Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Tunggu Aku


Faiz menemui kliennya di salah satu restoran ternama, setelah meeting selesai  Faiz melihat Hani dari jauh kemudian menemuinya.


"Hay Han" Ucap Faiz


"Hani yang hendak keluar langsung menoleh "Ehhh Kak Faiz"


"Han bisakah kita bicara sebentar?"


Hani kemudian mengangguk, Faiz mengajak Hani untuk duduk dan memesan minuman


"Bagaimana kabarmu Han?" Ucap Faiz basa basi


"Aku baik kak, dan kamu?"


"Seperti yang kamu lihat aku tidak baik - baik saja karena ulah sepupu nakalmu itu"


Hani terkekeh mendengar ucapan Faiz "Biar begitu dia tetap sepupuku yang paling aku sayangi"


"Tapi aku lebih mencintanya Han"


"Iya deh, terserah kau saja"


"Han, tidak kah kau tau dimana keberadaan istriku sekarang"


"Kak" Ucap Hani


"Aku mohon kali ini saja bantu aku, aku betul - betul tersiksa karena nya dan kau pasti tau dimana dia karena kau sangat dekat dengannya"


"Amel hanya ingin kakak bahagia itu saja, dia ingin kakak memiliki istri sempurna yang bisa memberimu keturunan"


Faiz mengusap wajahnya "Tidak kah kau tau Han, aku sangat mencintainya bahkan jika aku tidak bisa memiliki anak yang terpenting dia tetap bersamaku, mungkin semua orang bosan dengan kata - kataku tapi aku sangat merindukannya"


Hani bingung dengan situasi ini di sisi lain Amel tidak ingin diketahui keberadaannya tapi di sisi lain melihat Keadaan Faiz ia juga kasihan


"Aku mohon" Ucap Faiz lirih


Hani menarik nafas kasar "Baiklah Kak aku akan memberi tahumu"


"Benarkah" Wajah Faiz kini berubah, senyumnya mengembang


"Dia ada di Indonesia bersama Ayah dan Ibunya, Amel juga sedang membantu sahabatnya untuk mengembangkan bisnis mereka karena kau tau sendirikan Amel tidak ingin bergantung pada siapa pun semenjak ia prergi, dan juga Uncle Jhon melarang keras Amel mengembangkan bisnisnya di negara ini"


" Tapi aku sudah mengecek semuanya, tapi hasilnya nihil dia tidak ada di sana"


"Kau bisa menanyakan langsung padanya nanti kak"


"Berikak aku alamatnya Han"


"Baiklah" Ucap Hani


Faiz akhirnya mendapat titik terang tentang keberadaan Amel bahkan sekarang ia telah mempersiapkan kepergiannya ke indonesia hari ini juga,


"Tunggu aku sayang, aku akan menjemputmu" Gumam Faiz


Faiz akhirnya berangkat malam harinya menuju indonesia


sedangkan di tempat lain Amel tengah di pusingkan dengan seorang pria bernama Gilang, karena ia terus mengganggu Amel.


"Ayolah Mel, makan malam saja itu saja"


"Maaf Lang, aku nggak bisa kamu tau sendirikan aku sangat sibuk dan malam ini aku harus ke klinik"


"Kalau begitu aku antar"


"Nggak usah Lang, aku pergi sama Fita, Ya kan Fit?"


"Iya lagian ngapain juga lo ngedeketin sahabat gue?" Jawab Fita


"Karena gue suka sama sahabat Lo"


"Eehh asal Lo tau yah, sampai kapanpun Amel nggak akan pernah cinta sama Lo"


"Gue akan buktiin, ya kan Mel"


"Maaf Lang, tapi yang di ucapin Fita memang benar"


"Udah.. Yuk Mel keburu malam, pasti anak - anak udah tungguin kita" Ucap Fita lalu menarik Amel masuk kedalam mobil


"Dengar yah Mel, mau sampai kapan lo mau begini, kalau Lo memang masih cinta sama suami Lo harusnya Lo kembali bukan diam disini, jangan sampai Lo nyesel"


"Gue Malu Fit, dan juga mungkin Mas Faiz udah bahagia sama Kak Anita"


"Gue tanya sama Lo, emang Bang Darren udah kasi kabar sama Lo kalau Faiz udah ngasih ke keluarga Lo surat cerai?"


Amel menggeleng


Fita menyentil kening Amel


"Sakit Fit" Ucap Amel sambil mengelus keningnya


"Bego banget jadi orang, itu artinya suami Lo pasti masih nunggu Lo dan nggak akan cerain lo"


"Tapi Fit?"


"Lo mau si parasit itu terus gangguin Lo, apalagi dia udah tau kalau Lo itu nggak sama lagi sama suami Lo, dia pasti terus ngincer Lo Mel, Lo tau nggak sih apa yang gue bilang"


"Nggak tau" Ucap Amel


"Huffttt... Dasar Bule setengah, cantik tapi bego, bisa - bisanya gue punya sahabat kayak gini, untung aja sabar gue stoknya masih banyak, coba nggak gue udah kirim Lo ke laut biar di makan sama hiu"


Amel malah tertawa mendengar ocehan Fita "Emang Lo berani, gue kan Bos Lo"


"Kalau Bos nya kayak Lo gue berani"


"Berani Lo sama Abang - abang gue"


"Abang Darren kan jauh, kalau si kanebo bisa gue tendang jauh juga"


"Udah ah nggak usah di bahas ini, lepas dari klinik antar gue kerumah ibu gue, udah lama gue nggak kesana"


"Siap Nyonya"


Setelah beberapa jam Faiz akhirnya tiba di Indonesia, walaupun ia sebenarnya masih trauma kembali ke Indonesia tapi demi istrinya ia rela melawan traumanya itu.


Faiz kemudian beristirahat di hotel milik keluarganya, ia berencana ber istirahat kemudian mencari keberadaan istrinya.


Setibanya di Hotel Faiz kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran King Size itu, tubuhnya betul - betul lelah, tidak lama ia akhirnya terlelap tanpa mengganti pakaiannya bahkan sepatunya masih terpasang di kakinya.


Siang hari Faiz baru bangun, ia segera membersihkan dirinya untuk mencari keberadaan istrinya, menurut informasi yang di berikan oleh Hani kalau Amel biasanya akan sibuk di Restorannya jadi Faiz memutuskan tempat tersebut.


Di restoran Amel terus saja di ganggui oleh Gilang, Fita sampai pusing melihat Gilang yang selalu mengganggu sahabatnya itu, Amel terus merengek pada Fita untuk mengusir Gilang dari restoran .


"Hey kau, pergi kau dari sini sahabatky takut padamu"


"Ayolah Fit gue hanya ingin mendekati sahabatmu saja"


"Gila Lo dia itu masih mencintai suaminya, jadi jauhi Amel"


"Tapi bentar lagi kan cerai"


"Siapa bilang" Bentak Fita


"Gue tau semuanya Fit, jadi nggak usah nutupin semuanya"


Gilang kemudian menarik paksa Amel keluar, Amel terus memberontak ingin melepaskan pegangan Gilang.


"Lepas Lang, tangan aku sakit"


"Nggak akan, kau harus jadi milikku Mel"


"Tapi aku nggak mau Lang"


"Nggak ada penolakan Mel, aku terlalu cinta sama kamu dan kamu harus jadi milikku"


Gilang terus menarik Amel keluar, bahkan Fita tidak mampu menahan Gilang karena kekuatan Gilang, semua pelanggan restoran takut melihat kejadian itu.


Tiba - tiba saja ada seseorang yang memukul Gilang dari belakang.


Bughhh