Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 102


Salsa membuang napas beberapa kali sebelum memencet bel aparteman Azka, berharap laki-laki itu membukan pintu dengan segera, ia lelah pengen istirahat.


Senyumnya mengembang saat Azka membuka pintu dengan wajah datar.


"Ngapain lo ke sini malam-malam?" ketus Azka tak berniat mempersilahkan Salsa masuk.


Tanpa sopan santun Salsa mendorong tubuh Azka kemudian masuk di apartemen laki-laki itu, ia sadar Azka masih marah, dan ia memutuskan membuang rasa malunya demi membujuk sang pacar.


Salsa langsung menuju dapur kemudian meletakkan kue yang ia bawa di meja lalu membuka dusnya.


"Selamat ulang tahun Azka pacarnya Salsa, semoga sehat selalu dan makin sayang sama pacar. Jangan ngambek lagi ya, gue sakit pengen di peluk sama lo," ucap Salsa dengan mata berbinar, tetapi Azka hanya diam tanpa memberikan respon apapun.


"Ayo duduk Azka, kita berdo'a sebelum tiup lilin." Salsa menarik tangan Azka untuk duduk setelah menyalakan lilin.


Jujur saja ia takut akan diperlakukan sama seperti hari yang lalu. Sebisa mungkin ia bersikap biasa-biasa saja.


"Azka ayo berdo'a mumpung lilinnya masih nyala!" pintan Salsa tetapi Azka malah menatapnya tajama. "Lo tau kue ini gue buat sendiri, spesial buat lo. Yakin deh rasanya enak karena gue buatnya pakai ...."


Dada Salsa bergemuruh saat kue yang ia buat di lempar Azka begitu saja, hingga tak berbentuk lagi. Ia mendongak menatap Azka dengan penuh kekecewaan, air mata mulai mengalir mambasahi pipi.


"Tega banget lo Ka, buang kue itu. Lo nggak tau gimana cepeknya gue buat kue itu cuma untuk nyerayain ulang tahun lo. Gue sampai nggak makan biar kuenya cepat selesai, tapi ini balasan lo sama gue? Gue tau gue salah, tapi nggak seharunya lo bersikap seperti ini!" Salsa menghapus air matanya kasar.


"Lo salahpaham sama gue Ka, gue nggak ada hubungan apapun sama Keen." Salsa berusaha menjelaskan.


"Berhenti nyebut nama dia ban*gsat!" bentak Azka.


Seluruh tulang-tulang Salsa melemah mendengar bentakan Azka, juga tapapan laki-laki itu, ia bertumpu pada meja agar tidak terjatuh.


"Tentang kalung, gue salah karena bohong sama lo, gue nggak mau lo kecewa karena gue nggak bisa jagain pemberian lo. Dan tentang di Bandung beberapa hari yang lalu ...." Salsa menjeda, menarik nafas dalam-dalam. "Gue nemuin kerabat gue seperti isi chat yang gue kirim ke elo, dan kerabat itu adalah makam ayah gue. Tentang Keenan, dia ada disana karena ingat sama hari kemantian ayah gue. Dia cuma nenangin karena gue rindu ayah, apa itu salah? Harusnya sih lo, tapi hari itu lo bersikap dingin sama gue Ka, sampai minta nganter aja gue takut ngomong dan ngerepotin lo."


"Makasih atas segala perhatian lo selama ini Ka, gue senang bisa kenal sama lo. Lo laki-laki hebat yang pernah gue kenal selain ayah."


"Semoga lo suka hadiah gue," lirik Salsa setelah itu meninggakakn apartemen Azka.


Di dalam taksi, tangis Salsa semakin jadi, mengingat perlakuan Azka padanya akhir-akhir ini.


Terimakasih Azkanya Salsa, udah buat hari-hari gue berwarna beberapa bulan terakhir ini. Kenangan buruk yang baru saja lo ciptakan, nggak sebanding dengan kenangan manis selama kita bersama. Gue akan selalu ingat kenangan manis saat bersama lo.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