Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 79


Free kelas untuk jam terakhir baru saja di umumkan oleh ketua Osis, Giani yang punyai kepentingan mendadak, buru-buru membereskan semua bukunya dan memasukkan ke tas. Berjalan terburu-bruru keluar dari perpustakaan sembari menenteng satu buku lagi kerena tidak muat.


Gadis galak itu menghela napas panjang melihat segerombolan laki-laki di depan kelas XII Ipa.


"Nggak ada jalan lain, dari pada gue harus memutari sekolah dan membuang waktu," gumam Giani melanjutkan langkahnya.


Langkah Giani semakin lebar, saat akan melewati segerombolan laki-laki itu. Sengaja menabrak pundak Rayhan yang berusaha mencegahnya.


"Giani! Buku lo sayang!" panggil Rayhan.


Sontak langkah gadis galak itu terhenti, benar saja buku diarinya terjatuh tepat di tengah-tegah segerombon laki-laki. Giani berlari saat melihat Rayhan akan mengambil buku diari itu, jangan sampai Rayhan membukanya.


Giani langsung menunduk, tapi ia kalah cepat hingga Rayhan yang mendapatkan buku itu. Giani mendongak hendak mengambil buku ditangan Rayhan, tetapi buku itu malah di jatuhkan begitu saja oleh laki-laki itu. Jantung Giani berhenti beberapa detik, setelahnya berdebar sangat hebat saat Rayhan menunduk dan mencium punggung tangannya.


"Anjiir, jiwa jomblo gue meronta-ronta!" Heboy Keenan melihat adegan di luar nalar.


Bukan hanya Keenan semua laki-laki yang ada di sana menyoraki Rayhan dan Giani. Giani yang merasa malu segera menarik tangannya lalu pergi setelah mangambil buku diari itu. Ah sialan jantung gadis itu masih berpacu sangat hebat, bahkan setelah ia berada di taksi menuju Cafe tempatnya janjian dengan seseorang.


Rahang Giani mengeras melihat wanita cantik terpaut delapan tahun darinya sedang duduk di salah satu meja. Dengan dada bergemuruh ia mendekati wanita cantik itu, duduk dengan kasar tepat di depannya.


"Ada apa kau ingin menemuiku?" tanya wanita cantik nan anggun itu.


Giani tertawa sangat renyah, sembari menatap tajam wanita di depannya. "Kau bertanya kenapa aku ada di sini? Apa kau belum tahu di mana letak kesalahanmu!"


"Jadi ini wanita yang tak tahu malu itu?"


"Tutup mulutmu! Kau tidak tahu aku siapa?"


"Tau, sangat tau, kau simpanan ayahku bukan?"


Wanita cantik itu diam membisu setelah mendengar penjelasan Giani. Jangan mengira Giani akan melepaskan begitu saja orang yang berani mengusik rumah tangga orang tuanya, terlebih menyakiti hati seorang wanita yang mempertaruhkan nyawa melahirkannya.


"Apa kau tidak pernah berpikir bagaimana rasa sakit keluarga yang telah di khianati? Apa sekarang kau bangga setelah mendapatkan ayahku? Apa laki-laki yang rela meninggalkan keluarganya demi wanita terlihat keren di matamu? Wah ternyata selama ini ayahku sangat keren di depan mata seorang pelakor." Suara Gini kian bergetar menahan tangis di depan wanita cantik itu.


Ucapan Gini mengundang perhatian beberapa pengunjung di Kafe, membuat wanita cantik itu merasa malu.


"Lihatlah, kau sangat cantik bisa dipastikan banyak laki-laki di diluar sana menyukaimu, tapi kenapa kau tega memacari laki-laki yang telah beristri? Apa menjadi simpanan sangat menyenangkan hingga kau memilih hal kotor dan hina seperti ini?"


"Cukup! Aku tidak pernah menggoda siapapun, ayahmu sendiri yang tergoda padaku." Wanita itu membantah semua tuduhan yang di lontarkan Giani.


Tawa Giani semakin pecah. "Apa kau anak kecil yang tidak bisa menolak dan mudah di perdaya? Hubungan tidak akan terjalin tanpa kesepaktan kedua belah pihak. Kau seorang wanita, mempunyai seorang ibu, mungkin suatu saat nanti akan menjadi istri dan mempunyai anak. Bagaimana perasaan kamu saat mengetahui ayahmu, suamimu, atau menantumu mempunyai perempuan lain di belakangmu? Jika kau memikirkan itu, makan kau tidak akan melakukan ini. Kau cantik dan berkelas, tapi Attitude kamu nol besar!"


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak😊