
Salsa beranjak dari duduknya setelah penayangan berita selesai di siarkan. "Mau kemana Nak?" tanya Tari.
"Salsa mau ke kantor polisi ketemu Leo," jawab Salsa.
"Tapi kenapa?" heran Tari.
"Nggak papa Mi, aku cuma mau ketemu aja." Salsa menuju kamarnya untuk menganti baju juga mengambil tas.
Setelah selesai ia menghampiri Tari dan mencium pungung tangannya. "Salsa pamit dulu Mi, cuma sebentar."
"Sama Mami aja kalau gitu ...."
"Pagi Tante," sapa Rayhan yang tiba-tiba muncul di antara mereka berdua.
"Ray, kenapa Nak?" tanya Tari.
"Udah liat berita?"
"Udah," gumam Salsa.
"Lo mau kemana rapi gitu Sal?" tanya Rayhan.
"Mau ke kantor polisi."
"Yaudah, sekalian bareng aja, gue juga mau kesana sama yang lain," ajak Rayhan dan di jawab anggukan oleh Salsa.
Akhirnya Tari tidak jadi mengantar Salsa karena sudah ada Rayhan.
"Ray ayo!" ajak Salsa saat Rayhan diam saja di depan rumah Azka.
"Taksinya belum datang," jawab Rayhan.
"Kok taksi?" Bingung Salsa.
"Lo hamil Sal, ya kali naik motor. Lo mau gue di cekek tengah malah sama Azka," gerutu Rayhan membuat Salsa tersenyum.
Lama keduanya menunggu hingga taksi pesanan Rayhan datang. Laki-laki itu mengikuti taksi dari belakang, memastikan istri ketuannya sampai dengan selamat ke kantor polisi.
Merasa jenuh di atas taksi, Salsa iseng melirik kebelakang dan mendapati beberapa motor mengikuti taksi itu. Awalnya ia sedikit takut, tapi melihat Samuel dan Keenan memimpin ia lega. Itu artinya motor yang mengikuti taksi yang ia tumpangi adalah anggota Avegas.
Beberapa motor melaju dengan cepat kedepan hanya untuk memberi jalan pada taksi itu.
"Neng ada yang ngikutin kita," ucap Sopir taksi sedikit was-was.
"Nggak papa Pak, mereka teman-teman suami saya."
Lama mereka berkendara hingga sampai di kantor polisi. Salsa langsung saja masuk dan mengatakan tujuannya yaitu ingin bertemu Leo.
Salsa duduk di ruangan khusus besuk tahanan. Tatapannya menajam saat melihat Leo berjalan semakin dekat dengannya. Dadanya seketika bergemuruh mengingat berita tadi.
Baru saja Leo duduk, tangannya refleks melayang hingga mendarat di wajah tampan Leo. "Dasar bajingan, dimana hati lo selama ini Leo? Kenapa lo tega ngebunuh ayah sama suami gue!" bentak Salsa dengan suara bergetar.
Leo senyum sinis, tak ada ekspresi penyesalan di wajah laki-laki itu. "Beraninya lo nampar gue, dasar Jala*ng!"
Bugh
Leo tersungkur kerena pukulan tiba-tiba dari Keenan. Laki-laki itu tidak terima akan ucapan yang di lontarkan Leo.
Sekuat apapun Salsa menahan air matanya, bulir bening itu tetap saja jatuh. Ia menarik kaos tahanan yang di pakai Leo.
"Mendapat hukuman mati bahkan belum cukup untuk menebus semua kesalahan yang lo lakuin selama ini Leo! Lo bukan manusia, tapi lo iblis yang tidak punya hati!" betak Salsa berapi-rapi terus memukul dada bidang Leo.
Laki-laki itu tidak bergeming, bukan karena menyesal atau kasihan, tapi ia tidak ingin mati konyol. Di samping kiri juga kanannya ada Samuel dan Keenan berdiri, belum lagi inti Avegas lainnya.
Lelah memaki Leo, Salsa menutuskan pergi dari sana dengan perasaan berkecamuk. Ia terus berjalan meninggalkan anggota Avegas. Tepat saat akan melintasi pagar, seseorang memanggilnya.
"Ibu ketua!" teriak anggota Inti.
Salsa berbalik dan mendapati puluhan laki-laki dengan jaket hitam tengah berbaris rapi di halaman kantor polisi. Bukan hanya Salsa tapi beberapa polisi yang sedang bertugas juga heran dengan fariasi para anak muda itu.
"Kami siap mengawal dan menjaga penerus Avegas!" teriak mereka serentak sembari memerikan hormat.
Salsa tersenyum, sembari mengelus perutnya.
Lihatlah Azka, bahkan saat kamu pergi saja mereka masih menghormati dan menghargaimu.
...Ending...
...****************...
Terimaksih untuk para readers yang setia mengikuti kisah ini, dan selalu mendukung otor hingga bisa menyelesaikan cerita yang penuh akan misteri dan air mata.
Otor mengucapkan mohon maaf karena mungkin ending "Cinta dan Masa Lalu" tidak sesuai keinginan kalian🙏.
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf lahir dan batin😘.
Nantikan cerita baru Otor tanggal 10 bulan 5 nanti. Love you buat kalian. Tanpa kalian otor bukanlah apa-apa.