Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Pergi


Beberapa hari setelah kejadian di rumah orang tua Faiz, Amel sudah lebih baik dan sudah melupakan perihal ucapan mertuanya tentang keturunan dan hari ini Amel berencana untuk menemui Faiz di kantornya untuk mengajak makan siang di luar.


Amel sengaja tidak memberi tahukan kedatangannya pada suaminya, Amel ingin memberi kejutan pada suaminya, setelah Amel selesai berdandan waktunya ia berangkat ke kantor suaminya itu dan diantar oleh supir pribadi.


Sekitar 20 menit Amel akhirnya sampai dikantor milik suaminya, semua karyawan memberi salam kepada istri CEO itu dan banyak juga yang mengagumi kecantikan istri dari Faiz Abraham.


Amel kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan, sesampainya disana ia di sambut oleh sekretaris Faiz yaitu Desi, Amel kemudian memberikan senyum ramahnya pada Desi.


Belum sampai Amel masuk, ia mendengar pembicaraan Faiz dengan seseorang, sontak langkahnya terhenti dan mendengarkan percakapan mereka berdua di dalam ruangan.


"Iz apakah kau tidak ingin memiliki anak, aku tau istri mu itu akan susah mengandung ada masalah pada rahim istrimu"


"Apa yang kau ketahui tentang istriku itu Anita?"Ucap Faiz berbicara dengan Anita


"Aku tau bahwa istrimu itu akan sulit mengandung, dan aku tau dari dokter yang menangani istrimu"


"Jangan berbohong kau Anita" 


"Aku tidak berbohong Iz, dan jika kau membutuhkan keturunan, aku siap untuk mengandung anakmu itu"


"Ya aku ingin memiliki keturunan"


Hati Amel seakan teriris mendengar ucapan suaminya yang ingin memiliki keturunan, dan Anita siap memeri Faiz keturunan, Amel kemudian pergi meninggalkan kantor suaminya dan Amel berusaha menahan air matanya di depan para karyawan.


Desi pun tak banyak bicara melihat istri atasan nya, karena mungkin saja Nyonyanya itu ada kepentingan mendadak.


Amel kemudian segera masuk kedalam mobil dan pulang ke rumahnya, Ia kemudian memasukkan pakaian nya kedalam koper, kemudian iapergi meninggalkan rumahnya dan meletakkan surat di atas ranjang.


Kembali ke Anita dan Faiz


"Iz apakah kau tidak ingin memiliki anak, aku tau istri mu itu akan susah mengandung"


"Apa yang kau ketahui tentang istriku itu Anita?"Ucap Faiz berbicara dengan Anita


"Aku tau bahwa istrimu itu akan sulit mengandung, dan aku tau dari dokter yang menangani istrimu"


"Jangan berbohong kau Anita"


"Aku tidak berbohong Iz, dan jika kau membutuhkan keturunan, aku siap untuk mengandung anakmu itu"


"Ya aku ingin memiliki keturunan" Faiz kemudian tersenyum membayangkan wajah istri yang sangat di cintainya kemudian melanjutkan ucapannya "Tapi aku hanya ingin anak dari rahim istriku bukan kamu Anita"


"Tapi Iz, istri itu"


"Cukup Anita" Bentak Faiz "Bukan kah kau juga seorang wanita seharusnya kau tau diri aku ini laki - laki yang beristri dan aku sangat mencintai istriku, kau bahkan tidak sebanding dengan istriku kau tidak lebih dari wanita murahan yang rela memberikan tubuhmu, dan kalaupun aku tidak di beri keturunan bagiku cukup istriku berada disisiku"


Seketika Air mata anita tumpah sungguh hatinya sangat sakit menerima penolakan, Anita akhirnya sadar bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, Faiz begitu sangat mencintai istrinya, kemudian Anita beranjak keluar dari ruangan Faiz


"Semoga kau bahagia dengan istrimu Iz, maaf aku telah menodai persahabatan kita" Ucap Anita meninggalkan ruangan Faiz


Jam menunjukkan pukul empat sore dan waktunya Faiz pulang kerumahnya, di dalam Lift Faiz bersama Desi dan juga Dami.


