Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Semakin Mesra


Setelah mereka makan di apartemen, Faiz mengantar Amel pulang kerumah dan Faiz tidak melepas tangan Amel dan selama perjalanan pula sesekali Faiz mencium punggung tangan Amel


"Kamu nggak bosan cium tangan aku tarus" Ucap Amel


"Nggak, dan tidak pernah bosan apalagi bibirmu itu buat aku kecanduan" Ucap Faiz sambil senyum-senyum


"Ihh, tuh kan mesum lagi"


"Bukan mesum tapi baru kali ini aku berciuman dengan seorang wanita yang hanya kamu dan bibirmu itu menurutku sangat manis bahkan sekarang kalau aku tidak mengemudi aku akan mencium mu lagi"


"Itu namanya mesum Iz"


"Terserah kamu calon istriku"


Akhirnya mereka tiba di depan rumah Edrick dan Nabila, Amel dan Faiz segera masuk sambil membawakan koper Amel


Ting Tong


Akhirnya pintu dibuka oleh Nabila


"Loh kok kamu pulang Mel katanya mau balik" Nabila menggoda Amel dan Faiz, Akhirnya rencana mama Fransiska, Edrick dan Nabila berhasil


"Nggak jadi kak tadi ada beruang yang membatalkan kepergianku" Ucap Amel


"Kita bicara didalam" Ucap Edrick


Akhirnya mereka masuk dan duduk di ruang keluarga


"Jadi Amel bisa kamu ceritakan kenapa kamu nggak jadi kembali ke Indonesia" Ucap Edrick


"Biar aku jelaskan kak" Ucap Faiz kemudian menarik nafas " Begini kak aku yang meminta Amel untuk tidak pergi dari sini dan aku sudah putuskan akan menikah dalam 3 bulan"


"Loh, Kalian!???" Edrick dan Nabila pura - pura terkejut


"Iya kak aku mencintai Amel" Faiz sambil menyatukan jemarinya ke jemari Amel " Dan Amel juga mencintaiku dan sekarang sudah menjadi calon istriku"


"Betulkah itu Mel" Ucap Nabila yang hanya di angguki Amel


"Kalau begitu aku akan beritahukan ini pada Mommy dan Daddy dan kamu harus setuju Mel" Ucap Nabila kembali


"Biar aku yang beritahu Uncle Jhonson dan Aunty Fransiska kak kalau aku akan menikahi putri bungsunya itu"


"Baiklah, tapi bagaiman dengan bisnis dan pekerjaan mu Mel"


"Ada fita disana kak dan untuk pekerjaan ku di rumah sakit aku akan segera mengurus cutiku dulu"


"Kalau begitu kakak hanya menunggu kabar baik dari orang tua kita"


"Baiklah Kak kalau begitu aku pamit dulu" Ucap Faiz kemudian Faiz keluar dari rumah Edrick di antar oleh Amel


"Sayang terima kasih atas semuanya"


"Iya Faiz, Hati - hati dijalan yah"


"Nggak ada kiss nya gitu" ucap Faiz menggoda Amel


"Nggak ada jangan macem-macem"


"Aku hanya menggodamu sayang, Yah sudah istiratlah aku akan pulang dan kalau sudah sampai ke rumah mama aku akan menelpon mu"


"Iya Iz"


Akhirnya Faiz meninggalkan rumah Edrick, kemudian Amel masuk kedalam rumah dan langsung masuk kedalam rumah dan langsung ke kamarnya


Amel segera mandi sebelum tidur setelah selesai Amel langsung merebahkan tubuhnya tiba - tiba nabila mengetuk pintu


"Mel kakak boleh masuk" Ucap Nabila diluar kamar


"Masuk saja kak pintunya nggak di kunci kak"


Kemudian nabila masuk kedalam kamar dan duduk di tepi ranjang


"Kakak mau nanya sesuatu mel" Ucap Nabila sambil tersenyum


"Tanya saja kak" Kemudian Amel bangkit dari tidurnya


"Kamu begitu mencintai Faiz?" Nabila bertanya pada Amel kemudian di angguki oleh Amel


"Syukurlah sayang, akhirnya kamu menemukan orang yang pantas untukmu"


"Maksud kakak??"


