Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 99


Kasat kusut tentang Avegas mulai menyebar di seluruh lingkugan sekolah, termasuk di kantin, dengan serius Salsa menguping pembiacaraan salah satu siswa yang tak jauh darinya.


"Udah dengar belum kalau kak Keen keluar dari Avegas?" tanya adik kelas dengan suara sepelan mungkin.


"Bukannya di keluarin karena khianatin kak Azka ya?" balas yang lainnya.


"Katanya sih, gara-gara ...."


Salsa langsung menunduk, pura-pura fokus dengan makanannya saat adik kelas melirik kearahnya. Jangan bilang Keenan benar-benar di keluarkan dari Avegas hanya karena dirinya.


Baru saja akan beranjak seseorang menekan pundaknya hingga kembali terduduk. Ia mendongak dan mendapati Lara dan Jeny berdiri dengan senyum smirk.


"Puas lo ngepecah belah Avegas!" todong Lara dengan suara sedikit meninggi.


"Ternyata Azka salah menilai perempuan, dasar nggak tau diri, setelah mendapatkan Azka lo malah godain Keen, tujuannya apa? Ngerusak persahabatan mereka!" maki Lara, tetapi Salsa diam saja.


Tak ada pembelaan sedikitpun dari Salsa, karena menurutnya, apa yang dikatakan Lara ada benarnya, karena dirinya persahabatan antara Azka dan Keenaan merengang.


"Nggak tau diri banget ya, udah di jagain terus di sayang sama Azka, masih aja godain Keen," bisik yang lain.


"Pasti dia deketin Avegas cuma buat morotin duit nya aja, secara inti Vagegas rata-rata anak pengusaha, anak tunggal pula."


Salsa hendak membela diri, tapi Alana keburu datang entah dari mana, melempar botor air mineral tepat di mana bisik-bisik tentang Salsa terdengar.


Semua tatapan kini teralihkan pada Alana.


"Hidup harus realistis kawan, uang memang nggak dibawa mati tapi nggak ada uang perasaan mau mait, betul begitu?" tanya Alana duduk di salah satu meja dengan senyum smrik.


"Ada yang salah kalau orang nyari pacar atau suami lebih kaya? Kekayaan ayah gue nggak bakal habis tujuh turunan, tujuh tanjakan, tapi bukan berarti gue bodoh mau menikah dengan laki-laki tak ber-uang." Kesombongan Alana mulai keluar.


"Kalian yakin nggak bakal nyari pacar anak pengusaha?"


Skatmat, kantin mengheningkan cipta setelah Alana membuka suara, jangan coba-coba menentang Alana apa lagi tentang kayaaan.


"Iri? Saingin bos, nggak mampu? L-e-m-a-h," ucap Alana sedikit bernada setelah itu menarik sahabatnya keluar dari kantin. Telinganya sudah muak mendengar para siswa membicarakan tentang Salsa yang mengoda Azka dan Keenan.


"Kenapa lo nggak melawan Sal?" kesal Alana setelah menjauh dari kantin.


"Mereka benar Al, gara-gara gue persahabatan Keen dan Azka merengang."


"Bukan salah lo, Azkanya aja yang baperan, udah jauhin aja dia, bentar juga baik sediri," gerutu Alana. "Kalau ada yang ngaitan lo, lawan aja! Gue tinggal dulu, masih ada urusan sama pak Alvi."


"Cie lagi bucin," goda Salsa.


"Gila sih, berasa jagain bayi gede."


Sepeinggalan Alana, Salsa berjalan menapaki satu persatu anak tangga menuju roftoop sekolah, untuk kali ini ia tak ingin mendengar berita yang bisa saja menjatuhkan mentalnya, ia bersyukur karena memiliki teman seperti Alana, gadis itu jarang muncul dan bersama tapi selalu ada saat ia butuh.


Langkahnya terhenti di ambang pintu saat melihat Keenan juga ada di roftoop sekolah, duduk seorang diri menatap langit cerah yang menyilaukan mata.


"Ngapain berdiri di sana? Gabung aja kalau mau," ujar Keenan tanpa menoleh.


Salsa berjalan mendekat ikut duduk di samping Keenan. Menatap wajah teduh laki-laki itu sikilas.


"Lo beneran di keluarin dari Avegas?"


"Hm."


"Maaf," sesal Salsa.


"Bukan salah lo."


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