Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Berjanji


Akhirnya masakan Amel dan Faiz sudah jadi, mereka menata makanannya di meja makan, hari ini Amel masak Ayam Rica, Tempe goreng dan Capcai"


"Alhamdulillah akhirnya masakan nya udah jadi"


"Alhamdulillah sayang, Ayo duduk aku sudah lapar"


Kemudian mereka duduk dan Amel menuangkan nasi kepiring Faiz "Kamu mau lauk yang mana??"


"Aku mau semuanya sayang" Kemudian Amel memberikan lauk ke Faiz


Faiz memasukkan makanan kedalam mulutnya dan mengunyah nya dengan perlahan "Hmm.. Enak sayang, kamu belajar masak dari mana, kok bisa seenak ini sih"


"Kalau di Indo aku sering masak bantu Ibu, tapi semenjak aku tinggal disini baru kali ini aku masak lagi"


"Memangnya kalau di rumah mu kamu nggak bantu Mommy masak gitu yank"


Amel menggeleng "Mommy yang masak dibantu para pelayan dan mungkin juga Mommy nggak tau kalau aku jago masak"


"Ya udah nanti kalau kita udah nikah aku minta kamu selalu masakin aku yah, karena masakan istri itu lebih enak daripada makanan luar"


Amel kemudian tersenyum "Kamu habisin makan mu nanti kita lanjut bicaranya"


Faiz mengangguk kemudian menghabiskan makanan nya bahkan kali ini Faiz nambah nasinya saking enaknya masakan Amel


Setelah mereka selesai makan Amel kemudian membereskan piringnya, kemudian mereka beristirahat sejenak


Faiz dan Amel memilih duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi, Amel menyandarkan kepalanya di dada bidang Faiz sedangkan Fais melingkarkan tangannya dibahu Amel


"Sayang, kamu masih kerja di rumah sakit"


"Hmm" Ucap Amel yang memejamkan matanya merasakan kenyamanan di dada bidang Faiz


"Sayang aku mau berhenti saja dari tempat itu, lagian kamu juga harus bantu Audry mengurus perusahaan Daddymu"


Amel menggeleng "Tidak Iz aku tidak bisa, lagian aku hanya masuk tiga kali seminggu saja dan itu permintaan Daddy ku pada Kak Edrick"


"Kenapa kamu tidak bekerja di salah satu rumah sakit Daddy mu, kenapa kamu harus di rumah sakit milik kak Edrick??"


"Aku tidak mau, cukup di kantor saja orang mengenalku kalau aku anak Daddyku, aku ingin menjadi diriku aku tidak ingin dihargai karena aku anak dari seorang Tuan Jhonson"


"Tapi sayang bukan kah kau patut bangga kalau kau ini seorang anak dari pengusaha sukses yang bisnis nya dimana-mana bahkan hampir seluruh dunia mengenal Daddymu"


Amel kembali menggeleng "Aku bangga menjadi putri Daddyku tapi aku juga ingin memiliki privasi sendiri"


"Kau tau sayang apa yang membuatku begitu sangat mencintaimu" Amel kini memperbaiki posisinya dan menatap mata Faiz "Karena sifat kamu yang tidak pernah menyombongkan kekuasaan orangtuamu dan kamu itu termasuk wanita mandiri berani mengambil resiko dalam hidupmu"


"Aku belajar dari masa laluku saja, kalau tidak selamanya aku harus bergantung pada orang tua ku"


"Aku meminta padamu sayang tetaplah bersamaku, apapun yang terjadi padaku"


"Dan aku juga meminta padamu, sebesar apapun masalahmu tetaplah berbagi denganku"


"Aku mencintai mu"


"Aku tau" Ucap Amel sambil tersenyum menggoda


"Kok jawabnya gitu sih sayang" Faiz kini merajuk


"Aku baru tau seorang Faiz Abraham CEO Muda yang sangat terkenal dengan sifat dingin dan angkuhnya bisa juga merajuk seperti ini"


"Yahh itukan kalau diluar sayang tapi kalau bersamamu dan keluargaku beda lagi ceritanya"


Amel kini terbahak melihat ekspresi manja Faiz "Yah sudah ini sore sebaiknya kamu antar aku pulang"


