Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 115


"Sini sayang, buat gue aja," Rayhan langsung menyambar air minum di tangan adek kelasnya, lalu menyuruh gadis itu pergi sebelum Azka mengeluarkan kalimat berbisa lainnya.


"Di hukum aja wajahnya masih berseri-seri gitu," sindir Rayhan. "Gimana man-teman?" tanyanya pada inti Avegas lainnya.


"Iyalah habis ngebucin sampai pagi," jawab Ricky.


"Temu kangen dong," sindir Keenan.


"Bacot kalian. Sini lo pada!" panggil Azka masih menghormati bendera.


"Sorry pak Ketu, kali ini kami nggak bisa setia. Kulit kita-kita pada sensitif sama matahari," sahut Dito duduk di bawah pohong rindang memperhatikan Azka.


"Anjir, sava*ge!" semprot Keenan.


"Kayaknya ada yang lebih panas deh dari matahari," celetuk Ricky tiba-tiba. "Ray, arah jam tiga. Dito arah jam lima!" perintahnya.


Sontak kedua cecungut itu menoleh sesuai arahan Ricky. Benar saja, apa yang mereka liat jauh lebih panas dari matahari. Giani sedang jalan dengan ketua osis, sementara Alana tertawa sembari bergandengan tangan dengan pak Alvi. Namun, Rayhan bisa menghilangkan rasa panasnya dengan menghampiri Giani, lalu bagaimana dengan Dito? Laki-laki itu hanya bisa menelan pil pahit, tidak mungkin dia menghampiri pasangan halal itu.


"Untuk hari ini gue berbaik hati beliin lo racun tikus To," celetuk Ricky. Untung saja diantara mereka tidak ada yang baperan.


"Kukira sad, ternyata sesad," sindir Keenan.


"Lo kira gue goblok mau mati konyol," celetuk Dito, melempar batu kecil pada Ricky.


"Berita terkini, siswa SMA Angakasa ditemukan tak bernyawa di karmarnya karena minum racun tikus. Dia depresi karena di tinggal nikah."


"Anjir, pak ketua biasa ae." Tawa mereka pecah karena celetukan Azka.


"Yah itu mah terlalu menyedihkan bray," sanggah Dito.


"Berita terkini siswa SMA Angkasa ditemukan tak bernyawa di kamar mandi, karena minum racun tikus. Dia terpaksa melakukan itu karena tikusnya tidak mau meminumnya," ralat Keenan.


"Tikus bilek. Gini amat jadi tikus."


Mereka kembali tertawa hingga menjadi pusat perhatian yang lain. Begitulah Inti Avegas jika berkumpul tanpa ada masalah, menghabiskan waktunya hanya untuk saling menistakan satu sama lain.


Jam istirahat tiba, akhirnya hukuman Azka berakhir dan ikut bergabung dibawah pohon bersama inti yang lain.


Atensi mereka teralihkan pada gadis yang baru saja berteriak. Mereka mengulum senyum melihat ekspresi dingin Samuel. Gadis itu adalah Ara Bela Sintia tunangan Samuel yang beberapa hari lalu pindah ke SMA Angkasa.


"Ngapain lo kesini?" ketus Sameul tak suka dengan tunangannya itu, selain manja sangat menyusahkan.


"Ara mau ketemu abang," jawab Ara.


"Gue udah bilang, jangan pindah kesini kalau lo cuma mau nyusahin gue!" bentak Samuel membuat Ara menunduk. Gadis kelas X itu meremas jari-jemarinya. Ini bukan yang pertama Samuel membentaknya, tapi untuk pertama kalinya ia di bentak di depan teman laki-laki itu.


"El!" tegur Azka.


Samuel bangkit dari duduknya, menarik Ara pergi menjauhi teman-temanya. Ia paling tidak suka jika ada yang menganggu kehidupannya termasuk gadis manja itu.


Lima inti Avegas memandangi kepergian Semuel dan Ara dengan tatapan berbeda-beda.


"Kasian Ara," gumam Rayhan.


"Ngapain juga Samuel nerima perjodohan itu kalau nggak suka. Kasian anak orang di siksa mulu," gerutu Dito.


"Ara tinggal di mansion utama, Kan?" tanya Azka.


"Iya, orang tuanya keluar Negeri. Dan tante Fany suka sama Ara makanya di jodohin."


"Tante Fany ternyata, pantesan Samuel mau. Mana berani Samuel ngebantah Maminya."


"Teman kita satu itu, lebih takut sama tante Fany daripada om Daren, kayak pak Ketua," sindir Rayhan.


"Lah kok jadi gue?"


"Emang."


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