
"Ibu... Ayah.. Aku sangat merindukanmu" Ucap Amel sambil berlari menemui Sam dan Ratna
"Ohh anak ibu, aku kira kamu sudah melupakan ku"
Amel kemudian memeluk Ratna "Mana mungkin aku melupakan ibuku yang cantik ini"
"Ibu aja yang di peluk, Ayah nggak nih" Ucap Sam
Amel melepaskan pelukannya lalu beralih ke Sam "Ohh Ayahku ini sangat cemburu sekali, aku sangat merindukan mu ayah"
Sam membalas pelukan Amel "Hmm... Pelukan terpaksa"
"Mana ada pelukan terpaksa Ayah, Amel kan peluk ibu dulu mana bisa langsung dua - duanya"
Jhonson yang melihat interaksi putrinya hanya geleng - geleng kepala begitupun dengan Fransiska ada sedikit kekecewaan dalam hatinya pasalnya Amel begitu manja pada Sam dan Ratna, sedangkan pada dirinya Amel masih sering membatasi dirinya
"Sayang suruh Ayah dan Ibu duduk dulu, mereka pasti kelelahan habis perjalanan jauh" Ucap Fransiska
Darren yang baru saja tiba ikut berbicara "Baby kau tidak kasian dengan ayah dan Ibu dia sudah tua kasian kalau harus terlalu lama berdiri apalagi Ayah"
"Dasar Anak nakal" Ucap Sam
"Yah sudah ayo Sam, Ratna silahkan duduk" Ucap Jhonson
"Makasih Kak" Jawab Sam
Mereka semua duduk di ruang keluarga, dan Amel terus saja menempel pada ratna
"Baby bisakah kau melepaskan pelukan mu pada Ibu, kau seperti saja cicak"
"Aku rindu Ibu Bang"
"Rindu tapi kok cuman calon suami saja yang datang menemui Ayah" Ucap Sam
Amel kemudian melepaskan pelukannya pada Ratna "Mas Faiz datang menemui Ayah dan Ibu?"
"Yah bahkan sempat dapat bogeman dari Daffa"
"Kok Mas ngga bilang sama aku, dan kenapa juga si Bang Daffa pukulin Mas Faiz"
"Karena abang mu tau kalau Faiz pernah nyakitin kamu"
"Tapi kan itu semua bukan kesalahannya"
"Baby sudahlah anggap saja itu hadiah pernikahan kalian" Sambung Darren
"Apa ibu dan Ayah akan nginap disini??"
"Tidak sayang Ibu dan Ayah akan kembali kerumah lagian rumah itu sudah lama tidak ditinggali"
"Kalau begitu aku ikut Ibu pulang kerumah Ibu saja"
"Ayah dan Ibu besok akan kesini lagi sayang" Ucap Ratna sambil membujuk Amel
"Baiklah Bu, tapi ibu janji harus kesini"
"Dasar manja" Ucap Darren
di kantor Faiz masih saja uring - uringan karena masih saja harus mengurus urusan kantornya padahal lusa ia harus menikah dan juga sampai sekarang Amel belum bisa ia hubungi
"Oh tuhan Dami bisakah kau menghandle semuanya dulu aku ini mau menikah"
"Maaf Bos demi kelancaran bulan madu Bos harus mengerjakan semuanya"
"Kamu ini tidak berguna sekali Dami masa gini aja ku nggak bisa"
"Aduh Bos, kerjain saja Bos setelah ini saya yang kerjain semuanya"
"Awas saja kalau kau nanti mengganggu bulan maduku"
"Tenang aja Bos semua udah saya atur"
Amel sengaja di bawa ke apartemen Darren karena semalam Faiz nekat datang kerumah Jhonson untung saja Darren mencegah Faiz bertemu Amel dan dengan terpaksa Amel harus di ungsikan keapartemen Darren
"Abang Amel bosan??"
