
Azka mengantar salsa pulang lebih dulu sebelum mengerjakan urusannya dengan yang lain. Hari ini ia tidak mengajak Salsa jalan-jalan seperti biasanya. Ia memarkirkan motor dengan aman di depan pagar rumah Salsa ,kemudian membantu gadis itu melepas helm yang melekat di kepala Salsa.
"Aku jemput jam 8 malam." Azka mengusap kepala Salsa sayang.
"Kamu ingat?" tanya Salsa dengan manik memancarkan kebahagian. Ia mengira Azka melupakan hari ulang tahunnya, karena sedari tadi laki-laki itu cuek bebek saat di sekolah padahal ia memberi kode.
"Apapun tentang kamu aku ingat semua Sal. Aku pergi Ya!" pamit Azka menurunkan kaca helmnya kemudian melesatkan kuda besi itu meninggal seorang gadis yang masih berdiri di depan pagar.
Azka tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan semua kejutan untuk kekasihnya, jadi ia buru-buru pergi bertemu yang lain di markas, menyusun rencana untuk malam nanti.
Sementara gadis yang akan di beri kejutan tak henti-hentinya tersenyum memasuki rumah hingga Mama Reni ikut senyum melihatnya. Anak semata wayangnya itu selalu ceria semejak pacaran dengan Azka. Itulah mengapa Mama Reni setuju-setuju saja mereka pacaran tidak peduli apa status Azka.
"Bahagia banget anak Mama," tegur Mama Reni.
"Mama? Udah pulang ternyata." Rian Salsa menghampiri mama nya kemudian mencium pipi juga pungung tangan wanita paruh baya itu.
"Udah dong, anak Mama hari ini ulang tahun. Capek nggak? Mau jalan-jalan keluar sama Mama? Mumpung lagi sengang!" ajak Mama Reni di jawab antusias oleh Salsa.
"Mua banget. Tunggu bentar Ma, Salsa ganti baju dulu." Salsa berlari menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya.
Gadis itu hanya membasuh wajahnya dengan air bersih, kemudian ganti buju juga memoles wajahnya sedikit riasan. Berpakaian serapi mungkin lalu menemui mamanya di lantai bawah. Tentang kegesitan dalam bersiap-siap Salsa jagonya. Terlebih tubuh ramping juga wajah cantik sangat mendukung.
Langkahnya berhenti di anak tangga terakhir saat mendapati Rio dengan Mama nya sedang beribicara di ruang tamu, ia berjalan pelan menghampiri dua manusia berbenda generasi dan gender itu.
"Rio? Bukannya lo berangkat hari ini?" tanya Salsa ikut bergabung. Ia sedikit kaget melihat Rio saat ini.
"Rencananya sih iya, tapi ingat hari spesial lo. Jadi ditinggal sehari nggak papa lah," jawab Rio. Apapun akan Rio lakukan untuk orang yang ia cintai.
"Tiket lo?"
"Hangus," jawab Rio santai.
"Makasih Rio, udah ingat." Mengambil kado pemberian Rio. "Gue tinggal bentar ya." Demi menghargai pemberian Rio, Salsa membawa kotak itu ke kamar terlebih dahulu kemudian kembali lagi ke lantai dasar.
"Kalau gitu saya pamit tante," pamit Rio.
"Kenapa buru-buru Nak. Kamu menunda keberangkatan karena mau ketemu Salsa, kalau begitu sekalian aja kita keluar bareng!" ajak Mama Reni.
"Boleh tante?"
"Boleh dong, lo 'kan teman gue Rio," sahut Salsa.
Akhirnya mereka keluar bertiga, Rio meninggal motornya di rumah Salsa, dan memakai mobil gadis itu untuk jalan-jalan bertiga. Mungkin ini terakhir kalinya Rio bertemu Salsa. Setelah keluar Negeri menyusul orang tuanya, entah kapan lagi ia akan pulang. Lagi pula Rio tidak punya alasan untuk tingga di sini lagi.
Gadis yang ia cintai sudah bahagia bersama Azka yang jauh lebih segalanya dari nya. Rio yakin Azka mampu menjaga Salsa.
...****************...
Otor bawa cerita baru buat kalian, ini punya teman otor jangan lupa mampir ya😘.
BLUR
“Lalu apa?lo mau apa?mau ngebunuh dia?sadar dong Lart, Lo sendiri yang rugi,rugi waktu juga tenaga lo, cuma buat orang seperti dia ?hah?”tanya Daniel lagi,bingung dengan jalan pikiran sahabatnya itu,di luar sana banyak wanita,tidak hanya wanita itu,lalu kenapa,susah sekali untuk Lart move on.
“Kalau begitu terlalu enak untuk nya, dia harus ada di sisiku sampai rasanya dia lelah ,bahkan jika dia ingin mati, tidak akan bisa tanpa seijinku”lalu dia tertawa kencang.
“Gila lo,dia bukan jodoh mu”bentak Daniel,Lart terdiam,mungkin dia menyadari letak kesalahannya,pikir Daniel.
Judul: All I want is you
Napen: Nona ree