Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 145


Pulang sekolah Azka benar-benar menepati janji nya untuk mengajak Salsa ke Garamedia membeli semua novel yang dia inginkan.


Azka terus mengikuti Salsa dari belakang. Gadis itu terlalu antusias berbelanja. Saat memasuki area mall gadis itu melepaskan genggamannya dan menjelajah kesana kemari.


Ia semakin mempercepat langkahnya, kemudian menarik Salsa kepelukannya saat orang mulai berkerumun. Ia tidak ingin pacarnya berbaur dengan lawan jenis lainnya.


"Tetap dalam jangkauan aku Sal. Kamu itu mungil di serempet dikit aja jatuh!" peringatan Azka dengan wajah datarnya.


"Hehehehe, terlalu semangat Ka."


Keduanya memasuki lift menuju lantai tiga dimana gramedia berada. Azka menghela nafas panjang melihat isi lift yang di huni banyak orang. Ia lebih dulu masuk, kemudian memejokkan Salsa di dekat dinding lift menjauhkan dari yang lain.


"Posesif banget," gumama Salsa mengulum senyum.


"Masalah?" tanya Azka datar.


"Suka."


Pintu lift terbuka, membuat Azka dan Salsa keluar menuju gramedia yang berada di Mall itu. Senyuman gadis berambut sebahu itu mengembang, mengelilingi rak buku. Gramedia adalah surganya untuk perempuan, apa lagi jika senang membaca novel.


"Beneran di bayarin Ya?" Salsa memastikan, dan di jawab anggukan oleh Azka. "Kalau aku ambil seratus buku gimana? Beneran mau bayar?"


"Kamu mau beli tokonya juga bisa Sal," jawab Azka.


Sebelah tangannya mengenggam tangan Salsa, sebelah lagi di saku celananya. Kaca mata hitam di wajah menambah kadar ketampanan Azka, membuatnya sedikit menjadi perhatian.


"Azka kok kamu genteng bengat sih? Aku kesal. Liat mereka liatin kamu," kesal Salsa.


Grep


Azka menarik Salsa kesampingnya, kemudian melingkarkan tangannya di pinggang gadis itu. "Gimana? Mereka bakal ngerti 'kan? kalau aku udah punya pacar?"


"Malu Ka, diliatin orang ih." Melepaskan pelukan Azka di pinggangnya.


Gadis itu berjalan lebih dulu mengelilingi rak buku, mencari novel yang baru-baru ini terbit. Azka juga iseng berjalan ke rak buku berbeda dengan Salsa. Melihat-lihat sekitar.


Dimana kehaluannya sangat tinggi dan sulit untuk di capai. Rata-rata perempuan yang baca novel incarannya spek dewa. Sangat di untungkan Ia laki-laki tampan juga kaya raya, jadi sedikit bisa memenuhi bahan haluan sang kekasih.


Azka berhenti di salah satu Rak, memperhatikan daftar bukunya.


1001 cara menaklukan hati perempuan.


"Gue nggak butuh, nggak baca aja semua perempuan naksir sama gue." Pede Azka memperbaiki kacamatanya.


Selama ini ia sadar, bahwa dirinya terlalu tampan di mata kaum hawa, terlalu sempurna. Tapi Salsa pengecualian, berada di samping gadis itu, Azka mempunyai banyak kekurangan.


Panduan gratis bersikap romantis pada pasangan


Apa saja keinginan perempuan tidak di ketahui laki-laki.


Cara menyenangkan pasangan


"Agak ambigu judulnya anji*r," gumam Azka, ia bukanlah laki-laki polos, ia juga mempunyai otak mesum pada umumnya, tetapi tertutupi dengan sikapnya yang sedikit cuek, dan menghindar dari jangkauan perempuan.


Hal-hal yang harus di lakukan pengantin baru


Telinga Azka seketika memerah membaca judul buku tersebut. Bayangan saat Salsa mencumbunya di apartemen pada saat dalam pengaruh obat kembali berputar di kepalanya.


Baru saja akan mengambil buku itu, suara Salsa sudah terdengar.


"Azka, aku nyariin kamu tadi. Ngapain di sini? mau beli buku juga?" tanya Salsa yang tiba-tiba ada di belakang Azka.


Gadis itu hendak mengintip judul-judul buku di depan Azka. Namun, Azka lebih dulu menarik tangannya menjauhi rak buku sesat itu. Kakasihnya terlalu polos untuk semuanya.


Yakin perempuan yang baca novel polos? Sepertinya tidak, itu cuma asumsi Azka semata.


...****************...