh - jauh gini"


"Kan sekarang beda, makanya punya pacar biar tau rasanya rindu itu gimana"


"Tapi nggak gitu juga kan Bos, mana bisa selesai hari ini"


"Saya nggak mau tau pokoknya hari ini harus kelar, saya mau pulang malam ini juga dan kalau tidak gaji mu saya potong


"Yaa elahh ngancam mulu kau, yaudah diusahakan lagian kan bisa nelpon kalau rindu"


"Situ yang rindu saya yang menderita pakai ngancam potong gaji lagi"


"Hahah,, Yah sudah cepet nanti klien kita nunggu"


"Yaa ayo, situkan yang ajak saya bicara lama - lama"


Sore pun tiba kini Amel sudah pulang kerumahnya dan bermain dengan james, Amel sesekali tertawa melihat tingkah lucu James sedangkan Audry diruang kerja bersama Daddynya


Di dapur Fransiska dan Nabila kini sedang memasak mempersiapkan makan malam. Bi Irah juga ikut membantu.


"Nyonya dan Non Nabila mau masak apa??" Ucap Bi Irah


"Masak yang biasa aja Bi, Bibi bantu cuci - cuci sayuran yahh" Ucap Fransiska


"Nyonya boleh saya bilang sesuatu" Ucap Bi Irah ragu - ragu


"Bilang aja Bi kayak Bibi orang baru aja pake nanya dulu"


"Itu Nyonya tadi Non Amel suruh Bibi masak ayam goreng, Sambel Terasi dan tumis Sawi kesukaannya dulu tapi harus persis dengan buatan Nyonya"


"Lohh kok Amel nggak suruh saya saja Bi, ini malah suruh bibi"


"Mommy kayak nggak tau putri bungsu Mommy saja, Gengsinya kelewatan" Ucap Nabila


"Masih enggan kali Nyonya, Ini juga Bibi pusing masaknya bagaimana karena harus mirip banget sama buatan Nyonya"


"Yahh sudah Bi.. kan saya sudah ada biar saya yang buat, Bibi siapin saja sayur dan ayamnya"


"Iya Nyonya, untung saja Nyonya sekarang sudah sering masak didapur kalau nggak Bibi bisa pusing dibuat Nona Muda" Kemudian Bi Irah membantu Fransiska dan Nabila menyiapkan ayam dan lainnya "Oh iya Nyonya tadi Nona Muda juga bilang kalau Nona Muda pernah coba buat, waktu tinggal di Indonesia tapi katanya nggak mirip jadi terpaksa nahan - nahan aja Nyonya"


"Kasian sekali anak itu yah Mom" Ucap Nabila tertawa


Setelah beberapa jam memasak akhirnya makanannya selesai, Fransiska dan Nabila menghidangkan makanan di atas meja dibantu beberapa pelayan


Amel kini sudah segar habis mandi dan sholat magrib begitupun dengan yang lainnya, kemudian mereka menuju ruang makan untuk makan malam


Amel mengambil nasi dan ayam goreng, sawi serta sambelnya "Semoga saja rasa makanan yang dibuat Bibi sama dengan rasa buatan Mommy" Ucap Amel dalam hati


Amel memasukkan makanan dalam mulutnya mengunyah perlahan dan kini Amel tersenyum karena rasanya sama persis seperti masakan Mommynya. Padahal yang masak sebenarnya Mommynya bukan Bi Irah


"Lahap banget Mel makannya" Ucap Nabila menggoda


"Ihh kakak aku lapar tau belum makan dari tadi siang, gara - gara kak Edrick kasi kerjaan banyak banget di ruang operasi" Ucap Amel sambil melirik ke arah kakak Iparnya


"Resiko tenaga medis Mel" Ucap Edrick


"Sudah makan saja, jangan ganggu adikmu makan, dan Amel hati - hati makannya" Ucap Fransiska melihat putrinya makan dengan Lahap dan Jhonson hanya tersenyum melihat tingkah Putrinya


Amel betul - betul rindu dengan masakan ini hingga iya tidak sadar nambah nasi dan lauk kesukaannya.


"Tumben nambah biasanya kalau makan malam mintanya cuman sedikit" Nabila kembali menggoda adiknya tapi tidak di respon oleh Amel yang asik melahap makanannya


Kini mereka sudah selesai makan malam dan beristirahat di ruang keluarga, karena ada James maka Amel ikut bergabung, Amel kini bermain dengan James di karpet berbulu


Malam semakin larut kini Jhonson dan keluarganya masing - masing masuk kedalam kamar begitupun dengan Amel setelah berbicara dengan Faiz, Amel melanjutkan kegiatannya untuk membaca Novel


Ketukan suara pintu dari luar kamar Amel "Mel, Mommy boleh masuk???"


"Masuk aja Mom, nggak di kunci kok Mom" Sahut Amel


Fransiska kini masuk dan menghampiri anaknya yang tengah sibuk membaca, kemudian Fransiska duduk di tepi ranjang Amel


"Mel, Mommy bicara sama Amel"


Kini Amel menutup bukunya dan menatap Mommynya "Ada apa Mom, ngomong aja"


"Kenapa Amel suruh Bi Irah masak makanan kesukaan Amel, kenapa bukan suruh Mommy"


Deg


Seketika Amel mematung mendengar ucapan Mommynya "Ohh itu anu Mom iseng aja ngerjain Bi Irah.."


Fransiska menghela napas "Sayang, jangan berbohong pada Mommy, kenapa nggak bilang sama Mommy kalau Amel mau makan Ayam dan Tumis Sawi buatan Mommy, kan Mommy dengan senang hati bisa buatkan, apa Amel masih ada rasa marah terhadap Mommy??"


Amel menggeleng "Bukan begitu Mom, Amel nggak mau nyusahin Mommy saja"


"Mommy nggak merasa di susahin, malah justru Mommy seneng banget kalau Amel rindu dibuatkan makanan kesukaan Amel"


"Maaf Mom" Ucap Amel sambil menunduk


"Mulai sekarang kalau Amel mau makan atau butuh sesuatu beritahu Mommy, jangan gini lagi kasian juga Bi Irah sampai pusing dengan permintaan kamu itu"


"Terus tadi yang masak itu semua bukan Bi irah"


"Yahh bukanlah Putri kesayangan Mommy kan sebenarnya maunya buatan Mommy tapi gengsinya kelewatan" Ucap Fransiska sambil mengusap pipi Amel


"Jadi Mommy yang masak"


"Hmm..."


Kemudian Amel memeluk Mommynya dan melingkarkan tangannya di perut Mommy nya "Maaf Mom, Amel salah"


"Ya sudah kamu tidur gih, ini sudah jam berapa"


"Gini aja dulu Mom, Sebentar saja" Ucap Amel yang masih memeluk Mommynya


"yah sudah kamu tidur sini di paha Mommy biar Mommy usap - usap kepala Amel sampai tidur" Ucap Fransiska yang diangguki oleh Amel dan Amel langsung merebahkan kepalanya di paha Mommynya


Fransiska kemudian mengusap - usap Amel sampai lama kelamaan Amel tertidur dan Fransiska memperbaiki posisi Amel memindahkan kepala Amel ke bantal


"Good Night Sayang" Kemudian mengecup kening anaknya dan berjalan keluar meninggalkan kamar Amel


.


.


.


.


.


#Tbc