
Audry lebih dulu bangun, iya bergegas keluar dari kamar Amel, Audry takut kalau Amel melihatnya dalam kamarnya walaupun tanpa sadar Amel yang memeluk kakaknya itu sampe tidur bersamanya
Kini Amel sudah rapi, dia bergegas turun menuju meja makan disana sudah ada Nabila dan Edrick
Amel melihat kepenjuru sisi ruangan, sebenarnya dia mencari Audry, tapi nabila melihat Amel dan iya yakin kalau Amel mencari Audry
"Audry sudah ke kantor" Ucap Nabila
"Ish, aku mencari keponakan ku kak" Ucap Amel berbohong
Edrick hanya tersenyum melihat adik iparnya itu, dibalik sikap dingin Adik iparnya ada sedikit kepedulian terhadap keluarganya itu
"James bersama bibi, Sini makan dulu" Ucap Edrick
Amel menuju ke meja makan "Iya kak" Sambil mengambil makanan kepiring nya
"Besok kamu jadi berangkat Mel" Ucap Nabila
"Jadi kak" Amel terseyum ke arah kakaknya
"Apa kamu tidak bisa sedikit lebih lama disini" Nabila sedikit merasa sedih karena adiknya akan meninggalkan nya kembali
"Tidak kak, aku tidak punya alasan untuk tinggal berlama-lama disini, lagian aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku terlalu lama"
"Kalau begitu kamu pamit sama Daddy dan Mommy dulu"
"Tidak Kak, aku tidak ingin menemuinya" Ucap Amel sambil memasukkan makanan kemulutnya"
"Anggap saja ini permintaan terakhir Kakak sebelum kau pergi, kakak sangat minta tolong kepadamu" Nabila kembali menitikkan air matanya
Amel yang melihat kakaknya menitikkan airmatanya akhirnya menerima permohonan kakaknya itu "Jangan seperti itu kak, baiklah kak aku akan kesana tapi bersama dengan mu"
"Iya sayang kita kesana sebentar sore" Ucap Nabila kembali terseyum
"Sudah habiskan makan mu, nanti terlambat ke tempat seminar" Edrick kembali berbicara
"Iya kak"
"Kamu kesana dengan siapa mel"
"Sama kak Nabila dan Hani kak"
"Ya sudah kalian hati - hati dijalan"
.
.
.
Kantor Faiz
Faiz tengah sibuk dengan berkas - berkas yang ada di mejanya, kemudian Desi asisten Faiz masuk dan menyerahkan berkas yang harus di tanda tangani"
"Permisi pak, ini berkas yang harus ditanda tangani"
"Berikan padaku" Ucap Faiz yang masih sibuk dengan berkasnya
Setelah desi meletakkan berkas dimsja Faiz, Desi bergegas keluar dari ruangan Faiz tapi tiba - tiba saja Faiz memanggilnya kembali
"Des, bisa aku minta bantuan mu" Ucap Faiz
"Bantuan apa pak"
"Tolong kamu ke Aula, kemudian tunggu sampai acaranya selesai kemudian panggilkan pemateri Seminar atas nama Amelia Jhonson tapi jangan menyebut namaku dan suruh saja orang yang bersamanya pulang terlebih dahulu" ucap Faiz dan Amel sebenarnya tidak mengetahui pemilik hotel itu adalah Faiz
"Baik pak" Desi langsung keluar dari ruangan Faiz dan segera ke Aula menghadiri acara seminar
.
.
.
Ditempat Aula seminar telah berlangsung, para tamu seminar tampak kagum dengan Amel yang membawakan materi karena Amel dan sesekali Amel menjawab pertanyaan para tamu seminar
Setelah beberapa jam, akhirnya seminarpun telah selesai, Amel kemudian menghampiri kakak dan juga Hani, ada rasa bangga di hati Nabila melihat adiknya yang kini sudah dewasa dan lebih berani
Nabila memeluk adiknya itu "Kakak bangga padamu"
"Terima kasih kak, Aku juga bangga memiliki kakak sepertimu, dan terima kasih juga sudah mau temani Amel"
"Enak saja, Aku juga menemani mu Mel, kau tidak ingin berterima kasih kepadaku" Ucap Hani
Nabila dan Amel tertawa melihat Hani yang tengah merajuk
" Hahaha, Makasih Hani ku sayang ku cintaku padamu" Amel sambil memeluk Hani
Desi yang melihat Amel langsung menuju ke arah Amel "Maaf Nona Amelia Jhonson, pemilik hotel ini ingin bertemu dengan Anda, dia sudah menunggu anda diruang kerjanya"
Amel menaikkan alisnya "Anda siapa???"
