Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
SAH


Hari yang tunggu pun telah tiba, hari ini adalah hari pernikahan Faiz dan Amel


"Astaga kamu cantik sekali sayang, pasti Faiz nggak akan berkedip liat kamu" Ucap Aneth melihat calon menantunya dengan menggunakan kebaya


Amel tersenyum "Mama juga cantik"


"Ya udah yuk kita udah ditunggu"


Amel mengangguk kemudian ia berjalan memasuki gedung hotel tempat mereka melakukan akad dan juga resepsi


Semua mata tertuju pada Amel, para undangan pangling melihat kecantikan Amel, Faiz yang melihat calon istrinya itu bahkan tidak berkedip


Amel kemudian duduk berseblahan dengan Faiz tapi Faiz masih belum bergeming


"Hey anak nakal kau mau lihat menantuku saja atau kau mau menikahi nya" Ucap Aneth yang mencubit pinggang Faiz


"Apaan sih Ma, sakit tau"


"Sudah Ma, sekarang kita mulai aja acaranya" lanjut Abaraham


Faiz kemudian ikut duduk di disamping Amel, Jhonson kemudian mengulurkan tangannya kepada Faiz dan mengucap ijab kabul, setelah itu para saksi mengatakan


SAH


Dilanjutkan membaca doa dan berbagai prosesi adat. Walaupun mereka tidak tinggal di indonesia tapi baginya prosesi adat lebih penting.


Setelah semua selesai barulah mereka kembali ke kamar hotel untuk istirahat karena malam harinya akan digelar Resepsi.


Hotel sengaja dikosongkan dan hanya keluarga dan tamu undangan saja yang diperbolehkan berada di hotel tersebut, mengingat pemilik hotel adalah Faiz sendiri


"Sayang kamu capek?" Ucap Faiz yang sudah berada dalam kamar bersama Amel


"Iya Mas kaki ku pegel banget"


"Ya padahal aku sudah ingin"


"Mas, jangan ngadi-ngadi deh bentar malam harus resepsi"


"Iya sayang aku ngerti kok ya udah aku bersih - bersih dikamar mandi dulu, kamu juga yah sayang"


"Iya Mas"


Setelah Faiz dan Amel selesai mereka kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidur


"Sayang sini jangan jauh - jauh kita udah Halal"


"Tapi Mas jangan macam - macam yah"


"Dikit doang sayang, kamu nggak tau bagaimana tersiksanya aku beberapa hari ini karena nggak bisa menghubungi dan bertemu denganmu"


"Tapi sekarang kan kita udah nggak akan pisah lagi Mas"


"Ya udah sini aku mau peluk kamu istriku"


Amel kemudian mendekat dan masuk kedalam dekapan Faiz, wajahnya tepat berada didada Faiz dan menghirup aroma tubuh Faiz


Begitupun dengan Faiz yang memeluk sangat erat tubuh Amel dan sesekali mencium pucuk kepala Amel


"I Love You Sayang"


"I Love You More Mas"


Kemudian mereka terlelap bersama sambil berpelukan meluapkan segala kerinduannya beberapa hari ini


Malam harinya mereka sudah siap, Amel mengenakan gaun putri raja, Faiz juga sangat tampan mengenakan tuxedo hitam


"Sudah siap sayang"


"Siap Mas"


Mereka bergandengan masuk kedalam disusul Jhonson, Fransiska, Abraham dan juga Aneth


Semua para tamu kembali pangling melihat pasangan pengantin baru itu.


Faiz dan Amel kemudian berjalan naik ke pelaminan kemudian para tamu naik memberi ucapan selamat kepada mereka


Fita teman Amel ikut datang ke pernikahan Amel bersama dengan kakak sepupunya Daffa


"Selamat yah Mel, gue nggak nyangka lo bisa dapat pria tampan padahal lo bilang nggak akan nikah dalam waktu dekat" Ucap Fita


"Iya Fit soalnya Pria disamping Gue orangnya pemaksa banget"


"Tapi lo cintakan??"


"So pasti dong Fit, dan gue harap lo juga secepatnya resmiin hubungan lo dengan Abang gue"


"Gue digantung Mel"


"Sabar yah Abang gue emang gitu orangnya"


"Hmm, lagi bahas Abang yah?" Ucap Daffa


"Ehh Abang, tuh si Fita kayaknya mau cari jodoh di sini juga"


"Mana boleh, di indonesia bisnis mu siapa yang kelola kalau fita ikut kesini"


"Ya udah dehh, terserah abang aja"


Kemudian Daffa memberi ucapan pada Faiz "Selamat yah, jaga adikku dengan baik jangan sakiti hatinya lagi"


Faiz mengangguk "Tidak akan"


Kemudian dilanjutkan dengan Darren, Amel langsung memeluk Darren


"Selamat Baby, jangan manja lagi yah ingat udah punya suami loh, kalau ada apa - apa kabari Abang"Ucap Darren


"Abang jangan lupain Amel yah, Amel sayang banget sama Abang dan semoga Abang juga cepet nyusul"


"Sudah kali pelukannya, cemburu aku tuh" Ucap Faiz dengan nada kesal


"Apaan sih, nih adik ku serah gue mau peluk dia"


