
Suara kicauan burung berhasil membangungkan Salsa dari tidur nyenyaknya. Gadis itu meregangkan otot-ototnya sembari menguap.
Sebelum kekamar mandi ia memeriksa ponselnya terlebih dahulu dan mendapati beberapa panggilan tak terjawab dari Azka juga pesan dari laki-laki itu.
For Salsa: Sayang
For Salsa: Udah tidur pasti
For Salsa: Aku nggak bisa tidur
For Salsa: Selamat tidur Sal
03.42
Melupakan niatnya ke kamar mandi, Salsa langsung menghubungi Azka. Namun, tidak ada jawab dari Azka. Ia mengetikkan beberapa pesan pada Azka untuk memastikan pacarnya baik-baik saja.
Tidak biasanya Azka menganggu di jam seperti itu kecuali jika ada masalah.
For Azka: Kenapa Ka? Kamu mimpi buruk lagi?
For Azka: Aku kerumah kamu sekarang ya!
Centang dua abu-abu, pertanda Azka aktif. Salsa memutuskan untuk segera mandi, kemudian berpakaian rapi, kebetulan hari ini adalah hari minggu jadi Salsa bisa langsung ke apartemen Azka.
Tangan Azka juga sudah sembuh, laki-laki itu sudah menerima hukumannya dan berakhir hari ini. Salsa benar-benar menepati janjinya tidak mengajak Azka berbica di sekolah, tidak jalan berdua dan sebagainya. Namun, untuk chatingan dan telfon keduanya masih melakukan karena permintaan Azka agar hukumannya di ringangkan.
"Udah cantik aja anak Mama, mau jalan sama Azka?" tanya Mama Reni menyiapkan sarapan untuk Salsa. "Nggak terlalu pagi? Kalian nggak bosan ketemu tiap hari?"
"Iya Ma, mau jalan sama Azka. Siapa bilang Salsa ketemu tiap hari sama Azka, udah seminggu nggak saling sapa," jawab Salsa menyiapkan kotak makan kemudian mengisinya dengan menu sarapan pagi ini.
"Kok bisa? Kalian bertengkar lagi?"
"Nggak. Salsa beri Azka hukuman karena ingkar janji."
"Anak muda jaman sekarang, ada-ada aja cara pacarannya," gumam Mama Reni.
Usai sarapan bersama mama Reni, Salsa pamit untuk keluar sebentar bertemu Azka. Tak lupa gadis berambut sebahu itu mencium pipi juga tangan mamanya sebelum pergi.
Salsa nail taksi menuju apartemen Azka. Menempuh kurang lebih 20 menit akhirnya Salsa sampai di gedung apartemen Azka. Tanpa bertanya karena sering berkunjung, Ia melangkahkan kakinya menuju yunit Azka.
"Azka, kamu masih tidur?" tanya Salsa. Namun tidak ada sahutan.
Sebelum menuju kamar Azka, Salsa terlebih dulu menyalakan lampu apartemen Azka. Dan membereskan barang-barang yang sedikit berserakan.
Setelah usai barulah Salsa menuju kamar Azka. Ia mengetuk pintu beberapa kali hingga mempunyai keberanian untuk membukanya.
Salsa terhenyak melihat kondisi kamar Azka jauh dari kata baik-baik saja. Kamar itu berantakan bagai kapal pecah dengan Azka tidur di sofa dengan botol minumab haram dan rokok di atas meja.
Ia menghela nafas kasar, Azka selalu melampiaskan semuanya pada minuman dan benda bernikotin tanpa memikirkan kesehatan. Padahal ia sering mengatakan kalau ada masalah Azka boleh mencarinya.
Salsa berlutut tetap di depan Azka yang terlelap. "Kenapa harus nyiksa diri sendiri si Ka? Maaf nggak jawab telpon kamu semalam," lirih Salsa mengelus pipi Azka. Lingkaran hitam memenuhi kantung mata laki-laki itu.
Ia tersenyum saat Azka membuka mata dan mengengam tangannya. "Pagi kesayangan," ucap Salsa lembut.
Azka tak menjawab. Namun, matanya sangat aktif mengabsen setiap inci wajah Salsa. "Ngapain pagi-pagi kesini?"
"Kangen, udah seminggu nggak tegur sapa langsung. Kan, masa hukumannya udah selesai," jawab Salsa.
"Minta peluk boleh?" tanya Azka.
"Sini peluk." Salsa merentangkan tangannya. "Kalau ada masalah larinya jangan sama minuman ya Ka. Aku siap kok jadi tempat kamu bersandar. Harusnya aku ada saat kamu butuh, tapi semalam aku malah ketiduran."
"Hm."
"Mimpi buruk lagi?"
"Kamu mau nikah sama aku Sal?"
"Huh?"
"Aku serius," lanjut Azka.
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