Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 87


Hari kamis, hari terakhir pak Agus mengajar di SMA Angkara. Guru kepala plontos itu di keluarkan secara tidak hormat oleh pihak sekolah, bahkan Ans Papi Azka ikut hadir. Begitupun dengan Leo dan Bela juga di keluarkan dari sekolah tanpa surat pindah padahal beberapa bulan lagi menjelan kelulusan.


Tak ada yang bisa menyelamatkan posisi Leo dan Bela di sekolah itu, karena yang ia usik orang paling berpengaruh.


Sudah dua hari Azka tak menemui Salsa karena sibuk mengurus kasus Alana. Pulang sekolah segerombolan geng motor berjaket hitam menghadang Leo di tengah jalan. Menghajar laki-laki itu hingga tak sadarkan diri. Warga yang melihatnya, segera melarikan Leo kerumah sakit. Siapa lagi pelakunya jika bukan anggota Avegas. Avegas berani menampakkan diri seperti ini karena mendapat dukungan dari Om Ans dan Ayah Kevin.


Leo dan Bela benar-benar salah langkah sekarang, terlepas dari kejaran Avegas, beberapa polisi bertandang di rumah masing-masing membawa surat perintah penangkapan dengan kasus pencemaran nama baik bagi keluarga besar Adhitama juga keluarga Vernando.


Laporan di ajukan oleh Alvi, akibat ulah Leo dan Bela, istri kecilnya sakit beberapa hari.


Selesai mengurus kasus Alana, Azka melajukan motor merahnya menuju rumah seorang gadis yang sangat ia cinta. Berjalan perlahan setelah memarkiran motor dengan aman, baru saja akan memencet bel, gadis cantik berambut sebahu membuka pintu dengan senyuman indahnya.


"Kan benar lo yang datang," ucap Salsa.


Azka menaikkan alisnya, apa mungkin Salsa menunggu kedatangannya?


"Gue dengar suara motor tadi, dan gue yakin itu elo makanya langsung buka pintu," lanjut Salsa menjawab rasa penasaran Azka.


"Mau jalan?" tawar Azka masih berdiri di ambang pintu.


"Gue mau ketemu Alana, gue khawatir sama keadaan dia." Menatap Azka penuh harap.


"Senin dia bakal masuk sekolah lagi, sekarang dia masih pengen sendiri kata pak Alvi," jelas Azka.


"Mau jalan?" Ulang Azka di jawab gelengan oleh Salsa.


"Gue malas keluar rumah hari ini. Lo udah makan? Makan bareng yuk, gue yang masak!" Ajak Salsa menarik Azka masuk kerumahnya.


Sebenarnya Azka sudah kenyang, tapi berhubung sang pacar ingin masak untuknya, ketua Avegas itu pura-pura lapar demi membahagiakan Salsa.


"Mama."


Sapa keduanya saat melihat Mama Reni menuruni tangga dengan terburu-buru, di tangan kanan menenteng tas juga baju kebanggaan sebagai dokter.


"Aduh ada tamu ternyata," sambut Mama Reni ramah. "Azka maafin tante ya, pergi pas ada kamu, tante ada operasi dadakan," lanjutnya.


"Nggak papa Tante."


"Hati-hati Ma," Menyalim tangan Mama Reni begitupun dengan Azka.


"Iya sayang." Mengecup kening Salsa sebelum pergi.


Sepeninggalan Mama Reni, Salsa menarik Azka langsung ke dapur dan menyuruh laki-laki itu duduk di meja pantri.


"Lo mau makan apa? Biar gue masakin?"


"Apa aja."


"Lo suka tumis buncis Wortel sama Salad ayam?"


Azka mengernyit mendengar pertanyaan Salsa, tak tahu bagaimana model dan rasa makaan yang di tawarkan Salsa. Tak ingin mengecewakan dan penasaran Azka menganggukkan kepalanya.


Bukan karena ia dari kalangan atas hingga tak tahu menu makan seperti itu, tetapi terbisa Delivery membuatnya tak tahu jenis makanan rumahan, mungkin Maminya pernah memasak menu itu, hanya saja ia tak tahu namanya.


Ponsel terus bergetar di atas meja tapi tak menarik bagi Azka untuk saat ini, bagi ketua Avegas, gadis yang terlihat sibuk di dapur lebih menarik dari apapun.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak😊