Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Dilarang Bertemu


Hari demi hari mereka jalani, semua persiapan pernikahan pun hampir rampung, dan kini Amel dan Faiz kini berada di sebuah toko emas langganan keluarga Abraham


"Sayang aku mau kamu yang pilih" Ucap Faiz


Amel kemudian memilih - milih cincin "Mas yang ini aja" Amel kemudian menunjuk cincin yang begitu sederhana


"Kamu yakin sayang, tapi ini sangat sederhana sekali"


"Yakin Mas, aku nggak mau cincinnya terlalu mewah Mas"


ini yang sangat Faiz sukai dari sifat Amel "Yah sudah sayang terserah kamu aja"


"Mas setelah ini kita ke butik teman Mommy yahh, disana sudah Mommy dan Mama menunggu kita fitting baju"


"Iya sayang"


Setelah memilih cincin Faiz dan Amel pun bergegas ke Butik untuk fitting baju, sekitar 15 menit mereka sudah sampai di butik tersebut disana Fransiska dan Aneth sudah menunggu


"Assalamualaikum Mom, Ma" Ucap Amel kemudian mencium pipi kedua paruh bayah itu sedangkan Faiz mencium tangan kedua wanita itu


"Waalaikumsalam Sayang" Ucap Fransiska dan Aneth


"Kamu lama banget sih Iz kamu ajak mantu mama kemana tadi?"


"Abis nyari cincin nikah Ma, nggak kemana- mana kok"


"Ya udah jeng, sebaiknya kita langsung liat - liat gaun aja"


"Ayo sayang" Ucap fransiska sambil menggandeng Amel


Amel kemudian mencoba beberapa gaun tapi Faiz selalu saja tidak menyetujui gaun yang dikenakan Amel


Amel keluar dari ruang ganti dan ini sudah baju ke lima yang Amel coba "Bagaimana Amel udah capek ganti terus" Amel sudah merasa sangat lelah sekali


"Nahh ini baru cantik sayang" Faiz terpaku melihat Amel mengenakan gaunnya "Aku udah nggak sabar deh sayang"


"Nggak sabar apa kamu" Ucap Aneth


"Malam pertama Ma" Ucap Faiz


"Ishh Mas ini ngomong kok nggak pernah di saring, malu tau sama Mommy dan Mama"


"Nggak apa - apa sayang kan mereka juga udah rasain lebih dulu"


"Ngidam apa aku waktu hamilin anak ini"


"Sudah jeng nggak apa - apa, sekarang kamu Iz coba jas nya"


"Ok calon Mommy ku sayang"


Setelah banyak drama akhirnya Amel dan Faiz selesai melakukan fitting baju


"Iz Amel pulang dengan Mommy yah, kamu mulai hari ini sampai acara nikah nggak boleh ketemu dulu" Ucap Fransiska


"Loh masa gitu Mom, nggak adil dong, kalau aku rindu gimana Mom"


"Ya elahh tiga hari doang" Ucap Aneth


"Ma tiga hari bagi Faiz itu lama banget, sehari aja aku nggak ketemu kepalaku mumet banget Ma"


"Nggak apa - apa Mas, kan setelah itu kita akan terus bersama" Ucap Amel membujuk Faiz


"Lusa aja yah Mom, Ma?"


Fransiska menggeleng "Tahan dulu aja nak, nggak lama kok cuman tiga hari aja"


"Ya udah Iz kita pulang yuk, Papa udah nungguin dirumah"


Faiz mau tidak mau harus menuruti kedua wanita itu, kemudian Faiz langsung memeluk Amel sangat erat "Sayang jaga dirimu, aku mencintaimu"


Amel kemudian membalas pelukan Faiz "Iya Mas aku tau, udah yah malu di liat orang"


"Dasar anak nakal, sudah jangan banyak drama ayo kita pulang"


Faiz melepaskan pelukannya kemudian mengecup kening Amel setelah itu ia bergegas masuk kedalam mobil.


Dikantor Audry sibuk memeriksa berkas yang seharusnya Amel kerjakan, mau tidak mau iya harus menyelesaikan semua pekerjaannya walaupun dibantu oleh wina asisten Amel


"Win kau harus menggantikan posisi Amel"


"Loh kenapa Nona, bukan kah Nona Muda cuman mengambil cuti??"