"Kamu berhak bahagia sayang, dan kakak yakin Faiz bisa menjagamu dari apapun" Nabila berkata seperti itu karena Nabila tidak ingin adiknya menderita lagi dan Faiz lah yang bisa menjaga Amel dari Cyntia


"Kak apa betul Faiz itu tidak pernah mencintai seorang wanita"


Kemudian Nabila tersenyum "Kalau kata kak Edrick, Faiz itu memang tidak pernah mencintai seorang wanita manapun kecuali ibunya, dan kamulah orang satu - satunya yang paling beruntung di cintai oleh Faiz"


"Kak apa aku sudah benar dengan tindakan ku ini??"


"Iya sayang, selama kakak mengenal Faiz dia itu tidak pernah berbuat macam - macam walaupun kalau dilihat dari luar dia itu seperti pria dingin dan cuek tapi kalau dengan orang - orang terdekatnya dia itu sangat penyayang" Ucap Nabila yang panjang lebar


"Aku harap dia bisa menjadi pria yang bertanggung jawab kak"


"Amin sayang, Kakak keluar dulu sebaiknya kamu istirahat yahh" kemudian mengecup kening adiknya itu


Setelah Nabila keluar dari kamar Amel, Amel berniat untuk tidur tapi tiba - tiba ponselnya berbunyi


derrttt... derrrttt


"Siapa sih yang nelpon jam segini" Amel tidak langsung mengangkat telepon nya karena nomor tidak dikenal


Derttt.. dertt...


Akhirnya Amel mengangkat telepon nya karena ponsel nya terus berbunyi


"Halo maaf ini dengan siapa yaah"


"Astaga sayang, jadi kau tidak menyimpan nomor ku" ucap Faiz dalam telepon


" Faiz" Ucap Amel kaget


" Iya sayang, kenapa kau tidak menyimpan nomor ponselku" Ucap Faiz pura - pura sangar


" Aku tidak tau nomor ponsel mu Iz"


"jadi selama ini kamu ....???"


"Faiz kita ini baru kenal dan kita juga baru meresmikan hubungan kita tadi mana sempat aku save nomor kamu dan kamu juga tau dari mana nomorku"


" Sayang semenjak aku mengenalmu aku mencari tau semua tentang mu sampai nomor ponselmu, tapi aku takut menghubungimu nanti kamu marah - marah lagi sama aku "


Amel tersenyum mendengar perkataan Faiz "Sebegitu cintanya kamu kepadaku" Amel menggoda Faiz


" Iz kamu ini berlebihan" Amel tersipu malu mendengar perkataan Faiz


" Bukan berlebihan tapi itu bukti cintaku padamu"


"Iya Iz, Aku percaya padamu"


" Kalau begitu kau istirahatlah, besok pagi aku jemput"


"Mau kemana??"


" Mengajakmu ke sesuatu tempat"


" Siap tuan"


" Good Night Sayang"


"Good Night"


Akhirnya telepon terputus dan Amel segera tidur. Ditempat Faiz, iya turun keruang keluarga untuk menemui Mama dan Papanya


"Ma, Pa ada yang ingin aku bicarakan"


"Bicara apa sayang, kan Amel udah ngga pergi lagi" Ucap Papa Abraham


"Bukan itu pa, aku mau bicarakan pernikahan ku dengan Amel"


"Memangnya kak Amel mau sama pria kayak kakak" Ucap Farid yang tengah berjalan menuju ruang keluarga


