Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Cemburunya Amel


Kini Faiz dan Amel sudah berada di restoran dan menunggu pesanannya datang, Faiz terus menatap Amel sambil tersenyum


"Kenapa menatapku terus" Ucap Amel yang merasa risih ditatap terus


"Kamu Cantik" Ucap Faiz


"Aku tau, tapi jangan gitu juga natap nya aku malu"


"Biarin aku mau tatap wanitaku terus menerus"


"Awas nanti bosan loh"


"Nggak akan pernah sayang, Bahkan walau aku harus menatap mu 24 jam aku tidak akan pernah bosan"


"Gombal" Kemudian mereka tertawa


Tidak lama pesanan makanan nya datang kemudian mereka menyantapnya, dan ada seseorang yang menghampiri dua sejoli itu


"Hai Iz apa kabarmu" Ucap wanita itu


"Hei, Anita aku baik, and You??" Ucap Faiz


Kemudian Anita mencium pipi Faiz dan memeluknya didepan Amel "Aku baik Iz"


Amel terkejut melihat tingkah mereka, Kini Amel sudah tidak ***** makan lagi, Faiz yang melihat Amel merasa tidak enak karena Anita tiba - tiba mencium dan memeluknya


"Oh Iya Iz, dia siapa" Ucap Anita yang melirik ke arah Amel


"Kenal kan Ini Amelia, Kekasih ku" Ucap Faiz kemudian tersenyum kearah Amel


"Hai aku Anita, Sahabat yang sangat dekat dengan Faiz" Sambil menjulurkan tangannya ke Amel


"Hai aku Amelia, Salam kenal kak" Ucap Amel yang membalas uluran tangan Anita


"Kau orang Indonesia???" Ucap Anita yang dibalas senyum oleh Amel "Astaga, Kau tau aku dan Faiz juga sama - sama orang Indonesia asli.. bahkan kami di besarkan disana"


"Aku baru tau kalau Faiz orang indonesia, aku kira dia Fasih berbahasa Indonesia karena faktor lingkungan" Ucap Amel sambil melirik Faiz


"Astaga kau ini Mel, masa kekasih mu sendiri kau tidak tau, kau ini betul - betul mencintai Faiz apa tidak sih masa asal usul kekasih mu saja kau tidak tau" Ucap Anita mengejek


Faiz kini mulai panas dingin, sebab Amel sudah mengeluarkan aura - aura iblisnya


"Ohh iya kak, aku saja tidak yakin dengan Pria di hadapan ku ini"


"Kalau kau tidak yakin jangan menikah dengan nya lebih baik Faiz menikah dengan ku saja karena aku lebih mengenal Faiz darimu"


Amel sudah tidak bisa berkata - kata lagi mendengar ucapan Anita, ingin rasanya iya meninggalkan tempat itu sekarang juga


"Nit sebaiknya kau pesan makan dari pada ngobrol seperti ini" Ucap Faiz


"Tidak Iz aku harus balik, nanti kalau ada waktu kita ketemua yahh" Ucap Anita kemudian mencium pipi Faiz dan pergi meninggalkan Amel dan Faiz


Faiz kini ingin mencairkan suasana " Ssayang, lanjut makannya keburu dingin"


Amel masih memikirkan perkataan Anita tentang latar belakang Faiz "Aku mau pulang saja, aku sudah kenyang"


"Tapi makanan mu masih banyak bahkan masih utuh sayang"


"Aku diet" Kemudian Amel berdiri tapi di tahan oleh Faiz


"Tunggu aku bayar dulu" Ucap Faiz kemudian mengambil dompet dan mengambil beberapa uang dan menyimpan di atas meja.


Kini Faiz dan Amel sudah berada di dalam mobil, sepanjang perjalanan ada hanya keheningan, Faiz melirik sesekali Amel dan Amel kini hanya menatap keluar jendela


"Sayang, Kamu marah" Ucap Faiz yang kini membuka pembicaraan


"Aku capek Iz" Ucap Amel yang masih memandang keluar


"Maaf, Atas ucapan Anita tadi"


"Sayang jangan bicara seperti itu"


"Tidak Iz, kak Anita memang benar kenapa aku bisa menerimamu secepat ini, bahkan aku tidak mencari tahu dari mana kau berasal, dan kau juga tidak tau tentangku"


Kini Faiz menghentikan mobil nya "Apa yang ingin kau tau dariku aku akan jawab semua"