"Tuan tumben tadi Nyonya Amel mampir hanya sebentar biasanya akan menunggu Tuan sampai pulang"


Faiz tampak heran dengan penuturan sekretarisnya itu "Tapi dia tidak menemui ku Des"


"Loh tapi Nyonya tadi bilang ingin menemui anda di ruangannya"


Deg


Seketika jantung Faiz berdetak lebih kencang "Sekitar pukul berapa Des istriku ke sini?"


"Pukul satu tadi Tuan"


Faiz baru ingat pukul satu tadi Anita datang mengunjungi Faiz "Shitt"


Ketika lift terbuka Faiz dengan cepat berlari menuju mobilnya kemudian melaju ke rumahnya.


"Sampai dimana kamu mendengarkan percakapan ku sayang"Gumam Faiz


Setibanya Faiz di rumahnya, ia langsung berlari masuk mencari istrinya,


"Sayang"


"Sayang"


Faiz kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya, mencari di penjuru kamar tapi tidak menemukan keberadaan istrinya. Faiz pun memeriksa lemarinya dan ternyata baju - baju Amel sudah tidak ada.


Arrrrghhhhttttt


"Kenapa kamu meninggalkan ku sayang" Ucap Faiz Frustasi


Faiz kemudian melihat sepucuk surat yang tergeletak di atas tempat tidur, Faiz kemudian membuka dan membacanya


Hai Mas Faiz...


Mungkin ketika Mas mendapat surat ini aku sudah tidak di rumah ini lagi


Maafkan aku Mas karena telah menyembunyikan rahasia besar ini dari kamu Mas


Aku terlalu egois, karena aku terlalu takut untuk kehilanganmu


Aku tidak memberi tahumu tentang kondisiku yang tidak bisa memberimu keturunan karena kondisi rahimku yang lemah


"Bodoh kamu Sayang justru kamulah kebahagiaanku, dan aku tidak peduli kalau aku tidak mendapat keturunan yang terpenting kamu tetap bersamaku" Ucap Faiz


Tapi aku sadar ketika aku datang ke kantormu dan maaf karena aku lancang mendengar percakapan kamu dan kak Anita


Kamu berhak bahagia Mas, dan aku yakin kebahagiaan mu itu ada pada Kak Anita 


karena Kak Anitalah yang dapat memberi mu keturunan, 


Aku mengalah atas hubungan ini, 


Aku menunggu surat perceraian darimu, Semoga kamu bahagia dengan Kak Anita


Aku mencintaimu Mas, sampai kapan pun


Tertanda


Amel


"Jangan harap aku menceraikanmu dan sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan mu pergi dari hidupku kamu bodoh, Kamu bodohhhhhh Meninggalkaaannku... Argggggghhhhhhh" Ucap Faiz frustasi dan perlahan air mata nya tumpah.


Faiz kemudian mencari semua ART dan juga Security yang bekerja di rumahnya.


"Maafkan saya Tuan tapi Nyonya bilang pada saya bahwa ia akan pergi liburan dan dia sudah meminta izin kepada anda Tuan" Ucap Security


"Terus dia tidak bilang mau kemana"


"Maafkan saya tuan, hanya itu yang di ucapkan Nyonya pada saya"


"Bodohhhhh"


Faiz kemudian menyambar kunci mobilnya dan pergi kerumah mertuanya, tapi setelah Faiz disana ia tidak menemukan istrinya bahkan Fransiska dan Jhonson sangat syok saat membaca surat putrinya itu.


Hari semakin larut akhirnya Faiz pulang kerumah orang tuanya, Wajah Faiz sudah pucat dan pakaiannya sudah berantakan, Aneth yang sudah di beri tahu oleh putranya itu juga sangat syok, ada rasa bersalah pada Amel karena terus menanyakan perihal kehamilannya.


"Sebaiknya kamu istirahat Iz, bersihkan tubuhmu"


"Tapi Ma, Amel bagaimana, bahkan Dami sudah mengecek semua jalur transportasi dan istriku tetap saja belum di temukan"


"Mungkin istrimu masih ada di negara ini, dan Mama akan suruh Papa untuk mengerahkan anak buahnya untuk mencari istrimu"


"Ma.. aku takut kehilangan istriku Ma, aku sangat mencintainya. hiks.. hiks"


"Sudah sayang sebaiknya kamu istirahat dulu semoga kita mendapat kabar dari istrimu"


Faiz mengusap air matanya " Semoga saja Ma, karena aku sangat merindukan istriku"