
Hari kebahagiaan sudah datang, hari di mana pernikahan Alana di laksanakan. Gadis berambut sebahu itu mematut dirinya di depan cermin. Salsa terlihat bigitu cantik dengan balutan gaun putih tulang pilihan Azka kemarin saat mereka belanja bersama.
Senyuman Salsa merekah saat mendapat telfon dari Azka, tanpa menunggu waktu ia menjawabnya.
"Azka gimana penampilan gue, udah cantik belum?" Salsa mengarahkan kamera belakang lalu memantulkannya pada cermin agar Azka melihat keseluruhan gaun yang ia kenakan.
Gadis itu tersenyum sangat manis saat melihat Azka open jidat dengan setelah jas yang senada dengan gaun yang ia pakai.
"Cantik banget," puji Azka tak berkedip, terpesona akan kecantikan ratu yang bertahta di kerajaan hatinya.
"Bentar lagi Keen jemput lo, udah siap kan?"
"Kok Keen? Lo mau kemana?" Nada bicara Salsa berubah seketika.
"Mau ke pesta, tapi nggak bisa bareng lo, maaf ya. Gue juga nggak bisa terlalu akrab sama lo di pesta nanti."
"Gue nggak mau lo jadi bulan-bulanan Papi gue saat bertemu di pesat Sal, gue takut Papi gue ngelakuin sesuatu di luar dugaan gue," batin Azka menatap wajah kecewa Salsa.
"Oh gitu, yaudah. Udah dulu ya kayaknya Keen udah datang." Salsa memutuskan sambungan telpon sepihak tanpa menunggu jawab Azka. Membuat laki-laki di seberang telepon menghela nafas panjang.
Kebahagian dan senyuman yang baru saja terpancar di wajah gadis itu seketika hilang, ia mengira akan seperti pasangan lainnya, datang bersama. Namun, semua hanya hayalan semata.
"Udah dandan cantik-cantik kok cemberu gitu," tegur Keenan membanting setir kemudi keluar dari halam rumah Salsa setelah gadis itu memasang seat belt dan duduk dengan aman.
Keenan melajukan mobil mewah warna kuning itu membelah padanya jalan raya menuju mansion utama Adhitama dimana resepsi pernikahan di adakan. Tak ada yang di publish hanya acara keluarga dan orang-orang terdekat saja yang datang.
Benar saja Sepanjang acara berlangsung, Azka seperti menghindari Salsa, sengaja bergabung dengan anggota inti lain. Untung saja tante Tari dan Tante Rianti mengenalinya.
Sesi pengucapan ijab kabul berlangsung, suara yang tadinya rius kini tenang dan tergantikan dengan suara Ayah kevin juga Alvi, hingga kata Sah di teriakan oleh semua orang.
Disaat semua orang tengah berbahagia, seorang cowok yang berdiri diantara teman-teman yang lainnya menutup mata menahan gemuruh di dada, sesak tiba-tiba di rasakan Dito saat kata Sah terucap dengan lantang. Artinya kesempatan untuk mendapatkan Alana tak ada lagi. Gadis kecil yang selalu ia jaga sekarang menjadi milik orang lain.
Dito menoleh saat Keenan langsung menepuk pundaknya dan melempar senyum.
"It's okey," ucap Dito.
Satu persatu tamu naik kepelaminan untuk memberi selamat pada mempelai, begitu juga dengan Salsa yang ditemani oleh Tante Tari.
"Anjir, ibu ketua sama calon mertua oi," hebo Ricky memerhatikan Salsa yang begitu akrab dengan Maminya Azka.
Sudut bibir Azka berkedut melihat kedekatan Maminya dengan Salsa, semoga ini jalan yang baik untuk hubungan keduanya.
"Ada yang terlewat Ki," timpal Rayhan melirik Salsa dan Azka secara bergantian.
"Couple dong ... uwu ... sweet banget pak ketua gue."
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak😊