
Amel dan Hani tiba di halaman rumah. Amel keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam rumah dan bergegas kekamar nya
Amel bahkan tidak mempedulikan orang - orang yang berada di ruang tamu, bahkan Amel tidak memperhatikan kalau Darren sedang berada di rumahnya.
Fransiska memanggil Amel yang berlari ke arah tangga, Hani menyusul masuk kedalam rumah mengejar Amel tapi di jegat oleh Jhonson.
"Ada apa Hani, kenapa dengan Amel" Ucap Jhonson
Kemudian Hani menghampiri mereka diruang keluar keluarga "Amel mendapati Faiz berduaan dengan seorang wanita dikamar Hotel"
"Apaa" Ucap Fransiska
Kemudian Hani menceritakan semua kejadiannya, Darren nampak menahan amarah sedangkan Fransiska sudah khawatir dengan putrinya.
"Sialan, beraninya dia menyakiti adikku" Ucap Darren sambil mengepalkan tangannya
Jhonson mengusap wajahnya "Masalah apa lagi yang menimpa putriku"
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus memberikan pelajaran pada pria brengsek itu" Darren kemudian berdiri dan menghampiri Faiz dirumahnya tapi langkahnya di hentikan oleh Audry
Tiba - tiba saja Faiz muncul dari arah pintu dengan wajah tampak frustasi. Darren yang melihat Faiz langsung berlari menuju Faiz dan memberi pukulan pada wajah Faiz.
Bughhhh...
"Bajingan kau, berani - beraninya kau menyakiti adikku" Ucap Darren penuh amarah
Ujung bibir Faiz tampak mengeluarkan darah "Maafkan aku, ini tidak seperti apa yang Amel lihat, kumohon dengarkan penjelasan ku"
Bughhhhh...
Pukulan kedua yang diberikan oleh Darren sehingga Faiz terjatuh "Bangun kau bajingan, dasar menjijikan, " Darren kemudian menarik kemeja baju Faiz agar Faiz berdiri
"Darren berhenti" Ucap Jhonson kemudian berjalan kearah mereka berdua disusul oleh Audry dan Fransiska juga Hani
"Uncle aku bisa jelaskan kumohon" Ucap Faiz menunduk dihadapan Jhonson
"Sebaiknya kau pulang Faiz, jangan sampai Uncle bertindak lebih kejam lagi"
"Tapi Uncle aku tidak bersalah aku dijebak, aku ingin menemui Amel, kumohon Uncle"
"Pergi Uncle bilang, dan jangan menemui putriku lagi"
"Tidak Uncle aku sangat mencintainya, Amel adalah hidupku"
"Jika kau mencintainya maka buktikan kalau kau tidak bersalah"
"Aku janji akan menyelesaikan semuanya, tapi kumohon biarkan aku bertemu dengannya"
"Tiidaaakkkkkk, sekarang kau pergi dari sini atau kau aku buat bonyok" Ucap Darren
"Pergilah, Jangan buat Uncle bertindak kasar kepadamu"
Kemudian Faiz mengusap wajahnya, "Baiklah Uncle tapi aku tidak akan tinggal diam, akan kubuktikan semuanya dan akan kupastikan kalau Amel akan tetap berada disisiku karena aku sangat mencintainya"
"Silahkan" Ucap Jhonson
Faiz akhirnya meninggalkan kediaman keluarga Jhonson, dan segera menghubungi anak buahnya untuk menyelidiki anita
Fransiska dan lainnya kemudian berlari ke arah kamar Amel.
"Sayang buka ini Mommy, please biarkan Mommy masuk" Ucap Fransiska karena pintu kamar Amel terkunci tapi tidak dipedulikan oleh Amel bahkan sekarang Amel semakin menangis histeris
"Dad lakukan sesuatu, aku takut adikku kenapa - napa" Ucap Audry
"Biar Darren dobrak kalian minggirlah" Ucap Darren kemudian Darren berusaha mendobrak pintu kamar Amel
Darren terus mendobrak pintu kamar Amel, tidak lama pintu kamarnya berhasil dibuka dan Darren langsung berlari ke arah Amel yang duduk sambil memeluk lututnya di samping tempat tidurnya
Amel semakin histeris di pelukan Darren dan meluapkan semua kekesalannya dengan mengigit tangan Darren dengan sangat keras
"Amel sayang lepaskan gigitan mu, Abangmu akan terluka jika kau terus menggigitnya" Ucap Fransiska tapi Amel tetap menggigit Darren dengan sangat kuat
"Biarkan saja Aunty" Ucap Darren yang menahan sakit akibat gigitan Amel dan Audry tampak meringis melihat Darren
Setelah Amel mulai merasa tenang akhirnya Amel melepaskan gigitannya kemudian terisak "Hiks.. Hiks... Abang Amel ingin pulang kerumah Ayah, Hiks.. Hiks"
"Sayang disini ada Abang dan yang lain, kami akan melindungimu" Darren kemudian mengusap kepala Amel
"Aku ingin Ibu" Ucap Amel dan kini Fransiska merasa sangat sedih mendengar ucapan Amel
Darren yang menyadari semuanya langsung melepaskan pelukan Amel dan menatap adiknya "Hei kan disini ada Mommy dan Daddynya Amel"
Amel kemudian menatap keluarganya satu persatu "Mommy"
Fransiska kemudian menghampiri putrinya dan mengangkat putrinya ke atas tempat tidurnya dan langsung memeluknya
"Mom apa salah Amel sehingga Amel dikhianati oleh Faiz"
"Sayang, jangan seperti ini kamu nggak salah apa-apa, jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri"
"Hiks.. Hiks.. Amel nggak mau tinggal di sini lagi Amel ingin kembali ke Indonesia"
"Sayang jangan bicara seperti itu, Mommy nggak mau pisah sama kamu lagi, Mommy dan Daddy akan menjagamu, Daddy dan Abangmu tidak akan tinggal diam mereka akan mencari tau semuanya"
"Hiks.. Hiks.. Aku melihatnya Mom, Faiz... Hiks.. Menghianatiku.. Hiks"
Fransiska menghapus airmata putrinya "Sudah sayang, jangan menangis lagi sekarang kamu istirahat yah"
"Mom jangan tinggalkan Amel"
"Mommy akan menemanimu, sekarang berbaringlah" Kemudian Amel berbaring dan memejamkan matanya
Fransiska mengelus - elus kepala Amel "Kalian keluarlah biar aku yang menjaganya"
Jhonson dan yang lainnya akhirnya keluar dan meninggalkan Fransiska dan Amel dikamar
"Kalau begitu Hani pulang dulu Uncle, takut orang rumah mencari Hani" Ucap Hani
"Yahh sudah kamu hati - hati sayang, dan terima kasih selama ini kamu selalu bersama putri Uncle" Ucap Jhonson yang di angguki oleh Hani "Dan kamu Darren, sebaiknya kamu obati lukamu dulu, sepertinya gigitan putriku cukup kuat"
"Thank you Uncle"
"Kalau begitu Uncle tinggal, Uncle akan menghubungi anak buah Uncle dulu untuk mencari tahu semuanya"
"Iya Uncle"
#Tbc