
Bab 90 Rencana.
Long Fai saat ini, sangat bergembira. Dengan hukum jasa, dia secara perlahan akan menjadi peri. Untuk meningkatkan hukum jasa yang pastinya harus mempunyai banyak pengikut.
Long Fai memasuki gubuk kesayangan lagi langsung menghampiri Wang Roulan.
"Lanlan, kita harus mensejahterakan penduduk yang tersisa. Untuk memakmurkan penduduk hal yang paling utama adalah bahan pokok seperti makanan, daya melek semua penduduk."
"Ketika makanan pokok bagi suatu kerajaan akan tercukupi, maka penduduk tidak akan kelaparan bahkan jika bisa kita akan mengirim bahan makanan kita untuk negara sebrang."
''Walau di dunia ini dunia pembudidaya, dan bahan makanan sudah tidak penting tapi apa yang di hasilkan tanaman dan barang aku setidaknya berkualitas tinggi."
"Aku yakin dengan modal ini lanlan, kita akan maju selangkah demi langkah."
Setelah mendengar apa usulan Long Fai, bagi dirinya sungguh masuk akal. Namun Wang Roulan berkata: "Jika barang dan produk kualitas peri kita di hasilkan terlalu banyak bukankah nilai barang itu akan menjadi murah?"
Long Fai tersenyum: "Aku juga sependapat. Tapi kita harus memegang erat pahan Permaisuri Ho Tu, untuk memperdagangkan apa yang kita hasilkan di seluruh dunia. Tapi penjualan itu kita harus membatasi sedikit mungkin, untuk meanilisasi supaya tidak terjadi apa-apa."
"Baiklah ususlan kamu, aku setuju. Namun kita harus membuka ladang dan membutuhkan penduduk untuk, kita tanami." Kata Wang Roulan sambil memandang Long Fai.
"Baiklah kita harus memanggil perajurit yang tersedia di kerajaan ini. Dan suruh berpencar ke penjuru kerajaan kita untuk membuat pengumman." Balas Long Fai.
Kemudian Long Fai memanggil seluruh perajurit yang tersisa. Bahkan perajurit bekas kerajaan Dayan sekarang sudah tunduk patuh terhadap Long Fai.
Para perajurit itu, dia tugaskan ke penjuru kerajaan Naga untuk memberi pengumuman kepada penduduk yang tersisa agar penduduk itu membuka ladang dan di tanami bahan makanan bagi penduduk manusia biasa. Dan sebagian di tanami pohon spritual.
Para perajurit di bekali peralatan kualitas tinggi dari Long Fai untuk di serahkan para penduduk. Bukan hanya itu saja, Long Fai memberikan upah kepingan emas atas jasa penduduk untuk membayar. Kepingan emas itu dia ambil dari hasil pelelangan kemarin dan pendapatan bersih kerajaan Dayan pada waktu itu.
Jika Long Fai tidak membayar upah kepada para penduduk itu sama saja seperti kerja paksa. Namun Long Fai tidak akan sejahat itu.
Bahkan dalam satu hari sesudah Long Fai membrikan perintah, dia mendengar dari perajurit bahwa setiap derah kerajaan Naga, terdapat patung raksasa yang menyerupai dirinya untuk di sembah.
Long Fai saat ini sangat bergembira. Menurut asumsi jika dia menyebarkan kebajikan di selurun penjuru tidak terbatas di satu kerajaan tapi di seluruh alam bukankah nilai jasa yang dia dapat akan sangat besar.
Long Fai sangat bergembira. Namun untuk menyebarkan kebajikan tidak lah mudah bahkan sangat sulit sekali dan mustahil.
"Lupakan bahkan tanpa hukum jasa aku sudah kuat!" Long Fai menggelengkan kepalanya. Dia terbang mencari Ho Tu dan Ming Qing.
Setelah satu menit berlalu, akhirnya Long Fai menemukan mereka berdua di hutan peri yang kebetulan melihat Tun Ri dan Yun Che sedang membuat kandang ayam dan sapi.
Mereka berempat belum pulih dari keterkejutan apa yang di lihat di depanya. Bahkan selusin kali mereka ber empat mengusap matanya, dia mengira bahwa apa yang di depanya adalah ilusi belaka.
Bahkan Ho Tu dan Ming Qing matanya ingin melotot karena pohon wilow yang sedang dia sandari adalah pohon surga yang kayunya berguna untuk pencerahan.
"Hei kamu di sini rupanya." Ho Tu mengkerut ketika mendengarkan suara itu. Dia menoleh ke atas melihat Long Fai sedang menuju ke tempatnya.
Setelah Long Fai dekat, Ho Tu berkata: "Apa yang ingin kamu lakukan?"
"Oh aku mencari kamu karena ada yang aku ingin tanyakan kepada kamu." Long Fai mengangguk sambil tersenyum
"Apa? Coba katakan." Ho Tu ingin tahu.
"Jadi seperti ini, nah seperti itu." Long Fai menjelaskan masalah rencana yang di lakukan Long Fai. Bahkan Long Fai mengatakan bahwa dirinya mungkin di bulan depan, mungkin saja tahun depan negara ini akan kekurangan kepingan emas. Maka dari itu Long Fai meminta bantuan Ho Tu untuk memberikan dana agar Long Fai bisa membayar emas kepada para penduduk yang sudah bekerja membuka lahan dan ladang.
Ho Tu awalnya juga ragu-ragu, tapi dia tiba-tiba matanya cerah. Ini mungkin saja hadiah terimakasih kepada Long Fai yang telah membantu dirinya untuk menjadi suami pengganti.
"Ok tidak maslah." Ho Tu setuju. Lagian jumplah pengeluaran di negara Naga ini tidaklah banyak bahkan Ho Tu mendengar jika anda membantu Long Fai anda bisa mengambil harta yang berharga seperti yang anda inginkan.
"Oh terimaksih Ho Tu." Long Fai tersenyum bahagia. Akhirnya maslah pertama sudah di selesaikan sekarang dia sudah mempunyai mitra.
"Baik-baik saja, tapi aku ingin tahu dari mana kamu mendapatkan semua harta yang berharga ini." Ho Tu curiga bahkan bingung untuk menggambarkan Long Fai. Baginya dia hanyalah manusia aneh dan misterius yang pertama di temui.
"Ini berasal dari aku, apakah kamu tidak percaya." Long Fai tersenyum.
"Aku sama sekali tidak mempercayai, bahkan aku curiga kepada kamu, bahwa kamu hanyalah pencuri makam di seluruh alam." Ho Tu tersenyum lembut. Namun senyuman itu aneh dan sesaat dia menyadari ada yang salah. Akhirnya dia memalingkan wajah.
"Jika kamu tidak percaya, maka aku meminta barang biasa kamu." Long Fai akan membuktikan. Dengan jurus peningkatan benda yang tak terbatas, dan jurus penguatan dan pelemahan kekuatan musuh maka sekarang Long Fai tidak memerlukan energi ketika meningkatkan benda.
"Baiklah." Kemudian Ho Tu melemparkan jepitan burung Phoenix rambut warna merah kepada Lon Fai.
Long Fai menangkap langsung dan berkata: "Lihat lah..!" Kemudian Long Fai mulai meningkatkan jepitan rambut milik Ho Tu itu. Seketika ada energi merah seperti api yang bergemuruh dari penjuru langit.
"Guarrrrr!"
"Guarrrr!"
"Guarrrr!"
Energi itu memasuki ke jepit rambut milik Ho To. Ho Tu yang melihatnya matanya melotot tidak percaya.