Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Hidup Baru


Hani sedang mengajak beberapa karyawannya untuk makan siang di salah satu restoran yang tau jauh dari butiknya, karena Hani tidak suka makan siang sendiri dan disaat bersamaan Dami juga tengah berada di restoran tersebut untuk bertemu salah satu kliennya.


Setelah Hani makan siang, ia hendak berdiri untuk membayar makanannya tiba - tiba saja Hani bertabrakan dengan Dami


"Ih kalau jalan liat - liat dong tuan" Kemudian Hani berdiri dan betapa terkejutnya melihat Dami yang menabraknnya, Dami juga takkala terkejut


Sontak secara bersamaan mereka saling menunjuk "KAU"


"Oh Tuhan dosa apa aku bisa bertemu dengan pria kulkas itu lagi" Gumam Hani tapi Dami masih mendengar Hani


"Apa kau bilang, kau mengataiku" Ucap Dami


"Idih PD banget kamu"


"Kau mengataiku, aku mendengarnya kau mengataiku kulkas"


"Huff,, kalau iya kenapa mau marah, silahkan"


"Dasar kau wanita gila"


"Dari pada kau Pria Kulkas mana pacaran sama tante - tante pula idihh"


"Hei Nona dari pada nggak laku, mana ada pria mau sama wanita gila seperti mu aku yakin semua pria jijik padamu"


"Hei tuan, dari pada situ sudah seperti kanebo, kulkas, mana suka tante - tante lagi"


"Hei Nona kekasih ku itu hanya tua dua tahun dariku"


"Nggak nanya tuh" Hani kemudian pergi meninggalkan Dami yang masih jengkel


Sedangkan Dami tak henti - hentinya mengoceh menghina Hani "Dasar wanita gila".


sudah seminggu mereka pulang dari berbulan madu dan mereka juga memutuskan untuk tinggal di Apartemen walaupun Mama Aneth menyuruh mereka untuk tinggal bersama tapi Faiz ingin memiliki privasi bersama istrinya


Amel sekarang sudah memiliki kegiatan baru selama menikah, setiap hari menyiapkan sarapan untuk suaminya, menyiapkan baju untuk kekantor.


Pagi hari Faiz yang melihat istrinya sedang berkutat didapur, rambutnya di gulung keatas sehingga memperlihatkan leher putih istrinya, Faiz kemudian memeluk istrinya dari belakang dagunya iya letakkan ke bahu Amel sesekali mencium dan menggigit leher Amel


" Mas  jangan digigit nanti berbekas, yang kemarin aja belum hilang"


"Aku suka sayang" Faiz terus mencium dan menggigit  leher Amel


"Gara - gara kamu Mas aku nggak bisa keluar karena aku malu"


"Ini tuh stempel Sayang biar nggak ada pria yang dekati kamu, biar mereka tau kamu itu sudah ada yang punya"


"Idih Mas, biarpun mereka ngelirik aku tapi aku kan cintanya sama kamu aja Mas"


"Tapi aku nggak rela mereka ngelirik kamu Sayang"


"Ya udah terserah kamu aja deh Mas, sekarang lepasin aku Mas aku mau fokus masak nih, nggak konsen aku kalau kamu nemplok gini"


"Kangen" Faiz masih mengeratkan pelukannya bahkan tangannya sudah meraba kemana - mana


"Kangen dari Hongkong, orang aku cuman tinggal masak doang, sekarang kamu mandi gih nanti kamu telat ngantornya, aku juga udah siapin baju kamu dikamar"


"Cium dulu"


"Mas jangan ngadi - ngadi deh, makanannya bentar lagi matang"


"Mandi bareng yuk Sayang"


Amel mematikan kompornya kemudian berbalik menghadap Faiz "Nggak ah, nanti kamu telat lagi kalau mandi bareng"


"Aku janji, hanya mandi doang Sayang nggak lebih, Yah yah yahh" Faiz mengedip ngedipkan matanya


"Mandi bareng yah Sayang Please"


"Ya udah aku siapin dulu ini dipiring"


"Ahh kelamaan" Faiz langsung menggendong istrinya ala brydal dan membawa istrinya kekamar mandi


Faiz dan Amel kini mandi bareng versi Amel, setelah mereka selesai mandi Amel memasangkan dasi pada Faiz


"Nah sudah" Amel kemudian menepuk - nepuk dada Faiz "Kok suamiku makin tampan aja"


"Yah kan istrinya service suaminya dengan baik"


"Yah harus dong Mas, Masa aku biarin suami aku kucel nanti dikira aku ngga urus suami aku lagi"


Faiz menarik pinggang Amel sehingga menabrak dada bidangnya "Istriku memang hebat, makin cinta deh aku"


"Ya iyalah awas saja kalau nggak cinta, aku potong beo kamu Mas"


"Ihh jangan dong Sayang, ini tuh kelangsungan hidup aku dan kamu, kalau kamu potong kamu udah nggak bisa medesah dibawa aku lagi"


"Ihh udah ah, lama - lama kamu itu mikirnya mesum mulu, sekarang kita makan yah Mas"


"Ya udah ayo sayang"


Faiz kini sedang sarapan bersama Amel sesekali melemparkan candaan


"Mas aku mau kerumah Mommy yah"


"Ya udah, sebelum aku ke kantor aku antar kamu dulu yah"


"Aku bisa bawa mobil sendiri kok Mas"


"Nggak boleh, pokoknya aku yang antar pulangnya aku jemput"


"Ya udah suamiku, makasih yah"


"Hmm" Faiz kembali melanjutkan makannya


Amel kini sudah sampai dirumah orang tuanya, Fransiska menyambut anaknya yang baru saja tiba


"Eehh Anak Mommy kok kesini nggak bilang - bilang?"


"Bosan dirumah Mom, kalau Mas Faiz ke kantor aku sendirian di apartemen"


"Ya udah masuk yuk"


"Yang lain pada ke kantor yah Mom??"


"Daddy mu kejerman bersama David, sedangkan kak Audry ada di atas di ruang kerja Daddy"


"Eeh Kak Audry nggak kekantor Mom???"


"Nggak sayang, katanya pengen kerjain pekerjaan kantor dirumah aja"


"Oww.. kalau gitu aku keatas dulu deh mau nemuin Kak Audry"


"Ya udah naik aja, Mommy ke dapur mau ambil cemilan nanti Mommy nyusul keatas"


"Siap Mom"


Amel kemudian naik untuk menemui kakaknya setiba nya Amel diatas, ia membuka pintu tapi Audry masih tidak menyadari jika ada orang masuk kedalam ruangannya.


Amel mengambil kesempatan itu, ia berjalan dengan pelan