
"Kerja bagus Anita, aku harap Faiz tidak akan bisa kembali lagi dengan wanita pembawa sial itu" Ucap Wanita yang berada dihadapan Anita
Anita tersenyum sinis "Aku melakukan ini semua karena aku mencintai Faiz bukan karena aku ingin membantumu"
"Terserah kau yang terpenting sekarang Wanita sialan itu sudah hancur"
"Kau tenang saja, sekarang Amel sudah sangat membenci Faiz karena kejadian itu"
"Segampang itu dia dibodohi" Wanita itu tertawa puas mendengar Amel hancur
"Terus apa rencana mu selanjutnya"
"Biarlah itu menjadi urusanku, kau tidak usah khawatir aku akan pastikan Amel akan lenyap di tanganku"
Dibalik pembicaraan Anita dan Wanita yang bersamanya ada beberapa orang suruhan Jhonson yang memperhatikan mereka dari jauh
Sedangkan di kantor Amel terus saja memarahi beberapa karyawannya karena Amel merasa karyawannya tidak becus bekerja
Audry tidak sengaja lewat didepan ruangan Amel dan mendengar kegaduhan di dalam ruangan Amel. Kemudian Audry menemui Wina yang berada didepan ruangan Amel
"Win, didalam itu kenapa!!"
Wina kemudian berdiri "Maaf Nona Audry, beberapa hari ini Nona Muda seperti tidak bersahabat, beberapa karyawan mendapat amukan dari Nona Muda karena beberapa laporan yang di minta belum selesai dan tidak sesuai, padahal harusnya laporannya itu disetor beberapa hari lagi"
"Ya Allah, ada apa dengan anak itu"
"Bahkan saya sendiri tidak berani menemuinya Nona"
"Sabar yah Win, nanti aku bicarakan ini pada Daddyku, mungkin dia bisa membantu menjinakkan anak itu"
"Iya Nona"
"Lanjutkan pekerjaanmu, aku ingin menemui Daddyku dan membicarakan mengenai Amel" kemudian Audry pergi meninggalkan Wina
Ditempat lain Faiz tengah membuat rencana dengan Dami untuk membongkar kebohongan Anita
"Terus apa rencanamu selanjutnya Dam"
"Aku sudah menyuruh beberapa anak buah kita untuk memantau gerak gerik Anita Bos, tapi anak buah kita mengatakan bahwa orang suruhan Tuan Jhonson juga sepertinya ikut mencari informasi tentang Anita"
"Terserah mereka saja yang pastinya jangan sampai Anita tau kalau kita sedang mengawasinya"
"Saya pastikan Anita tidak akan mengetahui semuanya"
"Baguslah kalau begitu, aku ingin menemui kekasihku dulu, kau lanjutlah pekerjaanmu" Faiz pergi meninggalkan Dami dan berencana Faiz ingin menemui Amel dikantornya
Jhonson Corp
Faiz kini sudah berada di kantor Amel, kemudian ia bergegas masuk keruangan Amel.
Amel yang tengah fokus dengan beberapa dokumen yang ada di meja nya tidak menyadari kalau Faiz yang masuk keruangannya
"Berikan dokumennya lalu keluar lah" Ucap Amel yang masih fokus memeriksa dokumen
"Sayang"
Amel kemudian mengangkat kepalanya dan melihat sosok Faiz dihadapannya "Ngapain kau kesini, pergi dari ruanganku"
Faiz kemudian menghampiri Amel "Sayang, jangan seperti ini percayalah padaku"
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu aku jijik mendengarmu"
"Sayang tolong, jangan buat aku seperti ini aku nggak bisa kamu giniin terus aku sangat mencintaimu"
"Cihh, Dasar pria brengsek, pergi kau dari sini aku tidak sudi bertemu dengan lelaki yang kerjanya bermain selang*angan"
"Amel jaga ucapanmu" bentak Faiz
"Ada apa dengan ucapanku, kau mau marah silahkan"
Faiz kemudian memelankan suaranya "Sayang akan kubuktikan kalau semuanya itu tidak benar"
"Tidak ada yang perlu kau buktikan Iz, dan sekarang keluar dari ruangan ku dan jangan pernah kembali lagi atau kalau tidak aku tidak akan segan - segan membunuhmu"
"Bahkan jika kamu membunuhku aku tidak akan pernah marah, jika itu bisa membuat mu percaya padaku"
"Mel kau adalah hidupku, mana mungkin aku bisa hidup tanpamu"
"Bahkan kau masih bisa berkata seperti ini padaku sedangkan Anita tengah mengandung anakmu"
"Baiklah aku akan pergi dari sini, dan aku akan buktikan semuanya kalau aku tidak bersalah dan kamu akan tetap berada disisiku"
Faiz meninggalkan ruangan Amel sedangkan Amel kini menjatuhkan tubuhnya ke kursinya dan menangis
"Hiks.. Hiks.. Kenapa aku harus mengenalmu, aku mencintaimu dengan tulus tapi kenapa kau menghancurkan hatiku, Hiks..Hiks..."