"Cium dulu" Kemudian Faiz memonyongkan bibirnya


"Hahah, yahh sudah kalau begitu ayo aku antar kamu pulang"


Ditempat lain seorang seorang pria dibuat pusing oleh ibunya karena dirinya tak kunjung menikah dan di sisi lain dia harus ke Singapura untuk mengembangkan bisnisnya disana dan bekerja sama dengan perusahaan Jhonson


"Jadi kapan kamu mau menikah nak sedangkan umurmu sudah kepala tiga!!" Ucap Ratna


"Jangan mendesakku bu, aku masih ingin sendiri lagian aku juga masih sibuk dengan kerjaanku, dan kau Daffa bisakah kau saja yang terbang ke Singapura dan bertemu dengan Uncle jhonson untuk membahas kerja sama kita" Ucap Darren anak dari Sam dan Ratna


"Tidak bisa Bang, aku sudah buat janji dengan klien kita di Bali" Ucap Daffa


"Biar aku saja yang ke Bali dan kau yang menggantikan ku ke Singapura"


"Tidak bisa Bang, lagian aku hanya menangani proyek kecil saja selebihnya abang yang hendle"


"Kenapa sih kalian hanya membahas masalah pekerjaan, bisakah ketika kalian dirumah lupain kerjaan dulu" Ucap Ratna


Sam kini menghampiri istri dan anaknya itu yang tengah berdebat dan kemudian duduk disamping istrinya


"Kalian ini kenapa kerjaannya berdebat terus" Ucap Sam


"Ini nih Yah, ibu suruh Abang buru - buru nikah dan si Abang bikin daffa pusing pasalnya daffa disuruh tangani proyek di Singapura dan Abang gantikan Daffa di bali"


"Loh kok gitu sih Bang" Ucap Sam ke Darren


"Bukan begitu ayah, tapi Darren betul - betul tidak bisa tinggalin perusahaan disini"


"Kalau masalah disini nanti Ayah dan Daffa yang hendle kamu urus saja perusahaan kita di singapura, lagian juga Uncle Jhonson mintanya kamu yang wakili perusahaan kita untuk diskusikan masalah kerja sama dengannya"


"Tapi Ayah aku nggak bisa ninggalin kalian disini" Ucap Darren masih mencari alasan


"Kamu alasan aja nggak bisa ninggalin, kamu aja jarang pulang, apasih susahnya pindah ke Singapura lagian adik kamu Amel juga udah disana kamu bisa pantau perkembangan dia dengan orangtuanya" Jawan Ratna dengan sinis


"Amel pasti aman di sana Bu, Uncle Jhonson pasti punya cara luluhin anaknya yang keras kepala itu"


"Abang ini kenapa perkara ke Singapura saja udah kayak mau ke neraka aja" Ucap Daffah yang mulai kesal dengan tingkah abangnya


"Diam kamu"


"Kau yang diam, Ibu capek tau Bang mikirin kamu, kapan kamu nikah, ibu udah jodohin kamu sana sini tapi kamu tetap saja nolak, ibu juga udah pengen punya cucu" kemudian Rartna berfikir dan kembali bertanya "itu kamu normalkan, bisa berdirikan???"


Daffah yang mendengar kata - kata ibunya kini sudah terbahak - bahak dan Sam hanya geleng - geleng kepala saja


"Sudah Bu urusan nikah biar itu menjadi urusan Darren saja, dan kau Darren Ayah sudah tidak mau dengar sistem tawar menawar kamu tetap berangkat ke Singapura urus perusahaan kita disana"


"Abang ini kayak punya masa lalu kelam aja disana" Ucap Daffah yang mendapat pukulan dari Darren


"Baiklah Ayah bulan depan aku kesana tapi aku mau asisten ku ikut pindah kesana"


"Terserah kamu saja" Ucap Sam


"Yaa sudah aku mau masuk ke kamar pengen istirahat" kemudian Darren berjalan menuju kamarnya dan langsung membuang tubuhnya ketempat tidur


"Apakah aku bertemu dengan mu kembali, apakah kau sudah melupakan ku dan sudah memiliki kekasih" Ucap Darren dalam Hati


.


.


.


.


#Tbc