Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Wejangan Nabila


Amel kini berada di balkon kamarnya menatap bintang - bintang, Amel kembali memikirkan perkataan Aneth, ia bingung apakah ia harus menemui Faiz atau tetap pada janji nya kepada Cyntia


"Apa yang kau pikirkan" Ucap Nabila yang baru saja masuk ke dalam kamar Amel


Amel menoleh ke arah suara tersebut "Kak Nabila.. Kok ada disini"


"Besok kan Weekend jadi kakak mau nginap di sini"


"Ow, James mana kak"


"Dibawah sama Mommy"


Amel hanya tersenyum, kemudian kembali berbalik menatap langit dan bintang


"Kakak mau ngomong Mel" Ucap Nabila


"Ngomong aja kak, emang Amel pernah larang kakak ngomong"


"Ini masalah kamu dan Faiz"


Amel menatap kakaknya yang sudah berada disamping nya "Sudahlah Kak, Amel sudah ngga ada hubungan sama dia lagi kak" Amel tersenyum


"Kakak tau semuanya, alasan mu berpisah dengan Faiz, itu karena kamu takut sama Cyntia kan"


Amel terdiam sejenak "Ngga ada kok kak, cuman memang udah Amel udah ngga ada perasaan apa - apa dengan Faiz itu aja"


"Kamu jangan bohongin Kakak Mel, kakak sudah tau semuanya kalau Cyntia itu ngancem kamu kan"


"Kakak ngasal banget sih, ngga ada ngancem kok"


"Hani yang cerita sama kakak, jadi kamu ngga usah bohong"


"Dasar manusia durjana ngga bisa ngejaga rahasia orang"


"Kakak yang maksa, kakak ngancam Hani"


"Kak jangan beri tahu siapa - siapa yah cukup kita aja"


"Jadi keputusan mu sekarang apa??"


"Belum tau kak, Mama Faiz juga menemui Amel tadi siang dikantor"


"Terus"


"Mama Aneth bilang kalau semuanya lebih baik aku ceritain sama Faiz, biar Faiz bisa bantu aku apapun masalahnya"


"Nah tuh kan Mamanya Faiz udah kasi saran bagus terus apa lagi yang kamu khawatirkan, jangan sampai nanti kamu nyesal loh Mel"


"Aku ngga tau kak"


"Mel, Faiz itu orangnya bertanggung jawab apalagi dengan orang yang ia sayang, apalagi Faiz itu orang yang berperan penting di negara ini sama seperti Daddy dan Cyntia itu tidak apa - apanya"


"Tapi kak"


"Mel, Asal kamu tau aja saat ini Daddy sudah memberi pelajaran sama keluarga Cyntia gara - gara nyakitin kamu dan Audry"


"Kakak tau dari mana, Kok Amel nggak tau masalah itu"


"Makanya jangan kerja mulu, sekali - kali ngumpul sama keluarga biar tau masalah yang ada di keluarga kita"


"Yaa Maaf kak, nanti nggak lagi kok"


"Emang bisa???"


"Bisa lah kak, Suami Kakak kan udah pecat Amel di rumah sakit, Daddy juga udah tahan izin Amel buat biki usaha disini jadi sisa bantu kak Audry saja di kantor"


Nabila tertawa terbahak - bahak mendengar penturan Amel dan Nabila lah yang menyuruh suaminya memecat Amel di rumah Sakit


"Kan masih ada usaha mu di Indo Mel"


"Usaha Amel disana udah diurus sama sahabat Amel disana jadi Amel sisa dapat hasilnya aja"


"Tuh kan bagus"


"Iya tapi Amel juga mau ngembangin disini Kak, biar Amel yang ngurus disini dan di Indo ada fita sahabat Amel masa aku dapat enak nya aja nggak ikut serta sama bisnis aku"


"Cukup bantu Daddy di perusahaan aja, kalau usaha mu bangkrut, kamu nggak akan miskin karena harta Daddy sama Faiz nggak akan habis tujuh turunan delapan tanjakan"


"Ihh apa - apaan sih Kakak, belum tentu juga Amel bakalan sama Faiz"