Kemudian Amel mendapat pesan dari ponselnya
"Jika kau ingin mengetahui sifat asli mantan kekasihmu, temui aku sekarang di restoran depan kantormu" Nomor Tidak dikenal
Amel kemudian menghubungi nomor tersebut tapi tidak diangkat, karena Amel juga penasaran akhirnya ia menemui orang yang mengirimkannya pesan
Audry yang melihat adiknya pergi dengan terburu - buru akhirnya mengikutinya dari belakang.
Karena Restoran cuman berada diseberang jalan jadi Amel hanya berjalan kaki. Ketika Amel hendak menyebrang tiba - tiba saja ada mobil yang melaju dengan sangat cepat.
Bughhhhh
Amel menutup matanya kemudian terjatuh karena ada yang menariknya kebelakang dan ketika ia membuka matanya, betapa terkejutnya karena Audry lah yang tertabrak karena menyelamatkannya
Amel membulatkan matanya seketika berteriak histeris "Kak Audryyyyyyyyyy" dan berlari menghampiri Audry yang berlumuran darah dan meraih Audry masuk kedekapannya
"Kak Audry maafkan Amel, kenapa kakak nyelamatin Amel" Amel sudah berderai air mata
Audry yang masih sadar tersenyum walau merasa sakit di seluruh tubuhnya "Amel sayangg, kamu nggak apa - apa" Amel mengangguk
Beberapa karyawan menghampiri mereka kemudian Amel meminta tolong untuk menghubungi Ambulance
Amel sekarang berada didalam Ambulance sedangkan Audry terbaring diatas brangkar. Amel juga sudah menghubungi Daddynya
"Kak Audry jangan tidur yah bentar lagi kita nyampe Rumah Sakit" Ucap Amel agar kakaknya tidak memejamkan matanya
"Mel maafin Kakak yahh selama ini Amel menderita karena Kakak" Ucap Audry lemas
Amel terus menangis "Amel nggak menderita justru berkat kakak yang ngirim Amel pergi jauh Amel bisa seperti ini" Amel terus berbicara pada kakaknya
Audry tersenyum "Mel.. Kaalaau kakak nggak bisa bertahan Amel janji yah jangan suka marah - marah lagi, jangan buat Mommy dan Daddy sedih"
"Kakak ini bicara apa, Kakak akan baik - baik saja Amel yakin Kakak mampu lalui ini semua, aku sayang banget sama kakak dan jangan pernah berfikir kakak ninggalin aku seperti Kak Bram" Ucap Amel penuh penekanan
Amel terus mengajak Audry berbicara hingga akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Disana Jhonson lebih dahulu tiba bersama asistennya David, sedangkan Fransiska dan Nabila masih dalam perjalanan
Amel terus mendorong brangkar Audry dan terus menggenggam tangan kakaknya, dan tiba diruang tindakan Amel tidak diperbolehkan masuk
"Minggir kalian aku ingin menemani kakakku" Amel terus memaksa ingin masuk
"Maaf Nona tapi Nona tidak diperbolehkan masuk"
"Kalian tidak tau, aku juga bekerja disini ini Rumah Sakit kakakku"
"Tolong kerja samanya"
Amel masih terus memaksa untuk masuk. Jhonson menghampiri anaknya kemudian menarik anaknya kedalam pelukannya
"Amel sayang biarkan dokter bekerja tenang, Daddy yakin kakakmu pasti akan baik-baik saja"
"Hiks.. Hiks.. Aku ingin bersamanya Dad, aku yang buat Kak Audry seperti ini" Amel terus menangis
"Ini takdir sayang, sebaiknya kamu mendoakan kakakmu"
Fransiska dan Nabila tiba dirumah sakit dan segera berlari menuju tempat Audry ditangani. Fransiska melihat Jhonson dan Amel kemudian menghampirinya
"Daddy ada apa dengan Audry" Ucap Fransiska kemudian Fransiska melihat baju Amel penuh dengan darah,
Melihat ekspresi wajah Fransiska memandanginya, Amel menjadi takut kemudian Amel berlutut didepan Mommynya dan menangis
"Maafkan Amel Mom, seharusnya Amel lah yang berada didalam ruangan itu, Mommy boleh menghukumku, Mommy boleh menjauhakanku dari keluarga ini, aku memang pembawa sial"
#Tbc