Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Meminta Restu


Keesokan harinya Faiz menepati janjinya untuk menemui orang tua Amel. Kini ia telah berada di halaman rumah Kediaman Jhonson


Ting Tong


Kemudian salah satu pelayan membukakan pintu Faiz.


"Assalamualaikum, Uncle Jhonsonnya ada?"


"Waalaikumsalam, Silahkan masuk tuan, Tuan Jhonson sedang bersantai diruang keluarga"


"Terima kasih" Kemudian Faiz berjalan masuk


"Silahkan duduk dulu Tuan, biar saya panggilkan Tuan Jhonson dulu" ucap pelayan tersebut kemudian di angguki oleh Faiz


Pelayan kemudian menemui Tuan Jhonson "Maaf Tuan di luar Tuan Faiz yang ingin bertemu dengan Tuan"


Jhonson kemudian melirik kearah pelayan tersebut begitu juga dengan Fransiska


"Tumben Faiz cari kamu Dad biasanya juga kesini cari Amel" Ucap Fransiska


"Entahlah Mom, mungkin Faiz ingin berbicara sesuatu dengan ku, sebaiknya kita temui saja Mom, jangan membuat tamu menunggu kita terlalu lama"


Jhonson dan Fransiska berjalan beriringan keruang tamu untuk menemui Faiz


Jhonson yang melihat Faiz yang tengah duduk kemudian menyapanya


"Faiz, bagaimana kabarmu Nak" Ucap Jhonson


Faiz langsung berdiri dan kemudian mencium punggung tangan Jhonson dan juga Fransiska


"Maafkan saya Uncle, Aunty datang tanpa memberi tahu dulu"


"Duduklah Nak, sepertinya ada sesuatu yang penting yang ingin kau bicarakan"


kemudian Faiz duduk begitupun dengan Jhonson dan Fransiska. Seketika Faiz gugup dan sedikit mengeluarkan keringat dingin


"Begini Uncle, Aunty saya kesini berniat untuk meminta sesuatu yang berharga dari Uncle dan juga Aunty"


Jhonson terkekeh "Memangnya harta yang kau punya belum cukup sehingga kau meminta sesuatu yang berharga padaku Nak"


"Daddy dengarkan nak Faiz dulu" Ucap Fransiska


"Ya sudah... sesuatu berharga apa yang kau inginkan"


"Saya ingin meminta anak Uncle"


Jhonson menaikkan alisnya sebelah "Iz, kalau ngomong yang jelas, Uncle nggak ngerti"


"Begini Uncle, Aunty saya kesini untuk meminta izin kepada kalian untuk meminang anak Uncle dan Aunty"


"Audry???" Ucap Jhonson yang sedikit mengerjai Faiz yang tengah gugup


"Bukan Uncle, tapi Putri bungsu Uncle"


"Ohh Amelia, memangnya Amel mau sama kamu???, bukannya kalian sudah putus yahh"


"Kamu udah berbaikan, dan 2 minggu lagi saya akan menikahi Amel" Ucap Faiz tegas


Jhonson dan Fransiska terkejut mendengar ucapan dari Faiz


"Kau tidak bercanda nak"


"Saya tidak pernah bercanda apalagi ini urusan Amel Uncle, saya sangat mencintainya dan saya sudah tidak ingin mengambil resiko lagi, saya ingin pernikahan kami secepatnya dilaksanakan"


"Tapi kamu kan sudah menghamili Anita" Ucap Jhonson yang masih menguji Faiz


"Daddy kasian tau Faiznya" sambung Fransiska


"Itu tidak benar Uncle saya sudah menyelidiki semuanya dan juga Amel sudah mengetahui semua"


Jhonson tersenyum "Bawa orangtua mu kemari untuk melamar secara resmi putriku"


"Jadi Uncle dan Aunty merestui kami"


"Tidak ada alasan untuk menolak putra dari Abraham" Ucap Fransiska yang sebenarnya berteman baik dengan Aneth ibu dari Faiz


"Tapi sebelum itu kamu juga harus meminta restu pada Ayah dan Ibu Amel di Indonesia, jangan lupa Abang sepupunya yang udah nonjok kamu"


Jhonson tertawa mendengar Faiz "Kamu kira Darren itu apa main di skip"


"Bukan begitu Uncle..."


