
Ke esokan harinya, sesuai janji Faiz pada istrinya kalau hari ini mereka akan berkunjung kerumah orang tua Amel.
"Sayang bangun, katanya mau ke Rumah Mommy" Ucap Faiz membangunkan Amel
"Hoammm... Hufft badanku pegal semua karena ulahmu Mas" Ucap Amel yang masih menutupi tubuh polosnya dengan selimut
Fiz terkekeh "Maaf sayang, habisnya kamu itu udah candu bagiku, kalau nggak nyentuh kamu pasti aku pening"
Bagaimana tidak remuk tubuh Amel kalau Faiz menggarapnya berkali - kali, bahkan mereka menyelesaikan penyatuannya pukul 4 pagi
"Jadi selama 6 bulan ini kamu cari pelampiasan di mana Mas"
"Dikamar mandi sambil bayangin kamu, aku maju mundurin tangan aku sambil nyebut ahh Istriku kau nikmat, ohhhh"
Amel mencubit perut Faiz "Aww.. sakit sayang"
"Ya kamu kalau ngomong itu di saring"
"Orang nggak ada yang dengar juga"
"Ya tapi aku malu Mas"
"Kok malu sih, bahkan aku sudah liat dan merasakan setiap inci tubuhmu itu sayang"
"Udah ah, sekarang gendong aku ke kamar mandi Mas, aku capek banget dan anggap ini hukuman buat kamu" Ucap Amel krmudian menyibakkan selimutnya memperlihatkan tubuh polosnya
Faiz menelan salivanya kasar "Kau menggodaku"
"Apaan sih Mas siapa juga yang goda kamu, cepettan gendong Mas aku mau kerumah Mommy udah rindu"
"Iya sayang"
Faiz kemudian menggendong tubuh istrinya, tak tanggung - tanggung Faiz juga memandikan dan memakaikan baju pada istrinya
"Selesaii..."
"Makasih yah Mas ku sayang"
"Sama - sama sayang" Faiz mencium kening istrnya "Aduh kamu kok makin cantik aja sih sayang, aku ngga rela kalau orang lain liat kecantikan mu itu"
"Ya terus aku harus kamu kurung dirumah terus Mas" Jawab Amel garang
"Heheh,.. Nggak kok sayang"
Amel kemudian menggenggam kedua tangan suaminya "Ingat di Otak kamu itu Mas, sampai matipun aku hanya mencintai laki - laki yang sangat tampan bernama Faiz Abraham, orang yang tingkat kemesuman dan cemburunya sangat tinggi"
Faiz di buat kesemsem oleh istrinya kemudian menangkup kedua wajah Amel "dan Kamu juga harus tau kalau aku hanya mencintai satu wanita dan aku harap akan selalu bersamaku sampai aku menghembuskan nafas terakhir dan bahkan dia yang akan menjadi bidadari surgaku disana nanti, aku tidak peduli walau aku harus hidup berdua dengannya sampai aku tua karena aku begitu sangat sangat mencintainya dan dia adalah Istriku Amelia Putri Jhonson"
Amel tersenyum "Terima kasih Hubby"
"Sama - sama My Wife" Kemudian Faiz mencium kening Amel "Hmm.. sebaiknya kita kerumah Mommy sekarang, aku takut kita berakhir di ranjang"
"Itusih mau kamu Mas, aku udah rindu banget sama Mommy"
"Ya udah ayo sayang" Faiz kemudian menggandeng tangan Amel keluar rumahnya
Setelah perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka masuk di pekarangan rumah orangtuanya.
Langkah Amel terhenti ketika hendak masuk kerumah
"Kenapa sayang?"
"Aku takut Mas"
"Takut kenapa sayang, jangan takut ada Mas, dan Mas yakin Mommy dan Daddy nggak akan marah"
Amel mengangguk kemudian ia masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum" Ucap Faiz dan Amel bersamaan
Fransiska yang sedang berkutat di dapur, menyuruh Bibi untuk melihat tamu tersebut tapi salah satu pelayan melapor pada Fransiska
"Nona Muda??"
"Iya Nyonya, Nona Muda Amelia menunggu anda di ruang keluarga"
Wajah Fransiska seketika berubah bahagia mendengar putrinya datang
"Bi tolong lanjutkan ini, kemudian siapkan di meja makan"
"Baik Nyonya"
Fransiska melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, Amel yang melihat Fransiska berjalan ke arahnya langsung berdiri tapi Fransiska mencegah Amel
"Tetap di posisimu, duduk" Ucap Fransiska dengan Mode dinginnya
Amel kemudian menurut dan menundukkan wajahnya, sedangkan Fransiska duduk berhadapan dengan Amel
"Kenapa pulang, bukan kah kamu sudah melupakan keluargamu"
Amel menggeleng "Tidak begitu Mom"
"Terus.."
"Maaf" Amel menitikkan air matanya
"Mommy tidak akan memaafkanmu, kamu taukan kesalahan mu apa?"
"Maafkan Amel Mom"
"Mommy belum selesai berbicara"
"Maaf"
"Mommy tidak akan memaafkanmu, asal kamu mau berjanji"
Amel memberanikan menatap Mommynya "Berjanji apa Mom"
Seketika Fransiska tersenyum "Asal kamu berjanji tidak akan pergi meninggalkan Mommy, karena Mommy nggak bisa kalau jauh dari putri kesayangan Mommy" Amel tidak bisa membendung air matanya "Sini peluk Mommy"
Amel kemudian berpindah posisi dan menghambur ke pelukan Fransiska "Hiks..hiks.. Maafkan Amel Mom, Amel salah, Amel juga sangat merindukan Mommy Hiks.. hiks.. Maaf Mom"
Fransiska mengeratkan pelukannya dan air matanya ikut jatuh "Mommy sangat merindukanmu, jangan pernah tinggalkan Mommy"
Amel menganggukan kepalanya dalam pelukan Fransiska"Janji Mom, Maafkan Amel"
Jhonson dan Audry yang baru saja tiba melihat kejadian di ruang keluarga
"Loh ada tamu toh" Ucap Jhonson
"Amel" Teriak Audry melihat Adik kesayangannya
Amel melepaskan pelukan Mommy nya "Kak Audry" Amel berdiri kemudian memeluk Audry "Hiks..hiks.. Aku merindukan kakak"
Audry melerai pelukannya "Kakak juga merindukan Adik kesayangan kakak, jangan pergi lagi yah" Audry menyeka air mata adiknya
Amel mengangguk "Janji kak"
"Daddy nggak di peluk nih, padahal Daddy rindu sama putri Daddy" Ucap Jhonson
Amel tersenyum kemudian memeluk Daddynya "Miss You Daddy"
"Miss You Too My Princess"
Bi Ijah kemudian memanggil semua yang ada di ruang keluarga "Maaf Tuan, Nyonya makanan sudah siap"
Fransiska berdiri "Sayang kita makan dulu yah, udah waktunya makan siang"
Akhirnya mereka melanjutkan makan siang dengan bahagia. Fransiska menyuapi Putri manjanya itu sedangkan Audry terus menjahili adiknya itu.