Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 132


Salsa melepas paksa tangan Azka di matanya. Ia mengembungkan pipi karena kesal Azka menutup matanya secara tiba-tiba. Saat terbuka, ia sudah tidak mendapati pak Alvi. Hanya Alana yang diam mematung dengan pipi memerah persis sepertinya tadi.


"Al, pipi lo napa tiba-tiba merah gitu? Jangan bilang habis digigit sama pak Alvi, hayo ngaku!" Kini giliran Salsa yang menuding sahabatnya.


"Bocil di larang kepo," celetuk Azka.


"Iya deh yang udah dewasa," sindir Salsa.


"Kita kemusuhan!" Alana mendelik pada Azka. "Awas aja sampai pak Alvi marah di rumah nanti," gerutnya.


"Azka aku punya ...."


Kalimat Salsa berhenti karena para siswa mulai ribuk masuk ke kelas setelah bel pelajaran berbunyi. Tidak lama setelah siswa duduk dengan tertib, ibu Rita guru matematika mereka menyusul masuk.


"Kenapa?" tanya Azka menyiapkan buku paket juga bukan catatan seperti yang lain. Namun, itu semua hanya formalitas semata. Ia masuk kelas karena Salsa bukan yang lain.


"Nggak jadi, bentar aja pas istirahat."


Pelajaran matematika, adalah pelajaran yang sebagian besar di musuhi oleh para siswa terutama Alana dan yang lainnya, minus Azka yan jenius dari lahir.


Sepanjang ibu Rita menjelaskan, Salsa menggigit jarinya berusaha memahami, tetapi sekeras apapun ia berusaha mengerti rumus Median dan Modus otaknya tetap tidak bisa menerima.


"Nggak ngerti di bagian mana?" Azka yang peka segera bertanya pada sang pacar.


"Semuanya," jawab Salsa.


Azka menarik buku Salsa, kemudian menarik bangkunya agar lebih dekat pada gadis itu. Sedikit menunduk, menjelaskan satu persatu dengan teliti, apa yang tidak di mengerti Salsa. Bahkan dengan sabar Azka mengulangi beberapakali tanpa ada rasa jengkel. Berbeda saat ia menjelaskan pada Alana.


"Oh, jadi ini yang angka 3 di kali sama angka 8, terus jawabannya di taruh di sini? Setelah itu gimana? Panjang banget," keluh Salsa.


"Coba kerjain lebih gampang dulu!"


"Sip, aku kerjain yang ini dulu." Dengan penuh semangat, Salsa mengerjakan soal yang di perintahkan Azka terlebih dahulu.


Sembari menunggu Salsa mengerjakan tugas, Azka terus menatap gadis itu dari samping. Bertopang dagu dengan sedikit senyum di bibirnya. Sesekali Azka menyingkirkan anak rambut yang menghalangi padangannya.


"Benar," jawab Azka.


"Yey!"sorak Salsa tanpa sadar sakin senangnya, membuatnya langsung menjadi pusat perhatian terutama ibu Rita.


"Salsa, kamu sudah mengerti? Kalau begitu silahkan jawab soal di atas!" Ibu Rita menyodorkan spidol untuk Salsa.


Azka melirik Salsa yang terdiam, mungkin gugup atau apa. "Saya aja bu," tukas Azka menggangkat tangannya. Berjalan melewati beberapa teman kelas menuju meja ibu Rita, kemudian mengambil spidol di tangan guru cantik salah satu incaran Rayhan dulu sebelum jatuh cinta pada Giani.


Sebenarnya Azka malas mengerjakan sesuatu di papan tulis, apa lagi harus menjadi pusat perhatian. Dari kecil ia menjadi sorotan karena ketampanan dan kejeniusannya. Itulah mengapa ia sudah bosan di puji. Kecuali jika Salsa memuji mungkin lain cerita.


Namun, Azka terpaksa tampil hari ini untuk menyelamatkan sang kekasih dari rasa malu karena tidak bisa menjawab soal-soal yang diberikan ibu Rita. Ibu Rita 11:12 dengan pak Alvi. Sangat teliti, bahkan titik salah penempatan saja di protes.


"Tangan kamu masih sakit apa bisa?" tanya ibu Rita


"Bisa," jawab Azka yakin.


Dengan serius Azka mengerjakan soal-soal di papan tulis yang berjumlah lima nomer dengan beberapa anaknya. Soal lima nomer tetapi jawabannya sepanjang rel kereta api. Azka menulis dengan tangan kiri karena tangannya masih susah untuk di gerakkan. Dengan waktu singkat Azka menyelesaikan lima soal itu. Ia sengaja mengerjakan semuanya agar ibu Rita tidak lagi menyuruh Salsa ataupun Alana. Dua gadis itu selalu mendapat sorotan karena terlalu kentara saat tidak mengerti.


Salsa tersenyum bangga melihat pacarnya, ia mengacungkan dua jempol seperti yang lain.


"Keren benget Ka," puji Salsa setelah Azka kembali duduk di sampingnya.


"Pacar siapa?"


"Pacarnya Salsa," jawab Salsa.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