Amel menggeleng dan menatap Faiz "Aku sudah Pikirkan Iz, sebaiknya kita undur pernikahan ini dulu dan bukan karena masa lalu mu tapi kau juga harus mengetahui siapa aku sebenarnya"


"Aku tau kamu siapa kau dan aku tau kejadian kenapa kamu pergi dari sini"


"Tapi kau tidak tau apa yang aku lakukan selama berada di indonesia"


"Aku tidak peduli bagiku kau adalah cintaku, hidupku, jadi tolong jangan pernah ada dipikiran untuk meninggalkanku"


"Iz, Aku tidak pantas untukmu"


Faiz kini menggenggam tangan Amel "Mel Tolong jangan bicara seperti itu, kau ini kenapa hanya karena Anita mengatakan seperti itu kau ingin menyerah"


"Iz, Kak Anita mencintaimu dan dia lebih mengenal mu dari aku"


"Sayang dia hanya sahabatku, aku hanya mencintaimu"


"Tapi Aku, Aku" Ucap Amel tertahan


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin kamu selamanya" kemudian Faiz menarik tubuh Amel kepelukannya "Kau tau memikirkan untuk berpisah dengan mu saja hatiku sangat sakit, apalagi kalau kau betul - betul meninggalkan ku"


"Iz aku juga mencintaimu, Sangag" Amel kini terisak


Faiz melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata Amel "Sayang aku akan ceritakan semuanya, sebenarnya aku tidak ingin membahas ini lagi tapi aku akan terbukan denganmu. Aku memang berasal dari Indonesia, Mama orang jawa Asli dan Papaku Indonesia Singapura, Kakakku sekarang yang bernama Farhan berada di Indonesia meneruskan bisnis kami disana dan aku disini, aku sebenarnya memiliki masalah dulu disana sehingga keluargaku memutuskan menetap disini, waktu usiaku menginjak 15 tahun aku hampir melenyapkan nyawa seorang gadis aku berkelahi dengan teman sekelas gadis itu dan aku tidak sengaja mendorong gadis itu karena iya ingin menyelamatkan teman laki - lakinya itu kemudian aku melihat gadis sudah itu berlumuran darah dan pada saat itu aku mengalami ketakutan, sampai aku mengurung diriku di kamar berbulan - bulan sampai akhirnya orang tuaku membawa kami untuk tinggal disini dan kau tau dulu aku pernah berjanji pada diriku jika aku bertemu dengan gadis itu lagi aku ingin menebus kesalahan itu, tapi aku tidak tau kapan bisa bertemu dengan nya lagi dan terakhir kedua orangtuaku mencari keberadaannya dia sudah tidak berada di Indonesia"


"Jika kau bertemu dengannya kau ingin apakan gadis itu"


"Aku akan mengabulkan permintaannya apapun yang dia inginkan"


"Kalau mengajak mu menikah bagaimana??"


"Kecuali itu, aku tidak ingin menikah dengan siapa - siapa kalau bukan dengan mu. Paham"


"Iz kau tau aku dulu waktu umurku masih sekitar 7 tahun aku pernah terjatuh karena ulah laki - laki nakal di sekolah tapi aku tidak ingat lagi apa yang terjadi setelahnya"


"Sayang, Mungkin semua yang kita alami itu jadi pembelajaran kita, dan kalau mengungkit masa lalu sepertinya semua orang memiliki masa lalu kelam dan kau tidak perlu khawatir aku sudah mengetahui kegiatan mu di Indonesia"


"Tau dari mana kamu" Ucap Amel


"Bukan Faiz Abraham namanya kalau aku tidak mengetahui kelakuan mu disana, dan menurutku itu tidak jadi masalah, aku mencintai mu tanpa alasan dan ingat Anita itu cuman sahabatku tidak lebih"


Amel kini memeluk Faiz sangat erat "Maafkan ke egoisanku Iz"


Faiz membalas pelukan Amel "kau tidak egois aku yang kurang peka dengan perasaan mu dan membiarkan Anita berbicara seperti itu tanpa aku menegurnya"


"I Love You Faiz Abraham"


"I Love You More Amelia Jhonson"


Kemudian mereka melepaskan pelukannya "Sekarang aku ingin mengajak mu jalan - jalan" Ucap Faiz


"Kemana" Ucap Amel


"Kemanapun kekasihku ingin pergi aku akan mengikutinya"


"Tapi kerjaan kamu"


"Tidak ada lebih penting dari kamu sayang"


Kini Faiz melajukan mobilnya dan mengajak Amel berkeliling hingga mereka puas