"Faiz tidak akan membiarkannya bekerja Win dan aku harap kau secepatnya selesaikan pekerjaan ini"


"Baiklah Nona"


"Maaf Nona saya pamit keluar" Ucap Wina keluar meninggalkan Audry dan Darren


"Ada apa kamu kesini Mas, bukan kah sudah kukatakan jika ada sesuatu menyangkut kerja sama kita kamu bisa menghubungi asisten ku"


Darren menghampiri Audry dan duduk diatas meja Audry tepat disamping Audry "Aku hanya ingin bertemu dengan sepupuku"


Audry menghentikan pekerjaannya "Bicaralah apa yang kamu inginkan Mas"


"Aku menginginkan dirimu"


"Jangan bercanda Mas"


"Kenapa kau terus menghindariku Audry?? apakah kau masih membenci ku karena masalalu kita"


"Maaf Mas aku sudah tidak ingin membahas apapun itu dan tolong Mas keluar dari sini"


"Sampai kapan kamu harus mendiamkan ku Audry"


"Kalau Mas tidak ingin keluar dari ruangan ini maka aku yang akan pergi"


"Baiklah aku akan pergi dan tolong jaga kesehatan mu jangan terlalu bekerja"


Audry hanya diam menatap punggung Darren yang berjalan kearah pintu


Malam harinya Faiz seperti orang gila karena ponsel Amel disita oleh Jhonson agar Faiz tidak bisa berkomunikasi dengan Amel sampai mereka menikah


"Oh Tuhan aku sangat merindukan calon istriku" Ucap Faiz sambil mengacak rambutnya


Farid yang melihat kakaknya yang berantakan itu tertawa "Sabar kak bentar lagi juga halal"


"Diam, kau tidak tau rasanya rindu dengan orang yang kau cinta"


"Jangan ganggu Kakakmu rid, bisa - bisa kau dimakan karena merindui calon istrinya"


"Kalian sama saja, aku mau kekamar kepalaku tambah sakit melihat kalian semua"


Sedangkan di tempat Amel, Jhonson tertawa yang mengerjai Faiz


"Dad berikan Ponsel ku, kasian Mas Faiz nya"


"Tidak sayang, Daddy akan memberikan sedikit pelajaran pada calon mantu Daddy sepertinya seru mengerjai anak itu"


"Daddy jangan seperti itu, Kasian nak Faiz nya biarkan saja kan cuman teleponan doang, nggak ketemu" Ucap Fransisksa


"Nggak Mom, biarkan saja anak Nakal itu menderita sampai hari pernikahan mereka" Jawab Jhonson


"Kak Audry pinjam ponsel nya aku mau menghubungi Mas Faiz"


Audry hendak memberikan ponselnya tapi di cegah oleh Jhonson


"Audry kalau kau berikan pada adikmu, Daddy pastikan kau juga mendapat hukuman"


"Maaf Mel, kakak nggak mau dapat hukuman dari Daddy jadi kau nikmati saja masa - masa rindumu itu"


"Kalian jahat" Amel berdiri kemudian langsung masuk kekamarnya


"Biarkan saja, jangan di bujuk" Ucap Jhonson enteng


"Daddy tega tau, adikku pasti sedih Dad"


"Jangan pikirkan adikmu itu, pikirkan saja dirimu kapan kau mau menikah, kamu udah keduluan sama Amel"


"Aku belum pikirkan Dad"


"Setelah pernikahan Amel, Daddy akan memperkenalkan kau dengan anak rekan bisnis Daddy"


"Dad aku punya pilihan sendiri jadi tolong jangan menjodohkan ku"


"Sampai kapan Daddy dan Mommy akan menunggu mu nak"


"Sabar Dad"


"Jangan memaksanya Dad biarkan Audry memilih jalan hidupnya sendiri" Fransiska ikut menjawab


"Hmm, baiklah aku hanya kasihan pada mu nak, kau harus menjalankan bisnis Daddy sendiri, Daddy hanya ingin kau yang terbaik untukmu"


"kan ada Daddy, aku juga ngga terlalu terbebani, Wina akan membantuku di perusahaan menggantikan Amel"


"Daddy setuju, dan sebaiknya kau cari karyawan untuk membantu Wina kasihan kalau dia harus mengurusnya sendiri"


"Daddy tenang saja" Ucap Audry


#Tbc