Malam semakin larut beberapa tamu bahkan sudah pulang, dan Faiz dan Amel pun sudah berada dalam kamarnya


"Nggak usah Mas, aku mau mandi aja udah gerah"


Amel berusaha melepaskan gaunnya tapi iya kesusahan menurunkan resletingnya"Mas bantuin dong lepasin ini, susah nih"


Faiz dengan sigap melepas menurunkan resleting kemudian perlahan menurunkan gaun terus, hal pertama yang Faiz lihat adalah bahu mulus Amel


Faiz kemudian memberi kecupan pada bahu tersebut kemudian beralih keleher Amel


"Mas" Ucap Amel lirih yang merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya


"Sebentar saja sayang" Faiz terus mengecup bahu Amel


"Ma..as mandi dulu aku nggak nyaman"


Faiz menghentikan aksinya "Mandi bareng yahh?"


"Nggak, Mas mandi duluan aku mau bersihin Make Up dulu"


"Okelah, malam ini kamu milikku"


"Terrserah kamulah Mas"


Faiz akhirnya masuk kedalam kamar mandi sedangkan Amel mulai membersihkan Make Upnya sambil menunggu Faiz


Selang beberapa menit Faiz keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang Dada, tubuh bagian bawahnya hanya di lilitkan handuk


Amel mematung melihat tubuh kekar Faiz, Kemudian Faiz menghampiri Amel lalu


Cup


"Ih apaan sih Mas main cium - cium aja nggak pake permisi"


"Lagian kamu sampai nggak berkedip gitu, kamu terpesona liat tubuh suami mu ini"


Amel menahan malu akibat ulahnya sendiri "Minggir aku mau mandi" Ucap Amel sambil mendorong tubuh Faiz dan berlari kekamar mandi"


"Cepettan sayang aku udah nggak sabar"


Hampir satu jam Amel didalam kamar mandi, akhirnya keluar juga dengan memakai kimono


"Loh Mas kok kamu nggak pake baju nanti masuk angin Mas"Ucap Amel melihat suaminya tengah duduk di pinggiran ranjang


"Kamu mandi atau apa sih sayang, lama banget"


"Yah Mas ngertilah namanya juga perempuan, apalagi aku keramas jadi lama"


"Ngapain kamu keramas malam - malam belum ritual juga udah keramas" Ucap Faiz kemudian menghampiri Amel "Sini aku keringin"


"Emang bisa"


"Bisalah" Faiz kemudian mengambil Hair Dryer dari tangan Amel


"Makasih yah Mas"


"Ini nggak gratis loh sayang"


Setelah Faiz mengeringkan rambut istrinya, Amel kemudian berdiri hendak mengambil baju tapi di cegah oleh Faiz


"Mau kemana" Ucap Faiz


"Pake baju Mas"


"Ngga usah"


Tanpa aba - aba Faiz langsung menyambar bibi Amel kemudian ******* bibir yang menjadi candunya itu, Amel akhirnya terbuai dengan ciuman yang diberikan Faiz, Amel membalas ciuman Faiz dan mengalungkan tangannya pada leher Faiz


Mereka saling bertukar saliva, Faiz menggiring Amel ke ranjang tanpa melepas pangutannya, Faiz merebahkan Amel dengan sangat hati - hati


Amel memukul dada Faiz karena kehabisan oksigen "Kamu mau membunuhku Mas"


"Nggak akan sayang"


Kemudian Faiz mencium leher Amel memberi tanda disana


"Maasss ahh"


Faiz yang sudah dilanda kabut meremas salah satu benda kenyal Amel yang tidak tertutupi bra


Perlahan Faiz membuka kimono Amel dan memperlihatkan dua benda kenyal tersebut


"Aku mau ini" Faiz kemudian melahap salah satu benda tersebut dan satunya Faiz meremasnya


"Mas Ahhh" Amel memejamkan mata nya merasakan atara nikmat dan geli


Tiba - tiba saja aksinya terhenti karena ada yang mengetuk pintu


"Siapa sih ganggu banget"


"Buka dulu Mas siapa tau penting"


Faiz kemudian berjalan kearah pintu dan membuka nya "Ada apa"


"Maaf tuan mengganggu, tapi Tuan Jhonson dan juga Tuan Abraham menunggu ada di ruangan Tuan Abraham"


"Ngapain sih malam - malam ingin bertemu ngeganggu aja" Gumam Faiz "Ya sudah kamu boleh pergi aku akan menemuinya" Faiz menutup pintu kemudian menghampiri Amel


"Ada apa Mas, kok lesu gitu mukanya"


Bagaimana Faiz nggak lesu di saat dirinya sudah On tapi Papa dan Mertuanya memanggilnya "Papa dan Daddy memanggilku katanya ada yang mau di omongin"


"Ya udah Mas temui dulu"


"Tapi aku udah nggak tahan sayang, udah pengen banget"


"Mas kesana aja dulu, kasian mereka menunggu mu Mas"


Mau tidak mau Faiz harus menunda malam pertamanya, Faiz kemudian bergegas memakai pakaiannya dan pergi meninggalkan Amel


"Huftt Hampir saja" Ucap Amel kemudian bangkit untuk memakai pakaian karena sedari tadi Amel hanya memakai kimono


"Tbc