"Perkenalkan nama saya desi saya sekretaris pemilik dari Hotel ini, kami tidak akan macam-macam terhadap nona, anda tenang saja"
"Baiklah, Kak, Han temani aku"
"Tidak Mel kami menunggu di restoran depan saja" ucap Nabila dan sebenarnya Nabila tau kalau pemilik hotel ini adalah Faiz tapi iya tau kalau Faiz ingin memberikan kejutan karena menyembunyikan siapa dia sebenarnya
Akhirnya Amel mengikuti Desi sedangkan Nabila dan Hani sudah tadi sudah di hubungi oleh Faiz untuk tidak menunggu Amel karena Faiz yang akan mengantarnya pulang
Akhirnya Amel dan Desi tiba didepan ruangan Faiz dan Desi mempersilahkan Amel masuk
"Silahkan Nona, Tuan sudah menunggu anda didalam"
Amel tersenyum "Terima kasih" Kemudian Amel membuka pintu ruangan Faiz
"Permisi tuan, ada apa tuan memanggilku" Ucap Amel karena Faiz berdiri membelakangi Amel
"Kamu membuatku menunggu terlalu lama" Ucap Faiz sambil berbalik dan tersenyum
"Faiz, Jadi kau"
"Maafkan aku, karena memintamu kesini"
"Ada apa kau memanggilku kesini" Ucap Amel jengkel karena Faiz tidak jujur padanya
"Duduk dulu" Akhirnya Amel dan Faiz duduk bersampingan bahkan sangat dekat
"Ihh jangan terlalu dekat" Amel yang mendorong Faiz karena Amel tidak mau kalau sampai Faiz mendengar detak jantung yang berjoget ria
"Tidak Mel begini lebih bagus" Faiz semakin dekat kearah Amel
"Ada apa kau memanggilku" Amel yang mulai merasa panas
"Itu mel, Apa kau tetap akan pulang besok, tidak bisakah kau tinggal sedikit lebih lama" Ucap Faiz lembut
"Tidak bisa Iz, Pekerjaan ku disini sudah selesai jadi tidak ada lagi alasan aku tinggal disini dan aku juga sudah mengatakan padamu berkali - kali"
Kini Faiz merasakan sesak bahkan hatinya terasa sakit mendengar ucapan Amel
"Mel apa kau betul - betul ingin menikah dengan pria Indonesia"
"Mungkin saja" Amel sudah merasa kesal pasalnya Faiz selalu saja memberikannya perhatian dan membuat jantung nya itu berdetak kencang "Kalau sudah tidak ada yang ingin kamu bicarakan aku pulang"
Amel kemudian berdiri untuk meninggalkan Faiz tapi tiba - tiba Faiz memegang pergelangan tangan Amel, Faiz ikut berdiri dan langsung menarik tubuh Amel kedalam pelukannya
"Jangan pergi Mel aku mohon, aku tidak ingin jauh darimu" Faiz sambil mengeratkan pelukan nya pada Amel kemudian menenggelamkan kepalanya ke leher Amel dan mencium aroma tubuh Amel
Amel terlonjak kaget karena Faiz tiba - tiba memeluknya dan mengatakan sesuatu yang membuatnya enggan meninggalkan Faiz
"Kamu kenapa Iz, apa yang kau katakan tadi!!"
Faiz melepaskan pelukannya"Mak...maksudku kalau kau pergi tidak ada lagi wanita cerewet dan menyebalkan lagian Keluargamu yang sebenarnya ada disini dan di Indonesia cuman Aunty dan Uncle mu" Faiz mencari alasan karena Faiz sangat susah menungkapkan isi hatinya kepada Amel
Amel dibuat kesal oleh Faiz" Kamu tidak tahu apa-apa tentang ku jadi jangan sembarangan bicara, Aunty dan Uncleku lah yang membantuku selama ini, dan kau jangan sekali kali mengatur hidupku kau bukan siapa - siapaku"
"Maksudku bukan begitu Mel, a..ku.. aku hanya"
"Hanya apa, sudah cukup Iz, aku capek dengan kelakuanmu itu" Amel berhenti sejenak "dan aku pertegas lagi dan kau jangan bertanya lagi, aku akan kembali ke Indonesia dan Akan menikah dengan orang Indonesia dan aku tidak akan kembali kenegara ini karena aku membencimu dan keluargaku, Puaass kau"
Amel kemudian berbalik untuk keluar pintu dan Faiz kembali menarik tangan Amel "Kau mau kemana Mel??"
"Aku mau pulang"
"Biar aku antar, aku menyuruh kak Nabila dan Hani pulang tadi"
"Siapa kau yang seenaknya menyuruhnya pulang, aku tidak ingin diantar oleh Pria seperti mu"
"Tapi Aku"
"Aku apa, kau mau bilang kau mengantarkan aku hanya karena dasar tanggung jawab" kemarahan Amel semakin memuncak "Aku bisa pulang sendiri dan jangan pernah menemuiku lagi aku membencimu sangat membencimu" Amel yang menahan tangis
Faiz sudah tidak bisa berkata - kata lagi hatinya sangat hancur, melihat Amel pergi meninggalkan ruangan nya
Ketika Amel hendak keluar dari ruang Faiz tiba - tiba Ada sepasang paruh baya masuk keruangan Faiz, Amel hanya tersenyum kearah mereka kemudian iya keluar dari ruangan Faiz
Aneth dan Abraham menghampiri Anaknya itu "Kau kenapa Nak, siapa dia" Ucap Aneth
"Dia Amel ma" Faiz kemudian memeluk mamanya "Aku menyakitinya dia membenciku"
"Duduk dulu sayang" kemudian mereka duduk "Sekarang ceritakan apa yang terjadi tadi" Ucap Abraham
Kemudian Faiz menceritakan semua kejadian tadi "Aku sudah menyakiti hatinya"
"Apakah kau sangat mencintainya" Ucap Aneth
Faiz mengangguk "Aku tidak pernah merasakan seperti ini pada wanita manapun sejak aku melihatnya bersama kak Nabila ada gejolak aneh pada hatiku saat itu dan hanya beberapa hari bersamanya aku sudah mencintainya bahkan sangat mencintai nya, tapi kenapa dia membenciku" ucap Faiz sambil mengusap kasar wajahnya
"Sabar nak, mungkin kau tidak ditakdirkan untuk bersamanya, Jika kalian memang berjodoh papa dan mama yakin pasti kalian akan bersama, sekarang kita pulang tenangkan fikiran mu dirumah"
Faiz mengangguk kemudian mereka bergegas untuk pulang kerumah
.
.
.
.
.
#Tbc