Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Perasaan


Tiba - tiba saja ada seseorang yang memukul Gilang dari belakang.


Bughhh


Gilang langsung jatuh tersungkur, Bibirnya berdarah akibat pukulan keras, Seketika tangan Amel terlepas dari cengkraman Gilang.


Betapa terkejutnya Amel melihat seseorang yang ada di hadapannya.


"Mmmasss Faiz" ucap Amel


Faiz kemudian menarik Amel kedalam pelukannya, mencium pucuk kepala Amel


"Berani sekali kau mengganggu Istriku" Bentak Faiz


Gilang menyeka darah di bibirnya kemudian berdiri "Jadi kau suami dari Amel"


"Kalau iya kenapa"


"Cih, bukan kah kau akan bercerai dengannya?"


"Itu tidak akan terjadi"


"Akan ku pastikan kau bercerai dengan istrimu, kau belum tau siapa diriku"Ucap Gilang


"Brengsek Kau" Faiz melepaskan pelukan Amel dan langsung kembali memukul Gilang


Bughh


Bughh


Amel melihat suaminya memukuli gilang langsung saja memeluk Faiz dari belakang


"Mas hentikan dia bisa mati, Fita tolong bantu aku"


"Lepaskan aku sayang, dia sudah kurang ajar padamu"


"Sudah Mas, hiks.. hikss..."


Faiz yang mendengar istrinya menangis langsung berhenti memukuli gilang dan langsung memeluk istrinya sangat erat.


"Jangan menangis Sayang" Faiz terus mencium istrinya "Dan kau bilang kekuasaanmu, cihhhh... aku sangat penasaran seberapa kaya kau sehingga kau mengancam aku" Tunjuk Faiz pada Gilang


"Fit sebaiknya kamu amankan Gilang" Ucap Amel yang di angguki oleh Fita


"Kamu ikut aku sayang" Ucap Faiz langsung menarik tangan Amel masuk kedalam mobil


"Kita mau kemana Mas?"


"Ikut saja" Ucap Faiz


Kini Faiz dan Amel sudah berada dalam mobil, hanya ada keheningan di dalam mobil tersebut, Amel memalingkan wajahnya ke luar mobil sedangkan Faiz hanya fokus menyetir mobilnya, hingga akhirnya mereka tiba di hotel yang di tempati Faiz.


"Turun" Ucap Faiz dingin


"Kamu mau bawa aku kemana" Ucap Amel


"Mau turun atau aku gendong masuk"


"Mas kamu mau apa, aku mau pulang" Ucap Faiz terus mendekati Amel


Amel terus mundur sampai akhirnya tubuhnya terbentur di dinding


"Kamu bilang aku mau apa, sekarang aku tanya kamu kenapa tinggalin aku" Ucap Faiz dengan Mode garangnya


"Mas aku" Ucap Amel gugup karena Faiz sudah tepat berada sangat dekat bahkan tubuh Faiz dan Amel sudah menempel


"Aku apa ha, tidak kah kau tau perbuatanmu itu sudah menghancurkan hidupku, 6 bulan aku mencarimu tanpa mengenal lelah dan kau asik - asikan bersama pria sialan itu"


Amel memperhatikan wajah Faiz yang sedikit kurus "Mas maafkan aku, aku hanya"


Fais kemudian sedikit menjauh dari Amel "Hanya apa, kamu mau bilang demi kebahagiaanku Ha... tidak kah kau tau bahwa kepergianmu itu membuat hatiku hancur, dan seenaknya kau meminta maaf, tidak sayang tidak segampang itu" Ucap Faiz kemudian bersimpuh di lantai sambil terisak


Amel tercengang melihat Faiz yang begitu rapuh akibat ulahnya, ia tidak menyangka jika kepergiannya akan membuat suaminya seperti ini.


"Kau tau bahkan hari - hariku terasa hampa tanpamu, setiap hari aku mencarimu kesana kemari tapi hasilnya nihil, kau membuatku gila, aku ingin marah padamu tapi aku tidak bisa karena aku begitu sangat mencintaimu bahkan cintaku melebihi diriku sendiri"


"Mas bangun, jangan seperti ini"


"Dan kau harus tau bahwa sebenarnya aku sudah mengetahui kondisimu sejak kau pulang dari rumah sakit waktu itu, aku berusaha menutupi semuanya agar kau tidak sedih dengan itu, bagiku kamu adalah segalanya bahkan aku tidak peduli jika aku tidak memiliki keturunan yang terpenting kamu tetap di sisiku"


Amel kemudian ikut terduduk dan menggenggam tangan Faiz "Maafkan aku Mas, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu, aku hanya ingin kau bahagia"


Faiz kemudian menatap Amel dan memegang wajah Amel "Aku tidak tau sampai dimana kau mendengar pembicaraanku dengan Anita waktu itu, tapi kau harus tau bahwa tidak ada sama sekali di pikiran ku untuk menikahi Anita apalagi menanam benihku padanya, cukup kamu yang selalu ada dalam hati dan pikiran ku"


"Mas Maaf"Hanya kata itu yang bisa Amel ucapkan


"Maaf saja tidak cukup bagiku sayang"


"Aku pantas mendapat hukuman dari Mas"


"Yah kau memang pantas mendapat hukuman dariku, dan aku yakin hukuman yang kuberikan setimpal dengan perbuatan sampai kau tidak ingin lagi kabur dariku"


"Maksud Mas"


Faiz langsung menyambar bibir Amel, melu*at dengan penuh cinta, melepas rasa rindu yang selama ini ia pendam. Amel yang kemudian pasrah dan membalas ciuman yang diberikan suaminya itu dan jujur ia juga sangat merindukan suaminya itu.


 Lama kelamaan ciuman Faiz menggebu - gebu sampai Amel tak dapat mengimbangi ciuman dari suaminya hingga akhirnya Amel kehabisan nafas dan memukul dada bidang suaminya


"Hahh... hahh.. kau mau bunuh aku Mas"


"Itu hanya awal hukuman yang aku berikan padamu" Ucap Faiz mengusap sisa saliva di bibir Amel


Faiz kemudian menggendong Amel dan membaringkan Amel ke tempat tidur lalu menindihnya.


"Hukuman selanjutnya datang"


Sreekkkkkkkkk


"Mas.."


Happy New Year, semoga Tahun ini lebih baik dari Tahun - tahun kemarin....


Amin..