"Temui Faiz besok yah, Kata kak Edrick Faiz lagi demam di apartemennya tadi Faiz nelpon minta diresepkan obat"


"Tapi Kak"


"Ish sakit tau kak" Ucap Amel sambil memegang kening nya yang di sentil oleh Nabila


"Kakak ngga mau tau, kamu perbaiki hubungan mu dengan Faiz, kasian Faiz kasian kamu juga sama - sama mendam rasa, urusan Cyntia kamu tenang aja Daddy yang urus"


Amel mengangguk kemudian memeluk Nabila "Makasih yah kak"


Nabila membalas pelukan adiknya "Iya sama - sama, kamu tenang aja nggak ada berani yang nyelakain keluarga kita selagi masih ada Daddy sayang" Kemudian Nabila melepaskan pelukannya "Yuk turun makan malam, Audry dan Mommy menunggu kita dibawah" Amel mengangguk kemudian mereka turun bersama


Apartemen Faiz


"Nih Bos obatnya, di minum jangan diliatin aja" Ucap Dami yang ditelepon oleh Faiz untuk mengantarkan obat


"Thanks"


"Bos, kok mukanya sekarang tua banget??"


"Brengsek kau" Ucap Faiz sambil melemparkan bantal sofa nya kearah Dami


Dami terkekeh "Baru kali aku liat kau kayak gembel, mana CEO dingin dan Arogan itu"


"Kalau mau ngatain sebaiknya pulang aja, lagian kan obatnya sudah ada sama saya"


"Yahh udah jaga kesehatan, aku mau ke Club dulu mau ketemu cewek -cewek" Ucap Dami yang memang dia adalah seorang Casanova


"Udah berapa cewek yang kau tiduran, ada yang hamil nggak"


"Tenang aja bos, kan pake pengaman, atau Bos mau juga nikmatin surga dunia"


"Brengsek kau, aku akan membuka segel ku sama istriku"


"Terserah kau saja Bos, Byee" Kemudian Dami keluar dari apartemen


Faiz kini kembali kedalam kamar setelah meminum obatnya, beberapa hari ini Faiz memang tidak enak badan tapi Faiz tidak ingin orangtuanya datang menemuinya, ia hanya ingin sendiri, Faiz terpaksa menyuruh datang kalau ada penting saja"


"Susah banget lupain kamu Mel, hatiku memang hanya untukmu sayang, aku sangat merindukan mu Mel, aku begitu mencintaimu" Gumamnya


Pagi harinya Amel sudah siap untuk menemui Faiz, ia mengikuti saran Mama Aneth dan juga kakaknya Nabila


Amel turun dan menuju makan untuk sarapan "Morning"Kemudian Amel mencium pipi Fransiska


"Morning sayang" Ucap Fransiska


"Kakak nggak dicium nih" Ucap Audry dan nabila hanya terkekeh


Amel kemudian mencium pipi Audry dan juga Nabila "James mana"


"Lagi main di taman sama susternya"


"Oww" Kemudian Amel mengambil nasi goreng kesukaan nya


"Mau kemana sayang kok udah rapi banget" Ucap Fransiska


"Amel ada urusan Mom"


"Urusan apa" Ucap Audry


"Ada deh"


"Kalau ditanya tuh jawab yang bener"


Amel terkekeh "Ya ada deh kak, Mom Daddy pulangnya kapan, lama banget di bangkoknya"


"Besok pulang sayang"


"Alhamdulillah akhirnya Amel udah bebas dari urusan kantor, waktunya Amel nyantai kak Audry juga udah masuk kan"


"Hmm"


Amel kembali memeluk Audry dari samping "Sayang banget sama kakak ku"


"Sekarang udah sayang dulu aja kek jijik sama aku"


"Ihh kakak ngga boleh gitu tau, ngga baik loh bahas masa lalu terus"


"Udah Ah jangan bicara mulu, cepat selesaikan makannya" Ucap Fransiska


Setelah sarapan, kini Amel melajukan mobilnya ke Apartemen Faiz tidak lupa ia membeli beberapa makanan untuk Faiz, karena Amel tau kalau Faiz pasti belum sarapan


#Tbc