Darren menghentikan pekerjaan kantornya "Ya sudah, kamu mau apa supaya nggak bosan"
"Aku mau pulang atau tidak kerumah Ayah aja"
"Besok yah Baby kalau kerumah Ayah atau Uncle Jhonson pasti si kutu kampret berusaha menemui kalau di apartemen Abang mana berani ia kesini"
"Ihh Abang aku rindu tau sama Mas Faiz, mana Ponsel ku diambil Daddy"
"Yah tapi kan aku bosan Bang, atau kerumah kak Nabila aja yah disana ada james"
Darren menggeleng "Nggak ada Baby, disana juga Faiz bisa menemuimu"
"Terus Amel harus buat apa dong, Abang aja masih sibuk sama pekerjaan kantor, atau Abang hubungi Kak Audry aja biar dia kesini menemaniku"
"Emang Audry mau kesini"
"Yahh mau kalau aku yang minta, kalau Abang pasti nggak mau secarakan Kak Audry masih menjaga jarak sama Abang" Ucap Amel yang sudah mengetahui hubungan Darren dan Audry
"Dasar kamu, yah udah nih ponsel Abang kamu sendiri yah yang hubungi Kakakmu yang keras kepala itu"
"Tapi Abang juga cinta sama Kakakku"
"Cepettan jangan menggoda Abang Baby"
Akhirnya Amel menghubungi Audry walaupun Audry sempat menolak permintaan adiknya itu tapi Amel terus memohon akhirnya menyetujui permintaan adiknya itu
Ditempat lain Anita masih menangis histeris mendengar Faiz akan menikah dengan Amel, karena Anita begitu sangat mencintai Faiz
"Aku akan menghancurkan pernikahan mu Iz, bagaimana pun caranya kamu hanya milikku"
"Sadar kamu Nak, masih banyak pria lain diluar sana yang lebih baik dari Faiz"Ucap Papa Anita
"Tapi aku begitu mencintainya Pa, dan aku tidak ingin yang lain"
"Papa harap kamu tidak bertindak jauh Anita"
"Itu menjadi urusanku, dan Papa tidak usah ikut campur, Papa kembali lah ke Amerika nggak usah urusin aku"
***
"Kak kita mau masak apa" Ucap Amel
"Liat bahan aja dek, lagian kamu juga nggak bilang kalau mau masak kan kakak bisa beli bahan dulu sebelum kesini" Jawab Audry
"Disini bahan dapur banyak kak, Abang Darren kalau di apartemen lebih suka masak dari pada beli makan diluar, beruntung banget yahh nanti istri Abang Darren" Amel berusaha menggoda Audry
"Ia, Semoga aja" Audry cuman menanggapi seadanya
"Tapi suami Kak Audry juga beruntung nanti kan Kak Audry udah baik jago masak lagi"
"Apaan sih dek, kenapa jadi kakak sih dan Abangmu itu yang dibahas"
"Ia Abang aku yah, bukan Abangnya kak Audry"
"Kalau bicara terus kapan jadinya masakan ini, sekarang kamu cuci tuh ayam"
"Siap kakakku"
"Kakak senang deh kamu udah kayak dulu lagi"
"Maafin Amel yah kak, udah buat Kakak menderita"
"Nggak usah dibahas dek, jadikan ini pembelajaran pada kita"
"Kakakku memang the best deh" Ucap Amel kemudian mencium pipi Audry
Setelah mereka berdua selesai masak Amel dan Audry menata makanan di atas meja
"Hmm.. Harum banget kak"
"Panggil abangmu lalu kita makan"
"Kakak aja yang panggil Abang, aku mau kekamar dulu mau pipis"
"Sekalian aja Mel"
"Kakak aja"
"Kamu aja"
"Ya udah nggak usah panggil biarin Abang kelaparan diruang kerjanya"
"Ya sudah pipis sana, biar Kakak yang manggil"
"Nahh gitu dong"
#Tbc