"Diam kau" Ucap Faiz menegur adiknya "begini Ma, Pa aku akan menikahi Amel dalam 3 bulan, dan aku minta setelah aku menemui orangtuanya dan Keluarga Amel di Indonesia Mama dan Papa membantuku untuk melamar resmi Amel"


"Kenapa tidak sekalian saja Iz" Ucap Mama Aneth


"Tidak ma, aku ingin menemui keluarganya terlebih dahulu lalu setelahnya aku, mama dan papa baru melamarnya setelah resmi"


"Terserah kau saja, kebahagiaan mu lebih penting dari apapun nak, Mama dan Papa selalu mendukung mu" Ucap Aneth yang di angguki oleh Faiz


"Dasar Bucin" Ucap Farid


Kemudian mereka mengakhiri obrolan dan masuk ke kamar masing - masing


Ke**esokan Harinya**


Farid kini telah siap untuk menjemput Amel, Faiz segera duduk untuk sarapan bersama keluarganya


"Iz kamu mau kemana" Ucap Mama Aneth


"Mau jemput Amel ma, aku udah janji mau ngajak Amel jalan"


"Abis jalan kamu langsung bawa Amel kesini dulu yah, mama mau ngobrol dengan calon mantu mama"


"Iya ma, Faiz usahakan"


Setelah Faiz sarapan, iya bergegas menuju ke rumah Amel, hany membutuhkan waktu 30 menit Faiz sudah tiba di rumah Edrick


Ting Tong


Kemudian Amel yang telah rapi membuka pintu untuk Faiz


"Kita jalan sekarang" Ucap Faiz


"Ayo"


"Kak Nabila dan Kak Edrick dimana sayang??"


"Ke rumah Mommy dan Daddy"


"Yah sudah yuk keburu siang"


Didalam perjalanan Faiz terus saja menggenggam tangan Amel


"Iz kita mau kemana??"


"Sebentar lagi sampai sayang"


Akhirnya mereka sampai di salah satu danau yang begitu indah


"Kamu turun duluan aku mau ambil barang dibelakang" ucap Faiz


"Indah sekali Iz" kemudian Amel berlari ketepi danau dan merentangkan tangannya sambil menghirup udara


Tidak lama Faiz menghampiri Amel dan meletakkan barangnya dibawah kemudian langsung memeluk Amel dari belakang dan menghirup tubuh Amel


"Kamu suka" Faiz sambil mengendus ceruk leher Amel


"Geli Iz" Ucap Amel


"Tapi aku suka sayang dengan bau tubuhmu ini" Faiz yang lagi - lagi mengendus leher Amel "Tapi kamu suka kan tempat ini!!' Faiz kembali bertanya


"Sangat suka Sayang" Ucap Amel


"Tadi kamu bilang apa" Faiz yang mendengar kata sayang dari Amel


"Aku bilang aku suka" Amel yang malu -malu


"Bukan yang itu, yang ujung tadi"


"Aku bilang Aku suka sayang sangat suka sayangku cintaku" Ucap Amel sambil membalikkan tubuh nya menghadap Faiz dan langsung mencium pipi Faiz


Kemudian Faiz langsung menyambar bibir Amel dan ******* dengan rakus dan dibalas oleh Amel


Kemudian Faiz melepaskan ciuman mereka "Aku mencintaimu Mel sangat"


Kemudian kembali berciuman tapi kali ini ciuman mereka dilakukan dengan Lembut


"Hmmpp" Amel yang kehabisan napas memukul dada Faiz untuk melepaskan ciuman nya


Faiz kemudian melepaskan ciuman mereka dan melihat bibir Amel yang sudah menjadi candunya yang agak bengkak karena ulahnya


"Sekarang ayo kita makan aku sudah siapkan semua persiapan piknik kita"


kemudian Amel dan Faiz membentangkan karpet di atas rerumputan dan menata makanan di atas karpet, mereka menikmati Piknik yang di buat oleh Faiz dan sesekali mereka bercanda


.


.


.


.


#Tbc