
Faiz dan Amel kini dalam perjalanan, Faiz menggeggam tangan Amel dan terus - terus mencium Punggung tangan Amel
"Sayang sebelum aku mengantarkan mu kerumah kak Nabila, aku ingin ke apartemen dulu mengambil sesuatu", Ucap Faiz
"Terserah kamu saja" Amel tersenyum kearah Faiz
"Aku tidak pernah membayangkan bisa secepat ini mencintai seseorang"
"Dan aku juga tidak pernah membayangkan bisa mencintai Beruang Kutub"
"Sayang kenapa kau mengataiku Beruang kutub" Ucap Faiz manja
"Karena kamu seperti beruang, pria menyebalkan, pria dingin, dan pria sombong" Ucap Amel dengan senyum
"Kamu juga wanita yang cerewet, pemarah dan menjengkelkan tapi aku mencintaimu"
"Hmm"
"Jawabanmu kenapa seperti itu apakah kau tidak mencintaiku"
"Iya, Aku mencintai seorang pria yang bernama Faiz Abraham, Puas"
Faiz kemudian tiba di depan Apartemennya, Amel yang hendak ingin turun dari mobil tiba - tiba saja ditarik kearah Faiz dan langsung mencium bibir pink Amel, Amel membelalakkan matanya terkejut karena Faiz menciumnya
Faiz ******* bibir Amel yang masih terpaku karena serangan pria itu
Faiz memegang dagu Amel agar Amel tidak menjauhkan bibirnya kemudian tangan satunya memegang pinggang Amel
Faiz terus melumar bibir Amel yang sedari dulu menggodanya itu walaupun Amel tidak membalasnya
Amel akhirnya tersadar kemudian memukul bahu Faiz berkali - kali untuk menghentikan ciumannya karena Amel mulai kehabisan nafas
Faiz kemudian melepas ciuman itu dan mengusap bibir Amel
"Puas.. sangat puas" sambil mengedipkan matanya
Kini napas Amel terengah - engah karena ciuman Faiz
"Ih kamu mengambil CIUMAN PERTAMAKU" kemudian Amel memukul bahu Faiz
"Kamu juga mengambil ciuman pertamaku sayang" sambil menahan pergelangan tangan Amel untuk tidak memukulnya
Amel tertawa terbahak - bahak karena ucapan Faiz
"Kau tidak mempercayaiku"
Amel menggeleng dan kemudian Faiz kini menciumnya kembali dan kali ini ciuman kedua mereka dan Amel mulai terbuai
Faiz kini membuka matanya dan melihat Amel kini memejamkan matanya dan mulai membalas ciuman Faiz dan membuat Faiz tersenyum di sela - sela ciuman mereka kemudian merapatkan tubuh Amel dengan tubuhnya
Faiz kembali memejamkan matanya dan mereka berciuman dengan penuh kelembutan dan kini Faiz kembali ******* bibir Amel dengan brutal dan sesekali menggigit kecil bibir kekasihnya itu
Kini Faiz menghentikan ciuman mereka, dan melihat bibir Amel yang tampak membengkak karena ulahnya.
"Itu ciumanku yang kedua dan ini" Faiz kembali menngecup bibir Amel
Cup
"yang ketiga, dan aku hanya mencium satu wanita yaitu kamu"
Amel tersipu malu dan langsung mengubur tubuhnya kedalam pelukan Faiz
"Kau harus percaya ini adalah ciuman pertamaku dan aku hanya melakukan nya kepadamu karena kamu adalah cinta pertamaku dan akan menjadi cinta terakhirku" Kemudian Faiz memeluk Amel
"Aku mencintaimu Iz" Ucap Amel sambil mengeratkan pelukannya
"Aku juga mencintaimu sayang, Sangat mencintaimu,"
Mereka masuk ke apartemen Faiz, Amel sempat terpaku melihat apartemen Faiz yang begitu rapi
"Sayang aku kekamar dulu, tapi aku lapar tolong pesankan makan untuk kita kamu pake Ponsel ku saja untuk memesan makanan"
"Baiklah" Kemudian Amel duduk disofa dan Faiz melangkahkan kakinya menuju kamarnya
Faiz kemudian menghampiri Amel yang tengah menuangkan makanan kedalam piring, Faiz memeluk Amel dari belakang kemudian dagunya menyandarkan keleher Amel dan menghirup aroma tubuh Amel
"Ihh Faiz kamu mengagetkanku" Ucap Amel
"Ih kamu yah Mesum"
"Tapi aku hanya mesum pada calon istriku"
"Calon Istri???" Ucap Amel membalikkan tubuh Faiz
"Iya kamu adalah Calon istriku ibu dari anak - anakku kelak, aku tidak mau wanita yang lain hanya kamu"
Amel menitikkan air matanya dia tidak percaya karena ada seorang pria yang begitu sangat mencintainya
"Kenapa kau menangis sayang, apakah kau tidak mau menikah denganku??" Ucap Faiz panik
"Bukan begitu aku hanya tidak menyangka bisa di cintai seperti ini"
"Kau patut dicintai sayang, dan aku tidak ingin menerima penolakan darimu"
Faiz kemudian menarik Amel kedalam pelukannya, memberi kedamaian di hati Amel
"Jadi kamu mau menikah denganku" Ucap Faiz melepaskan pelukannya
"Iya aku mau Iz"
"Aku akan melamarmu secepatnya bahkan kalau kau meminta hari ini aku akan menikahi mu"
"Aku butuh waktu" Ucap Amel lirih
"Kau masih ragu padaku??"
"Bukan begitu kita juga baru meresmikan hubungan kita tadi dan usiaku juga baru 23 tahun"
"Jadi kau butuh waktu berapa lama!?"
"2 tahun lagi"
"Astaga sayang, aku tidak bisa menunggumu selama itu"
Amel merasakan kesedihan dalam hatinya karena Faiz mengatakan kalau tidak bisa menunggunya selama 2 tahun
"Jadi kamu mau menyerah dengan hubungan kita" Amel mulai sedih
"Enak saja, Aku sudah susah payah membatalkan kepergian mu lalu aku harus menyerah, Tidak sayang maksudku bukan begitu, menurutku 2 tahun itu waktu yang cukup lama, usia ku sudah 28 tahun pasti aku akan kelihatan tua dipelaminan nanti"
Amel kembali tertawa "Astaga Iz aku kira kamu akan menyerah dengan hubungan kita"
"Tidak mungkin sayang, aku tidak ingin 2 tahun"
"Kalau begitu 1 Tahun"
"Tidak, tidak sayang itu terlalu lama"
"Tapi menurutku itu sudah terlalu cepat"
"3 bulan lagi kita menikah, dan aku tidak menerima penawaran lagi darimu"
Amel kemudian mengangguk dan mereka kembali berpelukan
"Sayang sebagai bukti kau menerima lamaranku, aku ingin memberikan sesuatu" Kemudian Faiz mengambil kotak merah dalam saku celananya dan Faiz membuka kotak itu yang berisikan cincin berlian
"Sayang aku ingin memberikan ini padamu, ini tanda kalau kau sudah menjadi milikku" Ucap Faiz
"Indah sekali Iz," Kemudian Faiz memasukkan cincin itu kedalam Jari Amel "Kok bisa pas"
"Aku tau semua tentang dirimu" Kemudian Faiz mencium kening Amel lalu mengecup bibir Amel sekilas
Cup
"Aku Mencintaimu Mel"
"Aku juga mencintaimu Faiz"
"Hmm,, kalau begitu kita makan aku sudah lapar kemudian aku akan mengantarkanmu pulang" Ucap
Faiz yang di angguki Amel
#Tbc