
"Assalamualaikum Nona Muda"
"Sialan kau, aku kira siapa" Ucap Amel melihat hani masuk keruangan nya
Hani berlari menuju kursi Amel dan menghamburkan pelukan nya ke Amel "Rindunya sama sepupuku yang super sibuk ini"
"Cihh.. Jijik aku mendengarmu Hani"
"Ih mentang-mentang kau sudah punya kekasih, udah nggak mau aku peluk" ucap Hani melepaskan pelukannya lalu duduk di atas meja Amel
Amel kemudian tertawa "Yahh sudah ada apa kau kesini!!"
"Aku bete di butik makanya aku mengunjungi mu"
Tiba - tiba handphone Amel berbunyi tanda pesan masuk
"Han ikut dengan ku"
"Ada apa Mel??"
"Ada seseorang mengirim foto padaku, Faiz berada di hotel X dengan seorang wanita, coba kau liat" Amel menyodorkan ponsel nya ke Hani
"Astaga ini beneran Faiz, mana wanita itu menggandeng Faiz"
"Kau ikut dengan ku aku harus memastikan semuanya" Amel berdiri dari meja dan Hani langsung melompat turun dari meja Amel
Mereka bergegas keluar dari kantor dan segera melajukan mobilnya ke hotel X
Ting
Handphone Amel kemudian berbunyi kembali "Mereka di kamar 325" isi pesan dari nomor tidak dikenal
"Siapa Mel"
"Nomor tidak dikenal, dia mengirimkan nomor kamar,"
"Yahh sudah aku tancap gas"
"Iya, cepet Han"
Hani melajukan mobilnya lebih cepat. Tidak sampai lima belas menit kini mereka sudah sampai di depan Hotel X
"Ayo Han cepettan" Amel segera berlari masuk kehotel
"Tunggu Mel, Tolong parkir mobil ku aku buru - buru" Ucap Hani memberikan kunci mobilnya pada salah satu petugas Hotel.
Amel dan Hani kemudian mencari kamar Hotel yang di berikan seseorang padanya. Ketika mereka sudah berada di depan kamar hotel, Amel ingin membuka pintu tapi iya takut, jantungnya pun sekarang berdegup sangat kencang
"Tunggu apa lagi Mel cepettan buka" Ucap Hani
"Aku takut Han"
"Terus ngapain kita kesini kalau kau tidak mau membuka pintu itu"
Amel menarik nafasnya kemudian memegang gagang pintu itu perlahan Amel membuka pintu kamar itu yang tidak terkunci, dan perlahan pintunya iya buka dengan lebar
Amel terkejut menyaksikan kejadian yang ada di hadapannya dia tidak bisa berkata - kata lagi air matanya sudah tumpah
"Faiz" Bentak Hani dan Faiz langsung menoleh
"Aaamel Sssayang" Ucap Faiz kaget
Amel jatuh terduduk di lantai betapa syoknya melihat Faiz bersama seorang wanita. Faiz langsung menghampiri Amel langsung memeluk Amel
"Sayang, aku bisa jelaskan ini tidak seperti yang kamu lihat" Ucap Faiz
Amel langsung mendorong tubuh Faiz dan langsung berdiri "Brengsek kau Faiz, Brengsekkkkk"
Faiz berdiri dan menarik tubuh Amel kedalam pelukannya tapi Amel mendorong Faiz
"Jangan sentuh aku, kau menjijikkan" Bentak Amel
"Amel sayang aku di jebak ini tidak seperti apa yang kau lihat"
"Dijebak kau bilang, bahkan kau di atas tubuh wanita yang hanya mengenakan pakaian dalam dan lihat dirimu bahkan kancing kemeja mu sudah terbuka seluruhnya" Jawab Amel sambil terisak
"Maafkan kami, kami lupa mengunci pintunya dan kau harus melihat kejadian itu" Ucap Wanita itu tersenyum pada Amel
"Diam kau wanita sialan, kau menjebakku" Bentak Faiz
"Kau yang diam Faiz" Ucap Hani yang ikut berbicara "Aku kira kau itu pria baik- baik dan pantas untuk sepupuku tapi ternyata kau hanya pria yang suka bermain wanita"
"Han aku dijebak tolong kalian percaya padaku"
"Sayang Anita menjebakku, dia menarikku sehingga aku jatuh dan menindihnya"
"Jatuh maksudmu, terus kau bisa jelaskan kenapa Anita hanya memakai pakaian seperti itu dan kau kenapa baju mu bisa terbuka seperti itu"
