
Setelah mereka dari kedua orangtuanya memberikan kejutan tentang kehamilannya, Faiz dan Amel sementara perjalanan pulang ke apartemennya.
Faiz terus menggenggam tangan Amel sesekali mencium tangan Amel.
"Mas ihh,, fokus bawa mobilnya"
"Iya ini juga udah fokus sayang"
"Ya udah jangan pegang tangan aku nanti kamu nggak fokus bawa mobilnya"
"Nggak kok sayang justru kalau aku begini rasa lelahku tuh seperti hilang"
"Terserah kamu lah Mas"
Akhirnya mereka sampai ke apartemen, Amel dan Faiz bergantian membersihkan dirinya, kemudian mereka mereka beristirahat.
"Mas, udah dong main ponselnya"
"Iya sayang bentar, Dami tadi ngirim pesan"
Faiz kemudian ikut merebahkan tubuhnya, Amel langsung memeluk tubuh suaminya kemudian membenamkan wajahnya di dada suaminya.
"Suka yah aroma tubuh aku"
Amel mengangguk "Semenjak nikah sama kamu Mas aku seperti nggak bisa tidur kalau nggak dipeluk dan cium aroma tubuh kamu Mas, apalagi bulu halus di dada mu aku suka benget"
"Istri aku udah mesum ih" Ucap Faiz sambil mengeratkan pelukannya
"Sama suami sendiri kok Mas nggak apa - apa. Dulu tuh waktu aku belum ke Indo aku kalau mau bobo harus di pelukan Mommy atau Kak Audry"
"Waktu di Indo yang pelukin kamu sebelum tidur siapa??"
Amel menggeleng "Nggak ada jadi di usahain aja biar bisa tidur"
"Kamu tenang aja sayang, mulai sekarang kamu nggak akan tidur sendiri lagi, ada aku yang selalu ada peluk kamu"
Amel kembali membenamkan wajahnya ke dada Faiz, karena Faiz masih harus puasa beberapa hari lagi jadi nggak ada olah ranjang.
"I Love You My Wife" Ucap Faiz kemudian ikut terlelap bersama istrinya
Pagi harinya Amel bangun lebih dulu, menyiapkan keperluan suaminya kemudian ke dapur untuk memasak sarapan, setelah masak Amel kembali ke kamar membangun kan suaminya.
"Mas bangun, udah pagi" Ucap Amel sambil menggoyangkan bahu suaminya
"Hmm.. Bentar lagi sayang"
"Ini udah setengah tujuh Mas"
"Hmm" Faiz hanya menjawab dengan deheman
Amel kemudian mencium seluruh wajah suaminya terakhir ke bibir
*Cup
Cup
Cup
Cup*
Faiz yang mendapat ciuman dari bibirnya langsung menahan tengkuk Amel lalu melahap bibir istrinya itu, Amel juga membalas ciuman dari suaminya.
Faiz melepaskan ciuman nya karena istrinya kehabisan nafas, kemudian membalikkan tubuh istrinya kemudian menindihnya.
"Sayang boleh yah, aku udah ngga tahan" Ucap Faiz dengan suara beratnya
"Tapi Mas... nanti kamu bisa telat kekantor lagian kamu juga masih puasa"
"Aku udah nggak bisa nahan sayang, kata dokter juga bisa kok tapi pelan - pelan, please dibawa udah tegang banget"
Faiz kemudian bangun membuka penutup pusakanya, tanpa malu - malu Faiz telanjang bulat memperlihatkan pusakanya pada Amel "Nih lihat udah tegang banget, kamu tega liat aku ke siksa begini, coba deh kamu pegang"
Seperti mendapat angin segar Faiz langsung melucuti semua pakaian yang melekat pada istrinya hingga istrinya menjadi polos tanpa sehelai benang pun.
Kemudian langsung ******* dengan menggebu bibir istrinya kemudian memberi beberapa tanda di leher istrinya lalu menyesap dua gundukan kenyal milik istrinya
"Shhhhh" Amel merasakan sensasi dari Faiz
"Sayang aku masukin yah"
Amel hanya menggangguk sambil menikmati sensasi yang diberikan suaminya, dan Faiz mengarahkan miliknya ke goa hangat istrinya dan Mereka mengerang bersama
Ahrrrggghh
"Aku akan bergerak sayang" Kemudian Faiz membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya sambil menggerakkan pinggulnya
"Ahhh Mas" Racau Amel
"Sayang ini nikmat banget kamu masih sempit, rasanya punyaku kejepit enak, Ahh sayang" Ucap Amel disela - sela kegiatannya
"Rasanya penuh banget Mas, punyamu gede banget,, Shh Ahh tapi aku suk" Ucap Amel
Faiz terus memaju mundurkan miliknya pada goa istrinya, lalu ******* bibir istrinya
Hampir satu jam berlalu akhirnya Faiz dan Amel sampai ke puncaknya
"Mas aku mau keluar"
"Bersama sayang"
Tidak lama Amel sampai pada pelepasannya disusul oleh Faiz, Faiz kemudian ambruk di samping Amel.
"Hufftt.. Capek tapi enak sayang"
"Sekarang kamu mandi Mas, kamu udah telat loh ke kantornya"
"Mandi bareng yah sayang"
"Mau tapi nggak pake nambah yah Mas, Capek aku"
"Iya sayang"
Faiz kemudian bangun lalu menggendong istrinya kedalam kamar mandi dengan keadaan polos, mereka hanya mandi tanpa melakukan olahraga di dalam kamar mandi
Setelah itu Amel memakaikan kemeja pada suaminya, memasangkan dasi pada suaminya
"Sayang bentar malam rekan kerja aku ngadain pesta ulang tahun pernikahannya, kamu ikut yah"
"Terserah Mas aja"
"Hari ini aku pulang cepat kok sayang, cuman ke kantor tanda tangan beberapa berkas aja"
"Pantas aja minta jatah, ternyata kamu nggak sibuk hari ini"
Faiz terkekeh "Sesibuk apapun aku sayang, kalau menyangkut dengan mu aku akan tinggalkan"
Amel kemudian memeluk Faiz menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya "Makasih yah Mas udah cinta sama aku"
Faiz membalas pelukan Amel kemudian mencium kepala istrinya "Kamu hidupku, aku sangat mencintaimu sayang"
Amel kemudian melepaskan pelukannya suaminya dan tersenyum "Kamu juga hidupku Mas, aku nggak tau hidupku bagaimana tanpa mu"
"Jadi tetaplah berada di sisiku, menua bersama"
"Iya Mas, makasih yah"
Faiz mencium kening Amel "Ya udah kita sarapan dulu yah"
Amel mengangguk.