Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Unboxing


"Ada apa Papa dan Daddy manggil Faiz?"Ucap Faiz


"Duduk dulu nak", Jawab Abraham


"Kenapa nggak besok sih liat nih udah jam berapa?" Faiz begitu jengkel dengan mereka berdua


Jhonson terkekeh "Buru - buru amat Iz kasian putriku dia pasti kelelahan setelah resepsi dan sebaiknya kamu jangan gempur sekarang deh"


"Apaan sih Dad, dulu Daddy juga gitu kan, Papa juga"


"Nggak sabaran banget"Ucap Abraham


"Ya sudah ngapain Faiz dipanggil kesini?"


"Orang Kepercayaan Papa menangkap salah satu orang yang mau menghancurkan resepsi kalian tadi tapi dia tidak mau mengakui siapa yang menyuruhnya"


"Dimana orang itu Pa biar Faiz hajar dia"


"Dia udah di amankan, Tapi Daddy mohon tetap berjaga-jaga karena orang tersebut tidak akan tinggal diam apalagi rencananya gagal"


"Tapi siapa Dad, aku nggak memiliki musuh"


"Mungkin Cyntia "Ucap Jhonson


"Cyntia?" Ucap Abraham


"Bisa saja iya masih dendam dengan putriku"


"Tapi aku juga mencurigai Anita Pa, Dad?"


"Ada apa dengan Anita?"


"Entahlah Dad, bisa saja iya masih dendam padaku karena kejadian di hotel tempo hari dan aku juga mengancam akan menghancurkan karirnya tapi aku juga tidak akan tinggal diam jika mereka mengusik istriku"


"Aku percaya padamu, tapi tetaplah berhati - hati dan jaga putriku aku tidak ingin putriku kembali mengalami trauma" Ucap Jhonson


"Daddy tenang saja, selagi aku masih ada disisi Amel semua itu tidak akan terjadi"


"Dan ingat jangan pernah menyakiti putriku karena aku tidak akan segan - segan menghabisimu begitupun dengan Abangnya dia pasti akan memberi perhitungan padamu"


"Aku selalu ku ingat Dad"


"Sekarang pergilah kekamarmu kasian istrimu sendiri dikamar" Ucap Abraham


Kemudian Faiz berdiri "Baiklah dan aku harap kalian jangan ada yang menggangguku malam ini" Ucap Faiz yang melangkah pergi


"Dasar anak nakal" Ucap Abraham kembali


Faiz kembali kekamarnya iya mendapati istrinya tengah tidur di sofa


Faiz kemudian mengangkat tubuh Amel ketempat tidur dan kemudian iya ikut tidur disamping Amel dan menarik Amel dalam pelukannya


"Aku akan menjagamu sekuat tenagaku karena kau adalah hidupku, cintaku dan tempatku pulang" Faiz pun ikut terlelap dengan memeluk Amel


Lama mereka tertidur Amel mengerjapkan matanya dan merasakan ada menindih bagian perutnya


Kemudian Amel melihat Faiz yang terlelap sambil memeluknya, Amel tersenyum dan tidak menyangka bahwa iya sudah berubah menjadi status istri dan Nyonya Faiz Abraham


Iya kemudian mengusap wajah Faiz "Orang yang begitu menyebalkan sekarang menjadi suamiku" Gumamnya


"I Love You" Faiz mengucapkannya dengan matanya yang masih terpejam


"Ih menyebalkan" Ucap Amel sambil memukul dada Faiz


"Kau mengganggu tidurku sayang"


"Mana ada aku mengganggumu, enak saja"


"Kau menggangguku, kau mengusap wajahku, apa kau sebegitu terpesonanya pada suami mu itu"


Amel terkekeh "Iya aku sangat terpesona pada suamiku ini karena aku begitu mencintainya"


Faiz mengeratkan pelukannya "Dan aku juga sangat sangat mencintai istriku lebih dari diriku sendiri"


"Dasar"


"Sayang bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi yang sempat tertunda"


"Ini udah hampir pagi loh Mas"


"Baru pukul 3 sayang" Kemudian Faiz menindih tubuh Amel dan mulai ******* bibir yang menjadi candunya itu kemudian turun ke leher istrinya memberi beberapa tanda kepemilikan


Kemudian melepaskan satu persatu kancing piyama Amel "Kamu nggak pake Br*?"


Amel menggeleng "Kebiasaan aku ketika tidur Mas"


"Aku suka sayang" Faiz langsung menyes*p benda kenyal Amel dan satu ******* lolos dari mulut Amel


Tanpa sadar Amel sudah hampir polos dibawah kungkungan Faiz menyisahkan segitiga pengaman Amel, kemudian menurunkan pengaman terakhir Amel.