"Akkuuu... ini semua tidak seperti yang kamu lihat"
Plaakkkk
Satu tamparan keras melayang ke pipi Faiz "Ssayang kumohon percaya padaku" Ucap Faiz sambil memegang kedua tangan Amel
"Kau ini kenapa sayang, jelas - jelas kita saling mencintai dan kau bilang kita akan menikahiku secepatnya karena aku telah mengandung anakmu" Ucap Anita
Amel membeku mendengar ucapan "Haa..mil"
"Yah aku hamil anak Faiz, sebelumnya kami pernah bercinta dan inilah hasilnya" Ucap Anita mengelus perutnya
"Diam kau Anita, itu bukan anakku dan aku tidak pernah menyentuh mu sama sekali"
Anita kemudian memeluk Faiz "Sayang kau jujur saja padanya"
Faiz melepaskan pelukan Anita dengan paksa "Dasar Ja*ang, kau ingin menghancurkan hubungan ku kan"
"Bisa- bisanya kau membentak Ibu dari anakmu Faiz Abraham" Ucap Amel
"Sayang tolong percaya padaku, bukan aku yang menghamilinya"
"Selamat Iz kau telah berhasil menghancurkan hatiku" Amel menghapus air matanya dan tersenyum ke arah Faiz dan Anita "dan Selamat atas kehamilan mu Anita aku doakan kalian bahagia selamannya"
"Sayaang" Ucap Faiz mencoba menyentuh Amel tapi Amel mundur perlahan
"Jangan sentuh sepupuku" Hani kemudian maju menghalangi Faiz
"Han minggir kau ini urusan ku dengan kekasihku"
"Cih kau bilang Amel kekasihmu, tolong kau bercermin, pria brengsek sepertimu tidak pantas bersanding dengan sepupuku"
"Han tolong, biarkan aku berbicara dengan Amel"
"Sudah tidak ada yang harus di bicarakan Iz" Amel kemudian menarik Hani untuk keluar kemudian iya berbalik melihat Faiz "Dan aku mohon jangan pernah menemuiku lagi, dan anggap saja kita tidak saling mengenal" Amel betul - betul meninggalkan Faiz yang masih berdiri
"Brengsekkk" Faiz mengacak - ngacak rambutnya frustasi kemudian berbalik melihat Anita dan langsung menghampirinya
Faiz mencekik Anita "Dasar wanita sialan, kenapa kau menjebakku"
"Karena aku mencintaimu Iz, aku tidak ingin kau bersama wanita lain" Faiz semakin keras mencekik Anita "Iz aku bisa mati kalau kau terus mencekikku"
"Aku memang ingin membunuh mu sekarang juga, kau telah menghancurkan hubungan ku dengan orang yang sangat kucintai"
"Silahkan tapi setelahnya kau akan mendekam di penjara"
"Aku tidak peduli dengan itu" Ucap Faiz dengan tatapan membunuh
"Lepas, kau bisa membuatku mati dengan anakku"
Faiz mendengar kata anak langsung melepas cekikannya dan mendorong Anita ke atas ranjang "Aku akan buat perhitungan padamu sampai kau tidak akan mau hidup di dunia ini lagi" Ucap Faiz sambil menunjuk Anita
Faiz kini memasang kancing kemeja nya dan langsung menarik jasnya di atas sofa kemudian keluar dari kamar hotel mencari keberadaan Amel
Anita tersenyum sinis "Aku pastikan kau tidak akan bersamanya"
***
Kini Amel dan Hani sudah meninggalkan Hotel itu dan Amel terus menangis didalam mobil,
"Mel jangan seperti ini" Ucap Hani yang masih fokus menyetir mobilnya
"Hiks.. Hiks.. Apa salahku Han sehingga Faiz tega berbuat seperti ini padaku"
Hani kemudian berhenti dan meminggirkan mobilnya "Mel kau tidak salah apa-apa, dan mungkin kita harus selidiki ini semua"
Amel menggeleng "Selidiki apa Han jelas - jelas aku liat dengan mataku sendiri kalau Faiz bercinta dengan Anita"
Hani sudah tidak bisa berkata - kata lagi karena iyapun juga ikut menyaksikan kejadian tadi
"Mel ini sudah malam, sebaiknya aku antar kamu pulang, Orang rumah pasti sudah mengkhawatirkan mu"
Amel hanya menggangguk tapi masih terap terisak, dan kini hani melajukan mobilnya mengantar Amel pulang.
#Tbc