"Bilang aja kamu takut kena tonjok lagi kan??"


"Bahkan kalau aku harus mati demi Amel aku sanggup Uncle" Ucap Faiz


"Kalau begitu temui Darren"


"Baiklah Uncle"


"Kamu yakin nak ingin menemui Sam dan Ratna malam ini" sambung Fransiska


"Yakin Aunty, bahkan Faiz sudah memesan tiket untuk ke Indonesia tapi saya mohon jangan beri tau Amel biar jadi kejutan"


"Baiklah"


Tiba - tiba saja Amel muncul dari dalam "Loh Mas kok ngga bilang sih kalau Mas ada disini"


"Oalah sekarang udah panggil Mas toh, padahal sekarang kalian lagi diluar negeri loh"


"Mom, Amel cinta indonesia, dan kita juga aslinya Indonesia begitupun juga Mas Faiz"


"Terserah lah, Mommy dan Daddy mau masuk dulu kalau udah nggak ada dibicarain lagi" Ucap Fransiska


"Silahkan Aunty" Ucap Faiz


"Ingat jangan pegang-pegang putriku sebelum dihalalin" Ucap Jhonson


Jhonson dan Fransiska kemudian pergi meninggalkan sejoli itu


"Sayang aku kangen banget" Ucap Faiz kemudian memeluk Amel


"Apaan sih Mas semalam juga ketemu sampe megang - megang juga"


Faiz melepaskan pelukannya "Megang apa sayang??"


Wajah Amel memerah karena malu "Nggak usah di bahas Mas"


Faiz terkekeh "Ikut Mas yahh, kita jalan - jalan"


"Jalan kemana Mas"


"Jangan banyak tanya sayang ikut aja"


Amel memanyungkan bibirnya "Ya udah tunggu aku ambil tas dulu"


Akhirnya mereka sudah berada di pesisiran pantai, mereka bergandengan tangan sambil menyusuri pinggir pantai


"Kamu suka sayang" Ucap Faiz sambil menyisipkan rambut Amel kebelakang telinga Amel


"Asal bersama Mas aku suka"


"Calon istri aku kok udah pintar ngegombal sih" Ucap Faiz yang mencubit hidung Amel


"Bukan ngegombal Mas" Amel kemudian menangkup sebelah pipi Faiz "Kamu tau Mas, aku tidak pernah sebahagia ini, aku tidak menyangka orang yang begitu aku benci dulu ketika aku menginjakkan kakiku kembali ke negara ini dan sekarang Mas juga adalah orang yang begitu sangat kucintai"


"Kamu juga harus tau sayang, sebelum mengenal kamu aku bahkan tidak memikirkan untuk menikah karena bagiku wanita hanya ingin uang ku saja, tapi sejak pertama kamu menabrakku entah apa yang terjadi padaku jantungku berdetak sangat kencang dan ketika aku melihatmu menangis di Lobby waktu itu hatiku sangat sakit, dan aku menyadari perasaan ku ketika kau ingin meninggalkan ku"


"Bukan nya Mas juga begitu membenciku, bahkan Mas selalu saja memarahiku setiap kita bertemu"


"karena aku selalu saja mengelak perasaan ku padamu, tapi hatiku sebenarnya sangat sakit memperlakukan mu seperti itu"


"Berjanjilah Mas akan selalu bersamaku"


"Tanpa kamu minta sayang aku akan terus bersamamu, menjagamu, karena kamu adalah hidupku dan aku mohon padamu jangan menyembunyikan apapun dari ku, aku ingin kamu berbagi padaku"


Amel mengangguk kemudian meneteskan air matanya "Terima kasih Mas udah nerima aku"


Faiz memeluk Amel "Aku sangat mencintaimu sayang, lebih dari apapun dan jangan pernah kamu ninggalin aku lagi, karena kamu tempatku kembali"


"Aku juga mencintaimu Mas, sangat" Amel membalas pelukan Faiz


#Tbc