
"Bukannya Les tambahan lo baru di mulai?" tanya Salsa berjalan beriringan di trotoar bersama Azka setelah teman-temannya pergi.
"Nggak jadi."
"Bukan karena gue, kan?"
"Ge'er," gumam Azka.
"Emang, baru tau kalau pacar lo suka ge'er? Baperan pula."
"Hm."
Keduanya berjalan ke taman anak-anak yang tak jauh dari Cafe, memperhatikan anak-anak berlarian ke sana kemari bersama teman-teman di pantau oleh orang tua masing-masing.
"Om, om, ambilin bola aku." Anak kecil menghampiri Azka dan menarik ujung seragam laki-laki itu.
Salsa mengulum senyum melihat ekspresi Azka saat di panggil om oleh gadis mengemaskan kisaran lima tahu. Ia berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu.
"Tanang aja dek, Om pasti bantu ambilin." Salsa mendongak. "Iya, kan Om?"
"Salsa!" tegur Azka.
"Om ganteng pacarnya Tante?"
Kini giliran Azka tertawa dalam hati melihat raut wajah Salsa. Belum berganti jam tapi karma di bayar kontan.
"Gue tau lo ngetawain gue, buruan bolamya di ambil!" kesal Salsa.
Sembari menunggu Azka mengambil bola yang nyangkut di atas pohon, Salsa dan anak kecil itu duduk di atas rumput.
"Om ganteng baik ya Tante, mau bantuin aku."
"Siapa dulu dong pacar kakak." Bangga Salsa, Azka kembali mengulum senyum mendengar interaksi keduanya.
Ketua Avegas itu memberikan bola yang ia ambil dari pohon lalu memasang seragamnya kembali.
"Makasih om, dah."
***
Seperti yang selalu di lakukan Azka, yaitu menjemput Salsa berangkat sekolah bareng, kali ini ketua Avegas itu berangkat kebih awal entah karena apa. Di sekolah siswa masih bisa di hitung jari.
Sama dengan Salsa, Azka melakukan hal yang sama, tetapi respon keduanya berbeda. Ketua Avegas itu meremas selebaran dengan emosi memuncak.
"Breng*sek!" geram Azka melanglah lebar, mengumpulkan semua selebaran yang hampir memenuhi lapangan, juga dinding sekolah. Tak lupa Ia memanggil semua anggota agar segera datang sebelum Alana datang lebih dulu.
"Biar gue aja, lo pantau Alana," cegah Azka tak mengizinkan Salsa ikut mengumpulkan selebaran la*knat itu.
Para siswa mulai berdatangan semakin lama semakin banyak, tetapi selebaran belum juga berkurang, hingga semua siswa dapat membacanya dan saling berbisik menilai satu sama lain. Anggota Avegas yang lain berusaha semaksimal mungkin membersihkan semuanya.
"Hentikan omong kosong kalian!" bentak Azka, telinga laki-laki itu mulai panas mendengar bisikan-bisikan dari siswa lain.
Salsa, gadis itu berlari ke arah Alana kala melihat gadis berambut indah tersebut hampir sampai di mading sekolah.
"Al, bolos yuk!" Ajak Salsa tiba-tiba.
Alana mengernyit, tidak biasanya Salsa mengajaknya bolos, malahan gadis berambut sebahu tersebut yang selalu menasehatinya jika ingin bolos sekolah dan sekarang Salsa mengajaknya? ada yang tidak beres, pikir Alana.
Alana menepis tangan Salsa dari lengannya. "Apaan sih Sal," ujarnya sembari terus berjalan walau tatapan teman-teman yang mereka lewati semakin menyudutkan dirinya. Hanya menatap tak berani menegur karena mereka tahu siapa Alana.
Ia semakin penasaran, apa yang berusaha di sembunyikan Salsa darinya. Di tengah lapangan beberapa Anggota Avegas mengumpulkan lembaran berwarna putih yang entah apa tulisannya. Di ujung koridor dan beberapa tempat lainnya, Anggota inti Avegas melakukan hal yang sama.
Ada yang tidak beres
Itulah yang dapat Alana tangkap dari gelagat para sahabatnya. Perasaannya mulai tidak enak, ia semakin melebarkan langkahnya, menghiraukan teriakan Salsa yang berusaha mencegahnya mendekati mading.
"Al lewat koperasi bentar yuk, gue lupa bawa dasi." Alasan Salsa berusaha mengulur waktu hingga Anggota Avegas berhasil menyingkirkan semua lembaran laknat yang entah siapa penyebarnya.
Sudut bibir Alana terangkat sebelah, menarik dasi yang mengantung di leher Salsa. Sahabatnya yang satu ini memang tidak pandai berbohong apa lagi sedang panik seperti sekarang.
"Lo nggak pandai bohong!" tekan Alana kemudian berlari hingga ia sampai di depan mading tanpa terhalang apapun.
Alana merasa dunianya sekarang benar-benar runtuh melihat lembaran demi lembaran yang tertempel rapi di mading berlapis kaca tebal tersebut.
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak😊
Yang penasaran sama part ini langsung intip "Hay pak guru"