Amel sekarang betul - betul polos tanpa sehelai benang pun "Sayang aku ingin mencicipi ini dulu" Faiz kemudian bermain dibawah sana


"Mas, Stop"


Faiz terus bermain hingga akhirnya Amel sampai pada puncaknya


Amel membulatkan matanya "Kamu tanya Mama Mas"


"Aku hanya tanya bagian itu aja sayang, selebihnya aku ingin mencari tau bersamamu"


Amel tertawa "Kamu lucu sekali Mas"


"Sayang jangan menertawakan ku ini pertama bagiku"


"Ini juga pertama bagiku Mas, jadi lakukanlah karena aku adalah milikmu"


Faiz kemudian mengecup kening Amel "Kamu tahan sebentar yah sayang"


Kemudian Faiz mengarahkan pusakanya pada goa Amel, Faiz kemudian mendorong masuk hingga Amel merasakan sakit yang luar biasa


Faiz mendorong beberapa kali, hingga akhirnya Faiz berhasil menerobos masuk kedalam goa hangat milik istrinya, keduanya sama - sama mengerang


Amel berusaha menahan sakit yang iya rasakan pada daerah sensitifnya, Amel mengeluarkan airmatanya dan merasakan bagian bawahnya terasa sesak


"Maaf aku menyakitimu sayang, dan jika kamu masih merasakan sakit aku akan berhenti aku nggak sanggup melihat airmatamu itu" Ucap Faiz sambil mengusap air mata Amel


"Lanjutkan Mas, aku nggak apa - apa"


Faiz belum menggerakkannya, iya masih menunggu istrinya terbiasa di dalam sana


"Aku mulai sayang" Ucap Faiz kemudian Amel mengangguk


Faiz mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan, dan hanya ******* yang keluar dari mulut mereka


"Ahh Mas"


"Sayang aku sangat mencintaimu dan ini sangat nikmat" Faiz terus menarik masukkan pusakanya kedalam goa milik istrinya sambil ******* bibir istrinya yang kadang memberi tanda pada dada dan juga leher istrinya


Mereka melakukan hampir satu jam hingga pada akhirnya mereka sampai pada puncak kenikmatan


"Ahh Mas aku mau pipis"


"Bersama Sayang"


Faiz ambruk di atas Amel tanpa melepas penyatuan dibawa sana, Faiz mencium kening Amel "Terima kasih sayang, kau telah menjaganya untukku aku mencintaimu" Entah sudah berapa kali Faiz mengatakan cinta pada Amel


"Mas aku capek, lepasin dulu itu kamu Mas"


Faiz melepaskan pusakanya dan kemudian turun dari tubuh Amel dan memindahkan tubuhnya kesamping Amel


Faiz menarik Amel kedalam pelukannya dan menyelemuti tubuh mereka dengan selimut


"Tidurlah, Maaf membuatmu lelah" Faiz kemudian mencium kepala Amel


Amel membalas pelukannya dan menyusupkan wajahnya pada dada bidang suaminya, Amel merasakan sangat nyaman berada dalam pelukan suaminya. Hingga akhirnya mereka berdua terlelap.


Pagi harinya Faiz terbangun lebih dulu, kemudian menatap wajah istrinya yang begitu tenang dalam tidurnya


Faiz merapikan anak rambut Amel kemudian mengelus wajah Amel sambil tersenyum


"Hmm Mas udah bangun" Amel mengucek matanya


"Baru aja"


"Ngapain liat aku gitu Mas"


"Maafin aku yahh sayang semalam aku menyakitimu"


"Harus berapa kali Mas minta maaf, aku nggak apa - apa kok Mas, lagian juga awalnya kan memang harus rasain sakit"


"Aku janji sayang setelah ini hanya ada kenikmatan yang kamu rasakan" Ucap Faiz sambil meremas benda kemyal Amel


"Mas ih, aku nggak mau lagi yaahh, aku masih lemes banget Mas"


"Ya udah bobo lagi aja sayang"


"Badanku lengket Mas, aku mau mandi ini juga udah siang Mas"


"Masih pukul 08.00 sayang"


"Ihh ini udah siang Mas, yang lain pasti udah nunggu kita"


"Mereka semalam udah pada pulang semua sayang"


"Loh kok mereka nggak bilang ke aku Mas"


"Tapi dia bilang ke aku kok"


"Ya udah Mas lepasin pelukannya aku mau mandi" Amel kemudian bangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut tapi ketika hendak berdiri Amel merasakan nyeri luar biasa pada daerah sensitifnya "Auuu"


"Sakit yah sayang" Amel mengangguk kemudian Faiz berdiri membantu Amel


"Mas pake baju dulu, malu tau" Ucap Amel melihat suaminya berjalan kearahnya dengan keadaan polos


"Ngapain nutupin kalau kamu juga udah rasain punya aku, dan aku juga udah nyentuh tuh semua tubuh kamu tanpa terkecuali" Kemudian dengan sigap Faiz menarik selimut yang menutupi tubuh polos Amel dan langsung menggondeng Amel kedalam kamar mandi


#Tbc